Bu, anak saya dari usia 6 bulan sdh menggunakan nebulizer karena mereka menderita ashma. Jadi mau gak mau, mereka harus menggunakan ini. Dan menurut DSA-nya, untuk asma, ini jauh lebih aman dari pada anak harus menerima obat secara oral, karena : a. dosisnya jauh lebih kecil dari pada obat yg dimasukkan secara oral. b. obat langsung ke saluran pernafasan, sehingga tidak banyak yang terbuang sia-sia karena proses pencernakan. c. tdk terjadi penumpukan obat yg tidak dpt diproses oleh pencernakan di dlm tubuh d. efek obat bisa langsung dirasakan.
Saya kebetulan punya nebulizer sendiri di rumah, saya beli atas anjuran DSA, dosis obat dan jenis-jenis obatnya tetap harus diresepkan dulu oleh DSA. Proses nebulizer ini tidak menyakitkan kok bu. Saya biasanya melakukannya pada saat anak sedang tidur, dan mereka tidak merasakan apa-apa, kecuali pernafasannya jadi lebih baik. --- On Fri, 24/4/09, Nayla Riani <[email protected]> wrote: From: Nayla Riani <[email protected]> Subject: [parentsguide] tanya nebulizer untuk batuk pilek bayi To: [email protected] Cc: "parentsguide" <[email protected]>, "balita anda" <[email protected]> Date: Friday, 24 April, 2009, 9:08 AM Dear Parents Mohon masukannya ya. anakku, nayla, 9 bulan terkena batuk pilek yang lumayan parah. berdahak dan akibatnya jadi sering muntah. aku pernah dengar (kalau tidak salah), dengan nebulizer bisa mengurangi dahak akibat pileknya, sehingga pernapasan juga menjadi lega (nayla kesulitan bernafas jika sedang tidur). nah pertanyaanku : 1. Apakah nebulizer aman digunakan untuk bayi 9 bulan ? 2. apakah ada efek sampingnya ? 3. bagaimana prosedur penggunaan nebulizer ? 4. apakah prosedur nebulizer dapat dilakukan oleh dokter biasa ? (jadi tidak harus oleh dokter spesialis anak ? ), karena di dekat rumahku, ada klinik yang bisa melakukan nebulizer, tapi tidak ada dokter spesialis anak, adanya hanya dokter biasa. 5. apakah kira2 prosedurnya menyakitkan untuk bayi usia 9 bulan ? Mohon sharingnya ya.... Regards Mamanya Nayla

