Moms, mau tanya, kalo baby ada BCGitis, itu tuh benjolan yang muncul krn suntikan BCG, bisa di ketiak (kl nyuntiknya di lengan) ato di pangkal paha (kl nyuntiknya di paha), trus kan dikasih obat sama dokter yg hrs diminum, naah pas saya tanya kle apotik itu obat apa, apotik bilang itu obat untuk paru2, ngeri deh, baby 4 bln dikasih obat paru2, trus kalo gak diminum, efeknya apa ya??
Thx. Win On 6/2/09, sari kailaku <[email protected]> wrote: > > > > > Bogor, Jurnal Bogor > > > > Sebenarnya penggunaan istilah flek paru yang seringkali diberitahukan > dokter terhadap pasien merupakan sebuah penyamaran untuk penyakit > tuberculosis (TBC). Penggunaan istilah flek ini sungguh tidak mendidik > pasien, sehingga pasien menjadi tidak patuh meminum obatnya. > > > > “Sebaiknya dokter berterus terang menyatakan bahwa si pasien sakit TB > tanpa perlu menyamarkan dengan istilah flek. Jika memang TB ya katakan > saja TB. Penjelasan yang tidak utuh justru menciptakan terapi tidak > adekuat,” tegas dr. Arifianto dari Yayasan Orangtua Peduli kepada > Jurnal Bogor, kemarin. > > > > Istilah flek yang kurang menakutkan membuat pasien berpikir bahwa ini > hanya sebuah penyakit yang tak perlu dikhawatirkan. Padahal TB harus > diobati minimal enam bulan, tanpa adanya putus obat yang berisiko > menciptakan resistensi kuman Mycobacterium tuberculosis penyebab TB. > “Penderita TB yang sudah kebal terhadap obat jauh lebih membahayakan, > baik bagi dirinya sendiri (risiko perberatan dan komplikasi penyakit) > maupun orang lain (jika menularkan),” terangnya. > > > > Memang cukup sukar mendiagnosis TB pada anak dibandingkan orang > dewasa. Dengan ilmu kedokteran yang terus berkembang, dokter dan > dokter spesialis anak yang tidak memperbaharui ilmunya, seringkali > menggunakan perangkat yang tidak tepat dalam mendiagnosis TB pada > anak. > > > > “Mereka mendiagnosa berdasarkan pada keluhan spesifik seperti batuk > lama, berat badan sukar naik, serta demam hilang dan timbul. Belum > lagi bila dilihat pada gambaran rontgen penuh flek akibat sukar > membedakan gambarannya dengan batuk dan pilek biasa, dokter langsung > mendiagnosis TB dan mengobatinya,” jelas Arifianto. > > > > Padahal obat TB anak yang terdiri atas tiga kombinasi obat berbeda > mempunyai efek samping, dan harus dimetabolisme di hati dan ginjal. > Jika penggunaannya tidak tepat, bisa menimbulkan efek samping yang > lebih buruk dibandingkan keuntungannya minum obat. “Setidaknya dokter > di Indonesia bisa menggunakan panduan Gerakan Terpadu Penanggulangan > TBC Nasional (GERDUNAS TBC) mengenai alur deteksi dini dan rujukan TB > pada anak,” kata Arifianto. > > > > Hal-hal yang mencurigakan TBC : > > 1. Mempunyai sejarah kontak erat dengan penderita TBC yang BTA positif > > 2. Terdapat reaksi kemerahan lebih cepat (dalam 3-7 hari) setelah > imunisasi dengan BCG. > > 3. Berat badan turun tanpa sebab jelas atau tidak naik dalam 1 > bulan meskipun sudah dengan penanganan gizi yang baik (failure to > thrive). > > 4. Sakit dan demam lama atau berulang, tanpa sebab yang jelas. > > 5. Batuk-batuk lebih dari 3 minggu. > > 6. Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang spesifik. > > 7. Skrofuloderma. > > 8. Konjungtivitis fliktenularis. > > 9. Tes tuberkulin yang positif (>10 mm). > > 10. Gambaran foto rontgen sugestif TBC. > > Dengan setidaknya tiga dari gejala di atas, seorang anak boleh memulai > terapi obatnya. > > > > Namun sayangnya, tidak semua dokter dan dokter spesialis anak > mengetahui dan mau menggunakan panduan ini. Masih banyak yang lebih > mengandalkan pada pembacaan rontgen satu posisi saja misalnya, tanpa > melakukan tes tuberkulin (uji Mantoux). “Padahal panduan ini disusun > mengadaptasi WHO yang merancangnya khusus untuk di negara berkembang > melalui berbagai penelitian dan pengujian lapangan,” ujarnya. > > > > Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah obat TB gratis di semua > Puskesmas. Pasien tidak harus berobat ke dokter spesialis yang > meresepkan obat paten dengan harga di atas seratus ribu rupiah sekali > datang. Padahal penyakit ini sering ditemukan pada sosioekonomi > menengah ke bawah yang selalu berpikir dua kali bila mau berobat. > > > > Untuk mengetahui lebih jauh tentang kesehatan anak seperti TBC pada > Anak, Anda bisa mengikuti PESAT (Program Edukasi Kesehatan Anak Untuk > Orang Tua) pada 6 dan 7 Juni 2009 di Aula Dinas Kesehatan Kota Bogor. > Bagi yang berminat bisa menghubungi Jovanca (08170448107), Diana > (08129284098) atau Dina (0251 7123011). > > > > > >

