Benar sekali..... Apabila nantinya Undang2 ini akan disahkan, haruslah telah 
memenuhi aspirasi dari berbagai pihak yang terkait dengan PRT. Penyalur, PRT 
dan pastinya Majikan. Sepengalaman saya, hanya ½ saja PRT yang benar2 bekerja 
dengan niat baik seperti halnya kita bekerja dikantor saat ini. Padahal semua 
sudah kita tanggung. Kalo mereka salah, gak dimarahin krn kita coba mengerti 
saja. Kurang baik apalagi ya kita ?.. 

 

Makan sehari-hari mereka sudah layaknya dirumah sendiri. Apa saja yang ada... 
Malah kita Majikan kadang lebih banyak ngalah. Kebutuhan dipenuhi, sakit 
diobati, kamar tidur tersedia, istirahat apalagi. Coba aja perhatikan, kalo 
kita dah ke kantor, mereka hanya nonton, tidur, sambil ngemil makanan yang 
ada.. Ntar kalo habis pasti jawabannya dimakan anak kita.. Bener gak sih...

 

Apalagi sekarang. Zamannya PRT punya HP, sms-an melulu karena banyak penawaran 
dari operator dengan sms & telp gratis.. HP gak pernah lepas dari tangannya 
walaupun lagi bersih2, masak, setrika dll. Anak saya yang lagi mandi, dibiarkan 
kedinginan dikamar mandi sementara PRT di kamar lg terima/baca sms dan bls tuh 
sms. 

 

Pengalaman saya yang terakhir, Pembantu saya ijin pulang 4 hari. Karena pada 
lebaran kemaren dia balik lagi ketmpt saya, jadi kali ini walaupun ijin pulang 
lagi saya ijinkan saja karena ktnya akan balik. Karena kasihan, agar dia bisa 
pulang bawa uang untuk Ortu, walaupun  baru terima uang gaji 7 hari yang lalu, 
gaji bulan ini saya bayarkan lagi penuh. Artinya dia baru baru bekerja 7 hari 
untuk bulan ini. Saya juga kasih ongkos tambahan. Eee. Ternyata dianya pindah 
tmpt lain. Sebeel gak siih.. (Padahal kita sdh merasa jgn2 gak balik, tapi 
karena kasihan uang dikasih juga. Untung saya gak beliin juga oleh2 utk ortunya 
hik.hik.hiks..).

 

DPR juga harus ingat, bahwa tidak semua orang yang memiliki penghasilan yang 
tinggi, namun mereka sangat butuh PRT. Perhatikan saja masih ada perusahaan 
yang menggaji Sarjana (S1) dengan gaji yang kalo kita piker "apakah cukup untuk 
hidup berkeluarga?" Padahal mereka juga butuh pembantu untuk jaga anaknya, 
beresin rumah agar bisa bekerja. 

 

Banyak yang perlu dibahas dari berbagai sisi dan pandangan. Jangan sampai UU 
PRT hanya akan membuat para PRT diatas angin dan makin melunjak..

 

Jadi curhat2an lagi nee..Cape' dech..

 

Salam

lina

 

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On 
Behalf Of Muthi
Sent: Thursday, January 22, 2009 12:16 PM
To: [email protected]
Subject: [parentsguide] Re: KEBIJAKAN BARU PRT...(??)

 

Aku sih merasa definisi UMR itu apa? termasuk biaya makan? kamar tidur ? atau 
apa... peraturan yang sangat abu2.
Setuju klo dibuat peraturan yang jelas dan fair, untuk PRT dan juga semestinya 
untuk majikan.

Klo cuman PRT doank dan juga para penyalur yang dilindungi... trus hak-hak 
majikan gimana? siapa yang belain?
Prakteknya sekarang adalah banyaaaaak deh para majikan yang baik hati, 
dan juga yang bertanggung jawab di dzolimi sama para PRT ini dan penyalur  

Kemana ayo kita mengadu? ke polisi? pengadilan? atau curhat-curhat dimilis2 aja?

Thanks,
Muthi
081314431821
YM: muthi_nuriah
www.muthiatunnuriah .com <http://www.muthiatunnuriah.com/> 
www.halamanmuthi. blogspot. com <http://www.halamanmuthi.blogspot.com/> 

Pada 22 Januari 2009 09:47, MERRY CHANDRA <[email protected] 
<mailto:[email protected]> > menulis:

<<image002.gif>>

Kirim email ke