Dear Moms,
Masih menyinggung tentang kejadian gak enak di email sebelumnya. Sejak saya
koas di rumah sakit sampai menjadi dokter sampai saat ini saya sering mendapati
kejadian yang kurang mengenakkan, bahkan saya pernah mengalami sendiri.
Contohnya :
Sebagai pasien, anda mempunyai beberapa hak dan kewajiban jika berada di rumah
sakit atau praktek dokter. Salah satunya adalah hak bertanya tentang diri anda.
Seperti diagnosis penyakit, apa terapi yang akan dilakukan dan prognosis dari
penyakit anda. Anda sangat berhak sekali “cerewet” kepada paramedis sejak dari
pendaftaran sampai dokter spesialis yang menangani anda. Sudah sering saya
melihat ada paramedis yang jengkel jika ada pasien yang cerewet, tiap hari
bertanya tentang perkembangan penyakitnya, bahkan hal sepele sekalipun. Jadi
bukan hal yang aneh jika ada paramedis yang berkata, “Gitu aja kok pake nanya
!” di belakang pasien. Justru karena yang namanya pasien itu orang yang awam
dengan medis, makanya mereka sering bertanya karena mereka tidak tahu. Kalau
mereka paham, mereka bukan pasien, tapi mereka adalah dokter. Jadi, cuek aja
jika sewaktu anda-anda ini sering bertanya kepada paramedis tapi disambut
dengan wajah cemberut atau ucapan
yang sekadarnya, karena itu memang hak anda. Jadi, ucapan bahwa “Saya berhak
bertanya dan tahu apa penyakit saya karena saya bayar mahal disini !” Itu tidak
tepat, karena pasien yang gratis pun juga punya hak yang sama, dan itu tidak
dibatasi oleh uang.
Sampai saat ini saya masih tergelitik setiap melihat fenomena tulisan dokter di
resep obat yang acakadul, amburadul, cakar ayam, dsb. Dulu, saya sering
diberitahu kalo para dokter melakukan hal itu supaya pasien tidak paham dengan
obat yang ditulis atau para dokter sengaja melakukan itu karena hanya apoteker
yang tahu makna tulisan cakar ayam itu. Dan ternyata rasa penasaran saya
terbayar sewaktu ada kuliah dimana dosennya mengatakan bahwa tulisan jelek di
resep itu justru malah menyengsarakan apoteker dan meningkatkan angka kesalahan
pemberian obat. Memangnya kenapa jika pasien bisa membaca obat yang ditulis
oleh dokter ? Justru, anda-anda harus aktif bertanya jika dokter memberikan
resep. Apa nama obatnya, apa fungsinya, berapa kali dosisnya, apa efek samping
yang akan timbul, dsb. Ini juga positif untuk dokter ybs karena bisa untuk
meningkatkan ilmunya lebih baik dan bisa belajar berkomunikasi yang lebih baik
dengan pasien.
Untuk sementara Cuma ini yang bisa saya sampaikan. Saya tidak bermaksud menulis
dengan sudut pandang yang berat sebelah karena saya sendiri adalah seorang
paramedis. Saya hanya menyampaikan kejadian sehari2 yang sering saya temui
selama ini.