Dear all,
Menurutku kita harus hati-hati dengan pemberitaan seperti ini, sebaiknya 
dipelajari dulu sebelum mempercayainya..kami yang berkutat sehari-hari seputar 
chemical & formulasi sering sekali berhadapan dengan pertanyaan2/pernyataan2 
panik seputar penggunaan bahan kimia tertentu.. padahal semua penggunaan bahan 
kimia ini tentu saja ada regulasinya yang menyatakan apakah bahan tersebut 
aman/tidak untuk digunakan dalam batasan dosis tertentu, dan itu tentu saja 
melalui riset..sebaliknya banyak produk2 berbasis  herbal yang diklaim alami & 
aman juga harus tetap dicermati pemakaiannya, terutama untuk obat..karena tentu 
saja juga memiliki kontraindikasi untuk pemakaian pada kondisi tertentu

Seperti garam dapur, itu juga chemical, atau biasa disebut NaCl, gula juga 
chemical (sucrose), sampai airpun chemical (seperti yg terjadi dalam kasus 
ini), kalau penggunaan berlebihan tentu saja bisa menyebabkan hal-hal yang 
tidak baik, garam berlebih misalnya bisa menyebabkan darah tinggi, 
pre-eklampsia pada wanita hamil, dll..tapi bukan berarti kita tidak bisa 
menggunakan garam kan? hanya pemakaiannya harus dengan takaran yang sesuai dan 
tentu saja dibatasi.. Ya ini hanya opini saya saja..ga bermaksud menggurui atau 
apa...just sharing..saya juga tidak mau sih kalau setiap hari disuruh minum teh 
botol apalagi berbotol2.. :), tp itu sekali lagi opini saya saja loh..intinya 
sih kita harus cermat..



--- On Thu, 5/7/09, Dewi Syihab <[email protected]> wrote:
From: Dewi Syihab <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Teh Botol Sosro
To: "parentsguide" <[email protected]>
Date: Thursday, May 7, 2009, 3:05 AM











    
            
            


      
           ...mengkonsumsi bahan yg alami dan tanpa pengawet jauh lebih baik 
kan... Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSATFrom:  "- Yusri -" 
Date: Thu, 7 May 2009 06:41:17 +0000
To: <parentsguide@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [parentsguide] Teh Botol Sosro
                           
     

Aku jg jd gak ngerti nih....
Klu selama ini aku mmg menghindari makanan/minuman yg dicurigai pake pengawet.


Regards,
YUSRI
email: yusr...@yahoo. co.id

Sent from my BlackBerry® wireless deviceFrom:  Ema Ria Hendrawan 
Date: Wed, 6 May 2009 23:27:58 -0700 (PDT)
To: <parentsguide@ yahoogroups. com>
Subject: Re: [parentsguide] Teh Botol Sosro
                           Hai Mom,

Aku juga jd penasaran. Td aku cari di Google. Kok nemu web dibawah ini ya.

http://hariadhi. wordpress. com/2009/ 05/07/hydrocylic -acid-hoax- teh-botol- 
sosro/

Dibilang cm email HOAX aja. Mana yg benar sih? Pencerahan dong. Thanks.
 salam hangat,
Ema Ria

mau kerja di rumah ato mau dapet penghasilan tambahan?
please visit : http://dbc-network. com/?id=smilingf ace
ato HP : 0812 9666 358


From: donna devitha <donnadevitha@ yahoo.com>
To: parentsguide@ yahoogroups. com
Sent: Thursday, May 7, 2009 11:08:28 AM
Subject: Re: [parentsguide] Teh Botol  Sosro

                            Dear all,
saya bukan mau klarifikasi atau apa...saya cuma bingung, setahu saya Hydroxylic 
acid itu betul nama IUPACnya adalah dihidrogen monoksida atau biasa kita kenal 
dengan H2O alias air...kalau memang itu berita ini membingungkan buat saya, 
sangat jelas teh sosro pasti mengandung air dengan kadar yang pasti tinggi..tp 
kenapa harus jadi berita?

Maaf saya bukan dari Sosro ataupun dari perusahaan teh manapun, kebetulan saja 
background saya chemical...mungkin ada yang bisa menjelaskan kebingungan saya 
ini?

Regards,
Donna



--- On Wed, 5/6/09, Meilya Sandra  <Meilya.Sandra@ BSNmedical. co.id> wrote:
From: Meilya Sandra <Meilya.Sandra@ BSNmedical. co.id>
Subject: [parentsguide] Teh Botol Sosro
To: 
Date: Wednesday, May 6, 2009, 11:49 PM

                                       Klarifikasi langsung dari sosro akan 
lebih bagus.
 Berikut isi emailnya:
 Waspada, Teh Botol Sosro Racunnya Teh

 Marini tidak mengerti kenapa anaknya bertingkah aneh malam itu, terus-terusan 
rewel. "Rasanya dia tidak sakit apa-apa." Sudah tiga dokter yang dia temui, 
semuanya menunjukkan gejala kecanduan yang akut. Tapi kecanduan apa, anaknya 
belum bisa bicara, bagaimana dia bisa cari tahu?

 Sampai akhirnya dia menemukan berita mengenai kandungan berlebihan hidroxylic 
acid (atau nama resminya dalam format IUPAC adalah dihidrogen monoksida) di 
dalam Teh Botol Sosro dari internet. Ia langsung ingat, anaknya tadi siang baru 
saja menghabiskan tiga botol teh yang dibungkus dalam berbagai kemasan dan merk 
ini. Celaka!

 Ya, selama ini orang menganggap Teh Botol Sosro dibuat dari daun teh alami 
seperti yang diiklankan. Nyatanya itu semua bohong, daun teh hanyalah sebagian 
kecil dari bahan utama. Hidroxylic acid lah yang bertahun-tahun telah dipakai 
sebagai bahan utama teh botol sosro, sehingga menyebabkan teh ini terasa lebih 
enak daripada merk-merk lain.

 Scientist dari seluruh Universitas terkenal di Amerika sepakat, tanpa kita 
sadari hydroxylic acid sudah menguasai industri makanan. Dengan adanya 
hydroxylic acid, rasa pahit yang sering muncul bila kita memakai pemanis buatan 
bisa hilang tidak bersisa. Nyaris tidak ada makanan dan minuman olahan yang 
tidak disentuh bahan ini. Dalam batasan wajar memang bisa berguna bagi tubuh 
kita, dan tubuh kita punya mekanisme untuk menetralisir kelebihan zat ini. 
Namun begitu melebihi ambang batas, tidak ada satupun manusia yang bisa 
selamat. 

 Gejala kelebihan hydroxylic acid meliputi pusing, diare, pecahnya sel-sel 
tubuh (plasmolisis) , bahkan jika konsentrasinya di dalam tubuh naik 
signifikan, bisa menyebabkan rusaknya sel batang otak (neurolisis) dan kematian 
mendadak. Hal ini telah memusingkan banyak petugas medis di dunia. "Sedetik 
saja gejala kelebihan ini terlambat ditangani, nyawa pasien melayang," jawab 
Dr. Priyadi Handoko, ahli kesehatan dari IKDN. Kalau sudah begini, 
pengobatannya bisa sampai jutaan rupiah. Lalu mampukah orang-orang seperti 
Marini menyembuhkan anaknya?

 Yang membuat masalah ini jadi runyam adalah tidak adanya regulasi pemerintah 
tentang penggunaan hydroxylic acid dalam industri. Pemakaiannya tercampur baur. 
Data menunjukkan bahwa sebagian besar industri berbahaya memakai Hydroxylic 
acid. Reaktor nuklir, pabrik pupuk, pewarna tekstil, semua memakai bahan yang 
termasuk kategori senyawa kuat ini dalam konsentrasi tinggi. 

 Bahkan beberapa tahun belakangan hydroxylic acid juga dipakai sebagai agen 
reaktif dalam pengangkatan minyak bumi. Dengan bantuan hydroxylic acid, 
sumur-sumur tua bisa kembali berproduksi.

 Saat dihubungi, Humas PT Sosro tidak berkomentar banyak. "Kami sudah 
menggunakannya secara bertanggung jawab. Seluruh lini produk Teh Botol Sosro 
sudah lewat pengawasan badan POM". Masalahnya, berapa kadar hydroxylic acid 
dalam makanan yang bisa dianggap bertanggung jawab? Kenapa selama ini terkesan 
ditutup-tutupi dari sorotan publik? Saat pertanyaan itu diajukan, "Brak!", 
telepon dibanting. 

 Hydroxylic acid adalah simbol keangkuhan industri besar makanan. Penggunaannya 
tidak melalui transparansi yang jelas. Bahkan bahayanya tidak pernah diumumkan 
ke masyarakat.. Tutup matanya pemerintah terhadap isu ini wajar jika 
menimbulkan kecurigaan, berapa besar dana gelap yang sudah mengalir untuk 
menyembunyikan bau busuk isu hydroxylic acid? Merk apa saja yang sudah nekat 
memakai hydroxylic acid demi mendapatkan keuntungan besar?

 Kini anak Marini masih tergolek di tempat tidur dengan menangis. Marini 
bingung, apa yang harus dilakukan sekarang. Untuk mengobati kecanduan anaknya, 
dia tidak punya biaya..              ------------ --------- --------- --------- 
------
 Save a tree... please don't print this e-mail unless you really need to...
 ------------ --------- --------- --------- ------
 This message and any  attachments (the "message") are confidential and 
intended solely for the  addressees.
 Any unauthorised use or dissemination is prohibited.
 Messages are susceptible to alteration. SAIPEM Group shall not be liable for 
the message if altered, changed  or falsified.
 If you are not the intended addressee of this message,  please cancel it 
immediately and inform the  sender.
 ------------ --------- --------- --------- ------ 
                                
                                
                                                                                
          
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke