Dear mama nayla... memang kalau anak batuk pilek, nafasnya jadi sesak kita juga gak tega melihatnya.apalagi nayla baru 9 bulan memang belum bisa mengeluarkan dahaknya, kalaupun keluar pasti diiringi muntah.Alif juga pernah saya bawa ke ahli fisioterapi untuk mengurangi/meredakan dahaknya, tetapi jangan sering2 kalau cuma batuk pilek saja, kecuali asma berat. Ini ada sedikit masukan dari dr.Fab semoga bisa menabah wawasan kita dan menjadi solusinya, semoga nayla cepat sembuh ya :-). "Batuk merupakan reflek yang fungsinya untuk mengeluarkan benda asing termasuk lendir. Batuk tidak perlu ditekan (diobatin) jika tidak sangat mengganggu tapi juga jangan diprovokasi supaya terus-terusan batuk. Batuk yang kering atau keras sering menyebabkan tekanan di perut meningkat sehingga lambung ikutan tertekan dan akhirnya bisa menimbulkan muntah. Batuk yang ringan dan manakala anak tidak menampakkan kondisi "sakit", cukup diberikan minum air hangat dan menarik napas lebih dalam dan panjang. Untuk anak yang lebih kecil dimana belum bisa "batuk" dengan baik bisa dilakukan chest clapping dengan membuka pakaiannya, kemudian di pangku tapi jangan sampai mulut atau hidung tertutup paha yang memangku. Lakukan tepukan-tepukan ringan di seluruh dada bagian belakang, lebih bagus kalau sambil berjemur. Dada bagian depan juga memungkinkan dilakukan seperti itu namun dengan posisi yang disesuaikan. Lakukan sambil bercerita atau bermain dan sesantai mungkin kira-kira 10-20 menit. Mungkin tidak langsung kelihatan hasilnya tetapi umumnya membantu. Untuk tahu ada proses apa di paru-paru, perlu pemeriksaan dokter dan atau pemeriksaan penunjang. Batuk lama, berat badan turun walaupun tidak selalu berarti ada sesuatu proses infeksi tetapi sugestif kearah penyakit paru akibat kuman tbc. Untuk itu perlu pemeriksaan mantoux test (bukan Cuma berdasarkan roentgen). Kalau terbukti, maka batuk sembuh karena pengobatan. Jika tidak terbukti maka pengobatan bersifat supportif sudah cukup. Jangan dicekoki antibiotika yang bisa menjadi racun dan menekan sumsum tulang atau menyebabkan gangguan hati atau ginjal. Nebulizer adalah alat yang digunakan untuk menguapkan cairan (NaCl 09%) yang bisa dicampur dengan obat (salbutamol atau teophylin), bukanlah pilihan utama dan terutama pada kasus anak kecil tidak bisa mengeluarkan dahak. Selain campuran obat harus berdasarkan hasil pemeriksaan dokter (karena tidak bisa asal campur) juga selalu mempunyai resiko anak tidak cocok dengan jenis obatnya. Nebulizer digunakan pada serangan asthma paru yang sedang atau berat, jadi kalau mau beli mungkin perlu pikir-pikir dulu." Salam hangat Ummi Alif
--- On Fri, 24/4/09, Nayla Riani <[email protected]> wrote: From: Nayla Riani <[email protected]> Subject: [parentsguide] tanya nebulizer untuk batuk pilek bayi To: [email protected] Cc: "parentsguide" <[email protected]>, "balita anda" <[email protected]> Date: Friday, 24 April, 2009, 9:08 AM Dear Parents Mohon masukannya ya. anakku, nayla, 9 bulan terkena batuk pilek yang lumayan parah. berdahak dan akibatnya jadi sering muntah. aku pernah dengar (kalau tidak salah), dengan nebulizer bisa mengurangi dahak akibat pileknya, sehingga pernapasan juga menjadi lega (nayla kesulitan bernafas jika sedang tidur). nah pertanyaanku : 1. Apakah nebulizer aman digunakan untuk bayi 9 bulan ? 2. apakah ada efek sampingnya ? 3. bagaimana prosedur penggunaan nebulizer ? 4. apakah prosedur nebulizer dapat dilakukan oleh dokter biasa ? (jadi tidak harus oleh dokter spesialis anak ? ), karena di dekat rumahku, ada klinik yang bisa melakukan nebulizer, tapi tidak ada dokter spesialis anak, adanya hanya dokter biasa. 5. apakah kira2 prosedurnya menyakitkan untuk bayi usia 9 bulan ? Mohon sharingnya ya.... Regards Mamanya Nayla Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

