kayaknya kasus rs yg matre makin byk aja sampe mengorbankan pasien, tp 
sebaiknya utk keluarga yg mengalami masalah ini lbh baik bawa kasusnya ke 
pengadilan soalnya takutnya kalo hanya diceritakan spt ini bisa2 malah digugat 
sama pihak rs krn pencemaran nama baik (skrg kan zaman edan, yg salah suka gak 
ngaku salah malah sebisa mungkin nyalahin yg lain)..

mia, mamanya rafa&rakan
 
--- In [email protected], Linda Pickwick <lindapickw...@...> wrote:
>
> Wah... serem juga nih yaaaa
> 
> 
> 
> Just Got This Email.......................
> 
> HATI-HATI DENGAN DOKTER MEDAN TERUTAMA RS.GLENI INTERNASIONAL !!!
> 
> 
> 
> 
> 
> Hati2 dengan dokter dimedan & pelayanan dirs.gleni internasional
> 
> 
> 
> Kejadian ini menimpa anak perempuan saya yg berumur 2 tahun 3 bulan.
> 
> 
> 
> Tanggal 12-04-2009
> 
> anak saya muntah2 dan lemas, kami bawa ke RS. Gleni.
> 
> Kami minta dr.johannus wibisono.spa untuk periksa. Katanya anak saya kurang
> cairan & mungkin ada infeksi pencernaan, jadi harus diinfus.
> 
> Disamping itu kami selaku orang tua diminta untuk segera selesaikan
> administrasinya dulu baru bisa berobat. Benar-benar bingung dan kesal…
> 
> Tapi apa boleh buat segera kami selesaikan administrasi-nya agar anak kami
> segera dapat dirawat.
> 
> 
> 
> Sebelum diinfus anak saya masih bisa sadar dan juga masih bisa meminta
> tolong ama kami. "Papa, tolong…" karena kebetulan saat itu yang berada
> paling dekat adalah papanya. Dan saat itu juga dia bilang gak mau dokter
> (mungkin juga dia mempunyai firasat). Setelah anak saya diinfus gak
> berselang berapa menit, anak saya kejang & terus berangsur tak sadarkan
> diri. Kami pun bertanya kepada perawat disana kok dia kejang
> 
> dan nampaknya tertidur? Kata perawat biar dia istirahat saja dan kejang itu
> gejala biasa… (kebetulan dokter telah meninggalkan ruangan dengan meminta
> perawat untuk mengambil sample darah). Tapi tak lama dia kejang lagi sampai
> matanya belalakan dan mulut-nya mulai menggigit, buru-buru tangan saya
> dimasukkan agar tidak tergigit lidah-nya, kesusahan bernafas. Tetapi suster2
> diruangan diam saja, sampai mertua saya berteriak baru dilakukan tindakan
> memompa secara manual. Karena tidak bisa maka akan dipasang alat, tetapi
> suster disana tidak bisa membuka alatnya, sampai suami saya yang membantu
> membuka.
> 
> 
> 
> Bagaimana kinerja kerja & profesionalisme petugas medis dirs.gleni yang
> terkenal & termahal dikota medan ??? Mengapa anak saya menjadi koma setelah
> diinfus??? Karena anak saya koma, maka dimasukkan ke ruang ICU.
> 
> 
> 
> Sebelum dibawa ke ruang ICU, anak saya dianjurkan untuk diambil sample darah
> dan dict scan kepala-nya, tapi untuk ct scan pun kita menunggu lama sekali
> (waktu ditanya ke perawat katanya masih ada pasien yang lagi ct-scan,
> padahal sebenarnya menunggu petugas-nya yang gak ditempat), padahal anak
> saya keadaan sudah kritis.
> 
> 
> 
> Karena anak saya masuk keruang icu, dr.johannus meminta dr.chairul yoel
> untuk mengecek anak saya.
> 
> 
> 
> Tgl 13/04/2009
> 
> dilakukan rontgen paru2 anak saya. Oleh dr.chairul yoel dikatakan hasilnya
> bagus, tetapi ada kesalahan pemasangan selang katanya akan dilakukan
> perbaikan. Ternyata selama 8 hari anak saya dirawat dirs.gleni sama sekali
> tidak dilakukan perbaikan pemasangan selang, yang menyebabkan 1 paru2 anak
> saya tidak berfungsi, dimana paru2 tersebut penuh dengan sekret, susu basi
> yang tidak dibersihkan.(yang akhirnya dilakukan perbaikan oleh dokter
> disingapura) Dimana tanggung jawab seorang dokter spesialis anak yang
> terkenal dikota medan???
> 
> 
> 
> Kami pun meminta dokter syaraf untuk mengecek anak saya dan karena dimedan
> yang terkenal adalah dr.tonam sps maka kami pun meminta ia datang. Tapi apa
> kata dr.johannus, dengan gaya arogan ia marah dengan kami ia tidak mau
> campur tangan lagi dengan urusan ini & meminta kami melihat prosedur.
> Seharusnya seorang dokter memilih menyelamatkan nyawa bukan melalui prosedur
> yang bertele2 dan mengikuti gengsinya.
> 
> Seharusnya seorang dokter bisa bekerja sama dengan dokter yang lebih
> berkepentingan untuk menyelamatkan nyawa pasien.
> 
> 
> 
> Dari hasil ct scan diketahui anak saya mempunyai tumor disebelah otak kanan
> yg cukup besar. Kami pun berkonsultasi dengan dr.tonam sps & dr.govar spbs.
> Dan kata semua dokter2 tersebut anak saya tidak bisa ditolong lagi.
> 
> 
> 
> Tgl 14/4 2009
> 
> kami berencana untuk membawa anak saya kesingapura dan
> 
> semua telah disiapkan termasuk pesawat yang khusus untuk membawa pasien
> koma. Dari pihak dokter singapura sudah ok.
> 
> 
> 
> Tgl 15/4 2009
> 
> paginya singapura dibilang tidak jadi karena anak saya belum stabil. Dan
> yang memberi resume ke dokter singapura adalah dr.tonam sps. Apa yang
> ditulis dalam resume itu???? Karena dari keterangan suster (kami bertanya
> kesuster) anak saya keadaan stabil, layak terbang dan yang kami carter
> adalah pesawat khusus. Detak jantung anak saya pada tgl
> 
> 14/4 102 dan pada tgl 15/4 82, memang menurun diangka 82 tapi ternyata angka
> 82 itu adalah normal (itu baru kami ketahui pada tgl 19/4,dari seorang teman
> yg pernah mengalami koma & dibawa kesingapura). Jadi, mengapa anak kami
> ditahan?????? Apakah karena gengsi tidak bisa menyembuhkan anak saya atau
> karena uang? Karena ternyata dari kabar yang saya dengar kalo seorang pasien
> diopname dirs.gleni dan apabila akan dibawa keluar pasti dibilang tidak
> stabil, ditahan dengan bermacam-macam alasan. Apakah seorang pasien itu
> dianggap pohon uang,jadi ditahan. Dimana kode etik seorang dokter yang telah
> diminta sumpahnya????
> 
> 
> 
> Tgl 15/4 anak saya dilakukan MRI untuk melihat secara jelas tumor
> otaknya,dan pelaksanaan MRI memakan waktu hampir 2 jam lebih????
> 
> 
> 
> Tgl 18/4 2009
> 
> kami meminta dr.iskandar japardy spbs untuk melihat anak kami
> 
> (rekomendasi dari dokter singapura), katanya dilihat dari perkembangan anak
> saya tumor otaknya jinak dan dapat dilakukan operasi dimedan,gak perlu sampe
> keluar negeri,operasi cuma makan waktu 2 jam katanya. Dan yang melakukan
> operasi dr.govar dan kalau diminta ia pun mau membantu.
> 
> Jadi kami diminta diskusi apakah mau dilakukan operasi. Tetapi apa yang
> dikatakan dr.iskandar japardy spbs kepada dokter singapura? Katanya anak
> saya kena kanker,gak bisa ditolong lagi. jadi,apa maksud perkataannya kepada
> kami ia bisa operasi,tapi yang dikatakannya ke dokter singapura dibilang
> tidak bisa lagi?????
> 
> 
> 
> Sorenya anak kami dilakukan tes EEG, padahal menurut teman kami yg
> sebelumnya pernah koma, seharusnya dari awal tes tersebut telah dilakukan.
> Jadi bisa tau langsung apakah otak anak saya masih berfungsi atau tidak. Dan
> pada saat anak kami dilakukan tes EEG petugasnya mungkin tidak bisa, hal ini
> diketahui dari teman saya yg masuk keruang icu untuk melihat ibunya yang
> kebetulan disebelah kamar anak saya.
> 
> Katanya petugas angkat hp dan keluar bicara, padahal saat peralatan belum
> dijalankan kami yang sebelumnya diruang icu memakai hp diusir katanya
> radiasi, tapi kenapa petugas memakai hp dan menurut si teman saat melakukan
> tes EEG disingapura petugas sama sekali tidak boleh keluar. Dan kami
> menunggu pelaksanaan tes ini selama lebih kurang 1 jam, sedang disingapura
> cuma ½ jam saja.
> 
> 
> 
> 
> 
> Tgl 19/4-2009
> 
> karena kami sudah tidak tahan lagi, maka kami memaksa untuk
> 
> membawa anak kami kesingapura. Kami mencari dokter lain dari singapura, dan
> katanya pesawat yang membawa anak saya menjamin tidak akan terjadi masalah
> karena pesawat sudah seperti ruang icu.(kata dokter medan tidak bisa dibawa
> terbang???)
> 
> 
> 
> Dan ternyata benar, anak saya sampai dengan selamat disingapura (padahal
> saat terbang detak jantung anak saya 76), dan begitu sampai dirs.mount
> Elizabeth , anak saya lagsung ditangani (tidak bicara prosedur,langsung
> melakukan penyelamatan dulu). Dari sana kami baru tahu begitu parahnya
> pelayanan dirs.gleni yang katanya terbaik dikota medan . Paru2 anak saya 1
> dibuat rusak oleh dokter medan , tapi dokter
> 
> singapura bisa menanganinya.
> 
> 
> 
> Tgl 20/4-2009
> 
> pagi2 sekali dokter anak singapura sudah memberitahu kepada kami bahwa paru2
> anak saya sudah baik,tinggal masalah tumor diotaknya. Kemudian suster yang
> membersihkan anak saya sangat terkejut melihat hidung anak saya kotor, tidak
> pernah dibersihkan, penuh dengan susu basi (waktu dirs.gleni anak
> 
> saya minum susu melalui selang dihidung). Paru2 anak saya penuh dengan
> sekret yang jarang disedot oleh suster dimedan (dan memang benar selama
> dipesawat anak saya sering disedot sekretnya oleh dokter singapura yang
> memang datang dengan pesawat khusus).
> 
> 
> 
> 
> 
> Tgl 21/4-2009
> 
> dilakukan ct scan ulang disingapura yang hanya memakan waktu
> 
> lebih kurang 15 menit. Dan diketahui anak saya terlambat itolong
> 
> (bukan tidak bisa ditolong lagi). Seandainya pada tanggal 15/4 kami bisa
> sampai disingapura mungkin anak saya masih bisa tertolong.
> 
> 
> 
> Tanggal 24/4-2009
> 
> anak saya berpulang kepada Tuhan. Berarti, anak saya selama dirs.gleni
> kondisi stabil, karena anak saya mampu bertahan selama 5 hari disingapura.
> Mengapa dikatakan tidak stabil, tidak bisa diterbangkan???
> 
> 
> 
> Pelayanan suster dimedan sangat parah. Pernah 1 kali kami memaksa masuk
> keruang icu untuk melihat anak saya, ternyata anak saya mukanya sudah pucat
> kurang oksigen, karena selang oksigen lepas.. Dan suster2 disana tidak tahu,
> rupanya mereka ada pergantian shift dan pergantian shift dilakukan sambil
> bercanda, sampai2 anak saya selang oksigen lepas pun tidak tahu.
> 
> 
> 
> Kalau seandainya dokter dimedan tidak bisa menangani anak saya, seharusnya
> dari awal diberitahu (ada pasien yang menjalani bedah otak dipenang yang
> memberitahu bahwa dimedan tidak ada dokter yang bisa menangani bedah otak
> jadi kalau bisa dibawa keluar aja).
> 
> 
> 
> Kami tidak pernah menyesali yang telah terjadi, tapi ini merupakan suatu
> pengalaman & pembelajaran bahwa dokter di Indonesia (waktu disingapura ada
> pasien dari Jakarta & Kendari berbagi cerita, katanya dokter mereka sudah
> angkat tangan tapi tetap tidak memberi izin keluar, akhirnya mereka memaksa
> untuk terbang) khususnya dimedan mungkin tidak melihat nyawa seseorang, yang
> dilihat hanya gengsi dan uang saja.
> 
> Bayangkan saja dokter2 yang kami pakai adalah dokter yang terkenal dimedan,
> tapi tidak memegang kode etik seorang dokter yang tugas utamanya
> menyelamatkan pasien, tapi malah menahan2 seorang pasien yang akan berobat
> keluar negeri.
> 
> 
> 
> 
> 
> Posted by legacy
> 
> cc wa juga dirawat di Gleni 7 taon lalu, n ga tertolong juga...
> 
> 
> 
> Awalnya cuma gejala demam berdarah, tapi waktu malam kedua diopname, tiba2
> kejang, padahal sorenya masi baik-baik ja n bisa ngejekin aku... Setelah itu
> dimasukin icu, disuntik obat penenang (yang kata dokter singapura harusnya
> ga boleh langsung disuntik obat tidur dosis tinggi kek gitu, tapi tanya nya
> pun uda telat...) n setelah itu ga pernah bangun lagi... mungkin karena ga
> bangun2, dokternya panik ato apalah trus dipasang infus n selang2 yang
> panjang2 di dalam badan cc ku, liatnya aja uda ngeri, bukannya membaik malah
> makin drop. Kondisinya cuma membaik sekali pas teman2 seklolahnya datang
> jenguk dia di ruang icu, n itu juga saat terakhirnya membaik... Setelah
> teman2nya pulang, cc wa berpulang ke sisi Nya...
> 
> Sebelum cc ku dirawat, aku duluan yang kena gejala demam berdarah, tapi aku
> ngotot ga mau di opname... n sampe sekarang aku baik2 aja
> 
> 
> 
> Jadi mpe sekarang aku ga tau, emank uda kehendak yang Di Atas ato emank rs
> nya yang ga beres
> 
> 
> 
> Posted by angel
> 
> saudara gw juga kejadian di rs.gleni.waktu itu da masalah ma
> pencernaannya.dibawa ke gleni nginap.yg rawat dokternya gw lupa
> namanya.katanya mesti dioperasi.saudara gw pikir kl operasi kan agak
> berbahaya jd dia pilih ke Penang z.sampe penang dioperasi dah sembuh cuma
> saudara gw gak bisa jaga makan akhirnya infeksi lg.jadi dibawa keluarganya
> ke rs.gleni balik yg tangani sama dokternya.dokternya malah gak senang
> katanya dah makan enak disana baru buang sampah disini.dah itu ntah disuntik
> obat apa.dr itu kondisi saudara gw mulai drop.ampe dah lama gak baik2 jadi
> keluarganya mindahin ke rs lain.tp akhirnya saudara gw gak ketolong juga
> 
> 
> 
> The above message is for the intended recipient only and may contain
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you
> are not the intended recipient, you are hereby notified that any
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment,
> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us
> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary.
> Please delete the message and the reply (if it contains the original
> message) thereafter. Thank you.
> 
> 
> 
>   _____
> 
> Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih.
> <http://id.mail.yahoo.com> Rasakan bedanya!
>


Kirim email ke