Halo moms..
Saya mau sharing sedikit nih mengenai batuk berdahak. Ini terjadi pada
anak pertama saya (sekarang udah 5 th). Dulu saat umurnya 17bln, dia
terkena serangan batuk, yg sudah saya bawakan ke beberapa dokter &
diberi obat berupa puyer, antibiotik, obat batuk, dsb. Akan tetapi,
bukannya membaik, malahan batuknya memburuk. Sampai terakhir demam
tinggi. Bolak balik suhu badannya, 1-2 hari demam, dikasih obat demam.
Begitu terus selama 1-2 minggu. Terakhir di rontgen, ternyata anak
saya terkena Pneumonia (paru2 basah, dahaknya udah turun sampai ke
paru2). Nah, menurut salah satu dsa, anak saya disuruh opname 5 hari,
diksh antibiotik yg lumayan keras. Setelah opname 5 hari, memang
batuknya tidak kedengaran lagi. Tetapi 2 minggu setelah keluar dari
RS, batuk berdahaknya muncul lagi disertai demam. (gila ngga nih..?)
Kami sekeluarga putuskan utk membawa anak kami ke Penang. Nah.. sampe
disana, juga disuruh opname 5 hari trus di ksh antibiotik yg lumayan
keras. Setelah opname.. memang batuknya sembuh. Kami pulang rumah. Dan
tidak kambuh lagi. .... Akan tetapi sethn kemudian masalah yg sama
berulang lagi. Kami memang langsung ke Penang kali ini tanpa berobat
di Indonesia lagi. Nah, disuruh opname 5 hari lagi. Sudah baik, pulang
lagi. 1 thn kemudian, (yaitu thn lalu) kumat lagi.... (betul2 pening
deh). Thn lalu kami bawa ke Singapore, tidak disuruh opname tapi
berobat jalan selama 5 hari. Pulang rumah, ternyata masih ada sisa2
batuknya. Ihh.. gemes deh..  Terakhir saya ingat .. ada teman yg
bilang suplemen Cordyceps (bahan bakunya Tong Chong Chau dpt di beli
di toko obat cina) ternyata bisa nyembuhin batuk berdahak. Kebetulan
jauh sebelum saya menikah saya pernah ikutan member T*h**i. (herannya
koq gak kepikir utk nyobain itu yah). Trus.. saya secara teratur ksh
anak saya Cordyceps tuh.. awalnya 2x sehari. Ternyata batuknya
berangsur2 hilang. Terakhir setelah sama sekali tidak kedengaran lagi
batuknya saya kurangin jadi 1x sehari. Setengah thn terakhir ini anak
saya hampir tidak pernah batuk lagi. 2 bln terakhir ini saya sudah
hentikan penggunaan suplemen tersebut & anak saya sama sekali tidak
kumat2 lagi. (hikz... terharu).
Sampai sekarang adiknya (2thn) kalo ada batuk sedikit saja saya
langsung ksh suplemen tersebut tanpa pakai antibiotik apapun atau cari
dsa manapun. Syukurlah adiknya jadi jarang sekali terkena
batuk-demam-pilek. Gitu aja sharingnya...
Oh ya, anak pertama saya selama sethn yg lalu pilek terus sepanjang
thn, 2 bln ini udah berhenti sama sekali pileknya. Dulunya saya kira
terkena sinusitis. Ternyata bisa sembuh sendiri juga. Tapi selama
setengah thn ini saya memang aktif membawa anak2 saya berenang,
sehingga mereka jadi kebal terhadap air dingin ato hujan.
Walah.. jadi gitu panjang sharing saya.... Mohon maaf neh... hehehe....

Regards,

Linda







On 7/2/09, arianti arianti <[email protected]> wrote:
>
>               
>                       Tentang antibiotik...
>
>
> Antibiotika adalah segolongan senyawa, baik alami maupun sintetik, yang
> mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam
> organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan
> antibiotika khususnya berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun
> dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi
> terhadap mutan atau transforman. Antibiotika bekerja seperti pestisida
> dengan menekan atau memutus satu mata rantai metabolisme, hanya saja
> targetnya adalah bakteri. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara
> kerjanya. Desifektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak
> wajar bagi kuman untuk hidup.
> Tidak seperti perawatan infeksi sebelumnya, yang menggunakan racun seperti
> strychnine, antibiotika dijuluki "peluru ajaib": obat yang membidik penyakit
> tanpa melukai tuannya. Antibiotik tidak efektif menangani infeksi akibat
> virus, jamur,
> atau nonbakteri lainnya, dan Setiap antibiotik sangat beragam
> keefektifannya dalam melawan berbagai jenis bakteri. Ada antibiotika
> yang membidik bakteri gram negatif atau gram positif,
> ada pula yang spektrumnya lebih luas. Keefektifannya juga bergantung
> pada lokasi infeksi dan kemampuan antibiotik mencapai lokasi tersebut.
> Antibiotika oral (yang dimakan) mudah digunakan bila efektif, dan
> antibiotika intravena (melalui infus) digunakan untuk kasus yang lebih
> serius. Antibiotika kadangkala dapat digunakan setempat, seperti tetes
> mata dan salep. (diambil dr id.wikipedia.org)
> ====
> Yg bisa disimpulkan dr keterangan ttg antibiotik diatas adalah bhw tdk semua
> penyakit bisa disembuhkan dgn pemberian antibiotik. Antibiotik tidak efektif
> menangani infeksi akibat virus, jamur,
> atau nonbakteri lainnya. Jd, klo ga perlu antibiotik buat apa minum
> antibiotik? Betul kan moms.. Pemakaian antibiotik harus rasional..
> Berikut bbrp penyakit yg tdk memerlukan antibiotik: Radang / Inflammation -
> Itis, Demam, Flu, Batuk (pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi
> virus atau alergi shg tdk memerlukan antibiotik), dll.
> Semoga bermanfaat..
> Salam,Arianti (Mamanya Hana n Sarah)http://www.lollypopkidzshop.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke