dear moms,
ini berita klarifikasi untuk isu teh botol yang waktu itu sempat di
posting
--
risti v. hendradi
[it's funny how from simple things, the best things begin]
Begin forwarded message:
Teh Botol Sosro Jadi Korban E-mail Tipuan
Jakarta - Analis antivirus dan keamanan komputer menemukan
penyebaran e-mail tipuan yang menjadikan Teh Botol Sosro sebagai
korbannya. Minuman ringan populer itu disebut-sebut beracun.
E-mail kabar bohong alias hoax itu diduga menyebar sejak awal Mei
2009. Penyebarannya pun menjadi ramai akibat pengguna internet yang
'baik hati'.
Menurut Alfons Tanujaya, analis antivirus dan keamanan komputer dari
Vaksincom, dalam keterangan yang dikutip detikINET, Senin
(11/5/2009), pengguna internet banyak yang ikut menyebarkan kabar
bohong tersebut lewat email. "Alih-alih membantu orang, si pengirim
email inilah yang sebenarnya teracuni oleh berita bohong karena
tidak melakukan crosscheck terlebih dahulu sebelum mengirimkan
email," ujarnya.
Berikut adalah analisa Alfons terhadap kabar bohong yang telah
menyebar itu:
Pembuat hoax ini cukup piawai, karena ia langsung menyentuh
ketakutan orang tua masa kini, dimana yang menjadi korban adalah
anak kecil yang rewel. Siapa yang tidak khawatir kalau anaknya sakit?
Hidroxilic acid atau dihidrogen monoksida. Mungkin nama 'seram'
berbau kimia ini yang meyakinkan mayoritas orang awam percaya dan
memutuskan untuk mem-forward email ini. Dimana sering terjadi orang
meninggal karena keracunan Karbon Monoksida (CO) di dalam mobil yang
diparkir dan tetap dinyalakan mesinnya. Tetapi perlu anda ketahui
bahwa dihidrogen monoksida adalah dua (di) hidrogen, satu (mono)
oksida ditulis dengan nama H2O yang artinya air.
Pembuat hoax berusaha mendapatkan pengesahan dari sumber terpercaya
seperti "Universitas terkenal di Amerika". Universitas yang mana ?
Hoax ini menakuti korbannya dengan kalimat "Sedetik saja gejala
kelebihan ini terlambat ditangani, nyawa pasien melayang," jawab Dr.
Priyadi Handoko, ahli kesehatan dari IKDN. Padahal siapa Dr. Priyadi
Handoko dan apa itu IKDN tidak dapat ditemukan dan tidak dapat
memberikan konfirmasi.
Lalu tidak lupa pembuat hoax ini 'menghimbau' penerima berita untuk
meneruskan informasi ini dengan kalimat "Please spread the words.
Sebarkan berita ini kepada orang-orang yang kamu sayangi, sebelum
semuanya terlambat! Perangi hydroxylic acid!"
Alfons pun menuturkan poin-poin yang membuktikan bahwa kabar racun
dalam Teh Botol Sosro itu memang kabar bohong:
http://en.wikipedia.org/wiki/Dihydrogen_monoxide_hoax yang
menjelaskan bahwa DHMO atau Dihydrogen Monoxide adalah H2O atau air.
Ide hoax menggunakan istilah DHMO ini pertama kali digunakan oleh
Eric Lechner dan Matthew Kaufman di tahun 1990, dirubah sedikit oleh
Craig Jackson di tahun 1994 dan menjadi populer karena Nathan Zohner
(14 tahun) di tahun 1997 yang menggalang petisi untuk memboikot
DHMO. Lalu oleh seorang praktisi periklanan Indonesia CCI (Creative
circle Indonesia), Hariadi dimodifikasi menjadi hoax Teh Botol
Beracun. (April 2009).
Situs Hariadi yang menjelaskan kronologi pengiriman hoax yang
sebenarnya merupakan konsep periklanan untuk komunitas tertutup,
tetapi celakanya malah disebarkan keluar oleh orang yang "baik
hati" (untuk tidak mengatakan "keterlaluan").
Situs Teh Botol Sosro yang langsung mengklarifikasikan
ketidakbenaran hoax ini.
Namun, menurut Alfons, Vaksincom masih memantau adanya penyebaran
email kabar bohong ini di berbagai tempat meskipun sudah ada
klarifikasi dari berbagai pihak. Selain lewat email, Vaksincom juga
menemukan penyebaran kabar bohong ini melalui blog.
( wsh / wsh )