Aduuh , saya juga pernah punya pengalaman yang sama. Tapi saya tegas pak, saya 
bilang bahwa saat jaga adik dn siang hari tidak boleh terima telp dn main sms, 
kalau ketahuan saya langsung tegur saat itu juga. Alhamdulillah si mbak itu 
nurut dan hanya pegang hp saat malam hari waktu semua pekerjaan beres dn anak 
saya sudah tidur, itupun dengan berbisik bisik karena nggak enak sama saya.
Sekarang si mbak itu sudah pulang (dia kerja sama saya sudah 2,5 th) , si mbak 
yang baru ini tidak punya hp, saya bilang sama dia, saya tidak mau pegangin hp 
kecuali nanti kalo untuk nemenin adik di pg (bl ini, anak saya masuk pg umurnya 
sekarang 3,5 th) dan dia setuju. Di rumah saya pembantu yg pegang hp 2 orang, 
yang masak dan beres2 rumah, untuk yang pegang dn urusin adik memang saya 
larang betul main hp, anak kita jadi nggak keurus pak, percaya deh
Bapak harus lebih tegas, teman saya anaknya ada yg jatuh dari kursi dn sampai 
operasi karena bs nya sibuk bales sms, hati2 ya pak, lebih baik kita awasi 
sendiri daripada mengandalkan bs yg tidak bisa diandalkan
Maaf kalo kurang berkenan

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: dedy herdiyono <[email protected]>

Date: Tue, 7 Jul 2009 01:57:48 
To: <[email protected]>
Subject: [parentsguide] Dampak Negatif HP


Pa Kabar Ayah dan Bunda 
Saya Mo Sharing Nih

Beberapa Bulan yang lalu PRT saya menyampaikan keinginannya untuk membeli HP, 
awalnya saya tidak keberatan ketika PRT saya ingin memiliki HP, dia minta 
rekomendasi saya HP mana yang bagus, lalu saya merekomendasi merk X yang simple 
pemakaiannya. Kemudian dia bersama temannya membeli HP itu di Mal dekat rumah, 
setelah HP dibeli ia kasih tahu ke saya dan tanya cara pemakaianya, maklum baru 
pertama punya HP jadi masih gaptek, istri saya tanya harga HPnya , ia kasih 
tahu Rp. 1,2 juta, karena istri saya kasihan kemudian istri saya membantu 
dengan memberi uang Rp. 200 ribu. Setelah saya ajari pemakaiannya ia langsung 
bisa memakainya. Pada sebulan pertama pemakaian HP masih wajar, dan saya senang 
karena saya sekarang tidak pernah lagi terima telpon dari teman atau saudaranya 
lewat telpon rumah. Tapi beberapa bulan kemudian s/d skrg saya mulai terganggu 
dengan pemakaian HPnya, karena ia bertelepon tidak kenal waktu, pernah saya 
suatu saat bangun tengah malam u/
 ke toilet, saya mendengar ada suara cekikikan ternyata prt saya sedang 
bertelepon ria dengan speaker hp dinyalakan, dan juga ketika kami sekeluarga 
bepergian dengan mobil kami kerap ia menerima telpon, saya jadi risih 
mendengarnya. Dampak dari sering ia ber HP ria ditengah malam ialah bangunnya 
sekarang selalu siang, jika istri saya tidak memanggilnya ia belum bangun, dan 
ia sering kena flu.Suatu kali saya nasehati agar ia membatasi teleponnya, hal 
ini untuk menjaga kesehatannya, karena jika ia setiap malam begadang akan 
membuat ia sakit dan akan berdampak kepada anak-anak saya. Dan baru-baru ini 
saya perhatikan ia seperti kekurangan uang, dan mengajari anak saya yang umur 3 
thn jika ada pesawat lewat untuk teriak " pesawat minta uang buat beli pulsa". 
Ternyata saat ini prt saya sudah punya 3 hp dengan operator berbeda, katanya 
untuk hemat pulsa, padahal ia setiap bulan harus mengisi ulang hp itu. Pernah 
saya rembuk sama istri apa kita ganti prt saja,
 tapi istri masih berat, karena susah mencari prt saat ini. Bagaimana ya cara 
mensehati prt seperti ini?



      

Kirim email ke