Komentar ku..... 1. Bagaimana klu PRT nya yg doyan ber hp ria? Gak ingat waktu dan tempat. 2. Bagaimana klu PRT nya yg rada2 malas? Senang nya gaul sm PRT tetangga atau satpam. 3. Klu sy ajak PRT sy jalan2 ka Mall, sy selalu ajak makan ditempat makan semahal apapun. Tanpa dipotong gaji. Makan steak sekalipun minimal sekelas sizzler, kami duduk 1 meja dan makan makanan yg sama.Tidur di hotel bintang 5 gak pernah dibiarin tidur di sofa. Minimal pake extra bed. Apakah klu sdh dikenakan standar gaji UMR, "kebijakan" seperti itu harus dihapus? Klu kita hapus, manusiawi gak ya? 4. Klu standar gaji kita samakan dgn UMR buruh, artinya selama jam kerja PRT gak boleh byk ngobrol, gak boleh sambil makan, gak boleh terima hp, dsb krn utk kebutuhan2 seperti itu sdh disediakan wktnya. Biasanya hy 1 jam (jam istirahat kantoran aja hy 1 jam). 5. Klu aturan jam kerja PRT 10 jam, artinya stlh keluarga makan malam, majikannya yg akan cuci piring sendiri. Sementara PRT akan istirahat dgn tenang di kamarnya. Trus....bgmn dgn urusan anak2 ? Siapa yg akan urus balita diatas jam 7 mlm klu BS nya sdh selesai masa tugasnya pd hari itu? "Saya yakin......istri 2 pejabat anggota DPR gak ada yg sanggup utk cuci piring sendiri stlh mrk selesai makan malam". 6. Siapa yg akan bukakan pintu jika kebetulan suami kita harus kerja lembur dan plg diatas jam 9 malam? Sang majikan? Sementara kita blm mampu gaji satpam.
Pertanyaannya........dgn pola bekerja seperti itu, apakah besar gaji dan kwalitas kerja mrk bisa sebanding? Apakah para calon PRT memang memiliki kemampuan utk bertanggungjawab dlm melaksanakan tugas2nya secara profesional? Kadang2 tanpa diberlakukan UU itupun, byk dari mereka yg hanya menuntut hak tanpa menjalankan kewajiban sebaik-baiknya. Efeknya......klu peraturan itu tetap dipaksakan utk disah kan.....maka para majikan akan meningkatkan standard kwalitas kerja mereka. Dan tidak ada lagi majikan yg mau "memaklumi" akan kekurangan/keterbatasan yg dimiliki PRT akibat dari keterbatasan ilmu yg mrk miliki. Krn para majikan akan menuntut hasil kerja PRT sebaik mungkin sesuai dgn uang yg dikeluarkannya utk menggaji mereka. Akhirnya......akan byk lagi PRT yg terbatas kemampuannya yg tidak mempunyai kesempatan utk mencari uang. Krn byk para majikan yg lebih senang memilih PRT yg cerdas. Sementara PRT yg cerdas, mempunyai inisiatif, rajin, disiplin dsb jauh lebih sedikit jumlahnya. Ujung2nya.........pengangguran akan semakin banyak. Utk melanjutkan sekolah sdh tidak mungkin........utk mencari uang juga sdh ditutup kesempatannya oleh orang2 yg sok moralis itu. Sementara tanggungjawab mencerdaskan mrk2 yg kurang mampu bukanlah ditangan para majikan. Pemerintah yg harusnya bertanggungjawab akan kelangsungan pendidikan mrk. Artinya........disini terlihat ada pengalihan tanggung jawab. Menurut saya, utk melindungi para pekerja non formal.......cukup dengan menegakkan hukum yg sudah ada. Bhw para majikan yg tidak berprikemanusiaan dan suka menyiksa PRT (memukul, memperkosa atau memberi makan ala kadarnya) diberi hukuman yg berat. Seharusnya........pemerintah lebih dulu memikirkan perlindungan para TKI di negara2 tetangga. Yang jelas2 byk TKI yg teraniaya oleh kesewenang-wenangan berbagai pihak (majikan, PJTI, pemerintah negara setempat atau petugas2 terminal bandara sendiri). Semoga para pemimpin kita dibukakan pintu hatinya oleh Allah swt. Regards, YUSRI email: [email protected] Sent from my BlackBerry® wireless device -----Original Message----- From: dyah indrastuti <[email protected]> Date: Thu, 1 Jan 2009 18:29:38 To: <[email protected]> Subject: Re: [parentsguide] Fw: RUU PRT iya nih, RUU PRT udah lama digodok di DPR, tapi belum kelar2 juga... aku jg udah sempet nulis di blog aku.. http://inddya.multiply.com/journal/item/29/Revolusi_sang_Bedinde_alias_PRT Main2 ya ke blogku, trus jangan lupa kasih komen, hihihi kebetulan aku emang pengen tahu pendapat ibu2 tentang RUU ituh... Cheers, dYaH iNdrastUti --- On Wed, 12/31/08, verawati fery <[email protected]> wrote: From: verawati fery <[email protected]> Subject: Re: [parentsguide] Fw: RUU PRT To: [email protected] Date: Wednesday, December 31, 2008, 2:52 PM Wah hebat banget niy peraturan...... Daku aja kerja pake ongkos, keluar ongkos, naik bis, pake ojek, pake bensin.....peres otak....pake Ijazah, pake test.....temen daku S1 aja banyak yg masih UMR.....hebat eeuuuuuyy. PRT....kerja ga becus, kerjaannya nonton TV, ber-HP, main, kerja curang...... Ya ampun semoga yg merencanakan undang-undang ini diberikan petunjuk dan hidayah. From: Viddy H Novita <[email protected]> To: Yessie N.Sugihartati <[email protected]>; N.Junitasari.A <[email protected]>; Arnita <[email protected]>; Terry <[email protected]>; "g...@risano" <[email protected]>; Nurtaufik <[email protected]>; Gregorius Juri <[email protected]>; Jennifer Priesty <[email protected]>; [email protected] Sent: Wednesday, December 31, 2008 12:37:58 Subject: [parentsguide] Fw: RUU PRT ----- Original Message ----- From: YASINTA NIRMALA SARI To: undisclosed- recipients: Sent: Wednesday, December 24, 2008 8:54 AM Subject: RUU PRT ::BCA:: PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL TBK. DISCLAIMER: This email and any files transmitted with it are confidential and intended solely for the use of the individual or entity to whom they are addressed. If you have received this email in error please notify the system manager. This message contains confidential information and is intended only for the individual named. If you are not the named addressee you should not disseminate, distribute or copy this e-mail. Please notify the sender immediately by e-mail if you have received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your system. If you are not the intended recipient you are notified that disclosing, copying, distributing or taking any action in reliance on the contents of this information is strictly prohibited. Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! ------------------------------------ =================================================================== Telah Terbit majalah PARENTS GUIDE edisi JANUARI 2009 Kita tak ingin anak berbohong. Tapi juga tak nyaman bila anak kita mengatakan semua yang mereka rasakan tanpa melihat situasi dan kondisi. Dan yang sudah pasti kita khawatir anak akan celaka, kalau terlalu jujur kepada orang asing. Bisakah kita mengumpulkan kejujuran, sikap respek dan kehati-hatian dalam diri anak kita? Simak ulasannya di Parents Guide edisi ini. Simak juga bahasan menarik lain : - Baby Blues Ayah Baru - Bengkak Setelah Suntik Imunisasi - Lucy Wiryono: Selalu Ada Waktu Untuk Si Kecil SIMAK JUGA MAJALAH HIPOO UNTUK SI BALITA Tema HIPOO edisi Januari 2009 ini "Ruang Kelas Hipoo" Ikuti talkshow PG BABY CLUB: A to Z Basic Treatment for Newborn After Labour Pembicara: Lim Fifi Anggraeni (mom n jo Spa), Richard Prayogo BSc (PT Cordlife Indonesia) dan Dr Sylvia Haryeni, Sabtu, 24 Januari 2009. Pukul 09.30-12.00 WIB di House of Milenia. Tiket Rp 30.000. INFO TIKET DAN LANGGANAN MAJALAH HUBUNGI: Emma di (021) 70408785, 527 7302 Segera dapatkan PARENTS GUIDE edisi JANUARI 2009 di agen majalah dan toko buku terkemuka di kota Anda. Baca daftar isinya di http://www.parents.co.id/dsp_tocfeb07.phpYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/parentsguide/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

