FYI

 
Salam,
Ocy (Mama Agnes) 
 
 
 
 
 
.........................................
ingin punya penghasilan tambahan, disini infonya:
www.dbc-network.com/index.php/?id=ochiemanize
mau belanja kebutuhan ibu dan anak, disini tempatnya: 
www.toko-online-mamanciho.blogspot.com
http://kiostupperware.multiply.com/photos/album/17/Promo_Juni_-_Go_fresh_Go_Green





----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Sari <[email protected]>
Kepada: Bayi Kita <[email protected]>; PASUTRI 
<[email protected]>; Guyon-Yook <[email protected]>
Terkirim: Rabu, 3 Juni, 2009 14:42:33
Topik: [Bayi-Kita] Bayi Telan Peniti, Tersangkut di Tenggorokan






hati2 dengan barang2 disekitar  bayi/anak kecil...salah2 bisa  ditelan/dimakan

------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- -----


 
Bayi Telan Peniti,  Tersangkut di Tenggorokan
 
bayi
Selasa, 2 Juni 2009 | 14:43  WIB
PANGKAL PINANG, KOMPAS.com — Andini, bayi yang masih berumur tujuh bulan di 
Kota Pangkalpinang, menelan  sebuah peniti hingga menyangkut di tenggorokannnya 
dan terpaksa dirujuk ke  RSCM Jakarta untuk dioperasi. 

“Awalnya anak saya muntah darah dan  badannya panas, kemudian saya bawa ke 
rumah sakit untuk diperiksa. Setelah  dilakukan pemeriksaan labor, ternyata ada 
sebuah peniti yang tersangkut di  tenggorokan anak saya,” ujar Sari, orangtua 
bayi itu di Pangkalpinang,  Senin (1/6). 

Andini sempat dirawat selama beberapa hari di RSUD  Depati Hamzah 
Pangkalpinang, tetapi pihak rumah sakit tidak sanggup  menanganinya karena 
peralatan terbatas dan terpaksa dirujuk ke rumah sakit  di Jakarta. 

“Dokter melakukan ronsen terhadap tenggorokan anak  saya untuk memastikan 
penyakitnya, ternyata memang benar ada sebuah peniti  yang tertancap di 
tenggorokan,” ujar Sari. 

Ia juga mengatakan,  pihak rumah sakit tidak sanggup mengeluarkan peniti 
tersebut karena  menancap di daging di tenggorokan bayi tersebut. Karena 
peralatan  terbatas, diminta untuk segera dirujuk ke RS Sucipto Jakarta. 

“Anak saya harus dirujuk ke Jakarta karena kata dokter harus  dioperasi, untung 
ada Pak Alexi Yanuar, anggota DPRD Babel dari PBB, yang  membantu pembiayaan. 
Kami keluarga miskin, tidak punya uang,” ujarnya. 

Menurut Sari, anaknya tersebut menelan peniti yang dipasangkan di  leher 
anaknya yang menurutnya untuk menangkal berbagai penyakit yang dapat  menganggu 
kesehatan anaknya. 

“Mungkin peniti itu lepas dari  leher anak saya dan mengambilnya kemudian 
ditelan tanpa sepengetahuan  saya,” ujarnya. 

Kondisi fisik bayi tersebut mulai lemah, badannya  mulai panas, dan orangtuanya 
khawatir terjadi  infeksi di tenggorokan karena peniti tersebut tertancap kuat 
di  tenggorokannya.
 

   


      Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke