Salam mom,

 

Saya setuju dengan salah satu mom disini yang mengatakan untuk
diskusikan dahulu dengan suami dan coba bicarakan ke asisten tersebut.
Setelah itu silahkan dari mom bisa memberikan batasan sebatas apa cara
memanggil, berbicara dengan suami mom atau pria lain yang ada disitu
(siapa tau ada keluarga/paman/teman2 mom dan suami yang berkunjung).

 

Coba bicarakan dari hati ke hati. Siapa tau asisten tersebut merasa
bahwa suami mom seperti bapaknya sendiri, makanya dia memanggil pah
seperti anak2 mom. 

 

Untuk cara berpakaian juga bisa di bicarakan. Bilang saja kalau tidak
enak melihat cara berpakaian seperti itu, apalagi kalau ada tamu.
Mungkin dia belum mengerti tata-krama dan disitulah tugas kita untuk
memberinya sedikit perhatian terhadap cara berpakaian, berbicara dsb.

 

Ada pengalaman dari salah satu asisten teman saya yang juga seperti itu,
dan ibu yang empunya rumah mengajarkan kalau panggilan tersebut di
peruntukkan hanya untuk si ibu dan anak2nya. Setelah ditanya ternyata
asisten bermimpi bisa memanggil papah kepada bapaknya dikampung :-) jadi
ingin seperti orang2 kota gitu lho mom.

 

Mudah2an bisa menambah pencerahan ya mom... dipertimbangkan dahulu untuk
memecatnya. Siapa tau mom butuh asisten tersebut dan dia juga butuh
penghasilan untuk membantu keluarganya.

 

Salam,

Tia Rotandiko

 

 

 

Kirim email ke