Dukung mbaa.. Sebaiknya pemerintah kita dpt memberikan dukungan berupa peraturan yg lebih tegas lg terkait pengelolaan lingkungan dan penjaja makanan berbahaya bin ngawur ini..
Meanwhile, dukungan kita, membekali anak2 dgn makanan sehat tp lezat.. Baru "ngeh" stlh punya anak, kenapa mamaku cerewet banget mengenai jajan, penyedap rasa (dr mahal smp murah), snack2.. Alhamdulillah, terbawa sampai sekarang.. Ternyata kl kita ga membiasakan "menyuruh" anak utk gratilan ambil ini ambil itu di toko dan coba2 product yg diiklankan di TV, bisa kok.. Agak susahnya kl da lihat dr temen2nya yg jg suka jajan di sekolah.. Tp dgn sedikit penjelasan, mdh2an pendidikan rumah ini bisa bertahan.. Mdh2an jg negara kita akan jauh lebih baik lg ya mba.. Cheers Mommy Omera n Kanzara Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Elen Putra <[email protected]> Date: Sun, 5 Jul 2009 00:10:18 To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]> Subject: [parentsguide] jajanan anak tercemar e-coli. Sebentar lagi anak2 back to school, selain perangkat tulis menulis , tentunya kita juga siapkan bagaimana makan mereka selama di sekolah. Ini ada artikel untuk menambah wawasan kita mengenai jajanan anak. Bawa dari rumah memang paling best...! JAKARTA, KOMPAS.com — Sebagian besar jajanan anak sekolah di Jakarta Barat tercemar bakteri E-coli, bahkan berapa mengandung bahan kimia berbahaya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat pada Juni ini menujukkan, dari 92 sampel jajanan sekolah yang diteliti, 46 persen mengandung bakteri Escherichia coli atau E-coli. Uji zat pewarna terhadap 63 sampel memperlihatkan, 51 persen mengandung zat pewarna sintetis, bahkan ada tiga sampel yang menggunakan rhodamin B, zat pewarna yang tidak diizinkan untuk makanan. Zat pewarna ini biasanya digunakan untuk pewarnaan tekstil. Sementara hasil uji untuk penggunaan bahan pengawet menunjukkan, dari 63 sampel yang diuji, 11 persen menggunakan pengawet yang dilarang untuk makanan: rinciannya tiga sampel mengandung formalin dan empat sampel menggunakan salisilat. "Hasil penelitian ini kami umumkan agar masyarakat menjadi lebih waspada," kata Yenuarti Suaizi, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Rabu (24/6). Menurut Yenuarti, bakteri E-coli ditemukan di jajanan berbentuk minuman seperti es sirup dan minuman sejenis. Zat pewarna terdapat pada makanan kecil seperti Chiki atau makanan berwarna terang lain. Sementara pengawet ditemukan pada makanan jenis bakso atau sosis. Jajanan bisa tercemar bakteri antara lain karena proses pengolahan yang tidak higienis, tempat penyajian yang terkontaminasi serangga dan debu, serta perilaku penjaja yang kurang memperhatikan kebersihan, seperti mengambil makanan menggunakan tangan, melayani pembeli sambil berbicara. Makanan yang tercemar bakteri E-coli bisa menyebabkan diare. Sementara, zat pewarna bersifat karsinogenik dan dalam jangka panjang dapat memicu penyakit kanker, demikian juga dengan penggunaan bahan pengawet seperti formalin. Wali Kota Jakarta Barat Djoko Ramadhan mengimbau para orangtua yang mempunyai anak usia sekolah agar mengawasi anaknya. "Lebih baik membawa bekal sendiri dari rumah, karena selain terjamin kebersihannya, makanan dari rumah juga terjamin kesehatannya," kata Djoko. Mau kerja di rumah? sambil jaga anak?check it out : www.penghasilan-extra.co.cc Sembari online-sembari dapat komisi http://www.komisigratis.com/?id=vinashad from the bottom of my heart Elen Halim-Putra

