Mom...
Kemaren jg aku sempet google tentang dihydrogen monoksida...
Hasilnya : di wikipedia pun ada penjelasan ttg "dihydrogen monoksida hoax"
jadi kayanya hoax ini udah lama bgt juga menyebar di luar melalui buku how 
gullible r u? Or something like that.. Forget the tittle..

Well anyway... buat pecinta the botol sosro.... Lanjut ajahh... Hehhe..

Lily
Big fan of the botol sosro...
:)


Sent from my Lil CherryBerry®
powered by Sinyal ga Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: risti virgianti <[email protected]>

Date: Mon, 11 May 2009 15:23:16 
To: <[email protected]>
Subject: [parentsguide] Teh Botol Sosro (Hoax)


dear moms,

ini berita klarifikasi untuk isu teh botol yang waktu itu sempat di  
posting
--
risti v. hendradi
[it's funny how from simple things, the best things begin]

Begin forwarded message:

>
> Teh Botol Sosro Jadi Korban E-mail Tipuan     
>
>
> Jakarta - Analis antivirus dan keamanan komputer menemukan  
> penyebaran e-mail tipuan yang menjadikan Teh Botol Sosro sebagai  
> korbannya. Minuman ringan populer itu disebut-sebut beracun.
>
> E-mail kabar bohong alias hoax itu diduga menyebar sejak awal Mei  
> 2009. Penyebarannya pun menjadi ramai akibat pengguna internet yang  
> 'baik hati'.
>
> Menurut Alfons Tanujaya, analis antivirus dan keamanan komputer dari  
> Vaksincom, dalam keterangan yang dikutip detikINET, Senin  
> (11/5/2009), pengguna internet  banyak yang ikut menyebarkan kabar  
> bohong tersebut lewat email. "Alih-alih membantu orang, si pengirim  
> email inilah yang sebenarnya teracuni oleh berita bohong karena  
> tidak melakukan crosscheck terlebih dahulu sebelum mengirimkan  
> email," ujarnya.
>
> Berikut adalah analisa Alfons terhadap kabar bohong yang telah  
> menyebar itu:
> Pembuat hoax ini cukup piawai, karena ia langsung menyentuh  
> ketakutan orang tua masa kini, dimana yang menjadi korban adalah  
> anak kecil yang rewel. Siapa yang tidak khawatir kalau anaknya sakit?
> Hidroxilic acid atau dihidrogen monoksida. Mungkin nama 'seram'  
> berbau kimia ini yang meyakinkan mayoritas orang awam percaya dan  
> memutuskan untuk mem-forward email ini. Dimana sering terjadi orang  
> meninggal karena keracunan Karbon Monoksida (CO) di dalam mobil yang  
> diparkir dan tetap dinyalakan mesinnya. Tetapi perlu anda ketahui  
> bahwa dihidrogen monoksida adalah dua (di) hidrogen, satu (mono)  
> oksida ditulis dengan nama H2O yang artinya air.
> Pembuat hoax berusaha mendapatkan pengesahan dari sumber terpercaya  
> seperti "Universitas terkenal di Amerika". Universitas yang mana ?
> Hoax ini menakuti korbannya dengan kalimat "Sedetik saja gejala  
> kelebihan ini terlambat ditangani, nyawa pasien melayang," jawab Dr.  
> Priyadi Handoko, ahli kesehatan dari IKDN. Padahal siapa Dr. Priyadi  
> Handoko dan apa itu IKDN tidak dapat ditemukan dan tidak dapat  
> memberikan konfirmasi.
> Lalu tidak lupa pembuat hoax ini 'menghimbau' penerima berita untuk  
> meneruskan informasi ini dengan kalimat "Please spread the words.  
> Sebarkan berita ini kepada orang-orang yang kamu sayangi, sebelum  
> semuanya terlambat! Perangi hydroxylic acid!"
>
> Alfons pun menuturkan poin-poin yang membuktikan bahwa kabar racun  
> dalam Teh Botol Sosro itu memang kabar bohong:
> http://en.wikipedia.org/wiki/Dihydrogen_monoxide_hoax yang  
> menjelaskan bahwa DHMO atau Dihydrogen Monoxide adalah H2O atau air.  
> Ide hoax menggunakan istilah DHMO ini pertama kali digunakan oleh  
> Eric Lechner dan Matthew Kaufman di tahun 1990, dirubah sedikit oleh  
> Craig Jackson di tahun 1994 dan menjadi populer karena Nathan Zohner  
> (14 tahun) di tahun 1997 yang menggalang petisi untuk memboikot  
> DHMO. Lalu oleh seorang praktisi periklanan Indonesia CCI (Creative  
> circle Indonesia), Hariadi dimodifikasi menjadi hoax Teh Botol  
> Beracun. (April 2009).
> Situs Hariadi yang menjelaskan kronologi pengiriman hoax yang  
> sebenarnya merupakan konsep periklanan untuk komunitas tertutup,  
> tetapi celakanya malah disebarkan keluar oleh orang yang "baik  
> hati" (untuk tidak mengatakan "keterlaluan").
> Situs Teh Botol Sosro yang langsung mengklarifikasikan  
> ketidakbenaran hoax ini.
>
> Namun, menurut Alfons, Vaksincom masih memantau adanya penyebaran  
> email kabar bohong ini di berbagai tempat meskipun sudah ada  
> klarifikasi dari berbagai pihak.  Selain lewat email, Vaksincom juga  
> menemukan penyebaran kabar bohong ini melalui blog.
> (     wsh     /       wsh     )       
>
>
>
>


Kirim email ke