wah, mom, aku salut lho ama mom yg hrs bnr2 telaten urus anaknya sampe ke soal 
makanan bahkan, semangat ya mom, Tuhan pasti kasih kekuatan baru utk mom setiap 
hari. GBU



----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Meijnie <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 15 Juli, 2009 08:30:42
Judul: RE: [parentsguide] Stop Using The Word "AUTISM" On our daily Jokes (BACA 
YAH Guyss!!)





Mom silly, semoga Tuhan selalu memberi kekuatan buat mom silly
dan keluarga dalam menghadapi anak mom. Kalo saya jd mom silly, saya pasti udah
nangis2 mulu..
Semoga Tuhan cepat memberi kesembuhan pada anak mom dan menjadi
anak yg hebat.
GBU.
 
From:parentsguide@ yahoogroups. com [mailto:parentsguid e...@yahoogroups. com] 
On Behalf
Of mamaprastowo@ yahoo.com
Sent: 14 Juli 2009 18:08
To: Bazar mailist email; Mailist Parenting Indonesia; Mailist Femina
Femina; Mailist hanya wanita; Mailist mother n baby; Mailist parents guide
Subject: [parentsguide] Stop Using The Word "AUTISM" On our
daily Jokes (BACA YAH Guyss!!)
 




Sent from SaLLy's BoldBerry® Mamanya DaffaKeyndraKayra Prastowo...!

________________________________
 
From: Sally Elias 
Date: Tue, 14 Jul 2009 01:25:13 -0700 (PDT)
To: <salma...@xl. blackberry. com>; <mamaprastowo@ yahoo.com>
Subject: Stop Using The Word "AUTISM" On our daily Jokes (BACA
YAH Guyss!!)
 
KENAPA SIH GAK BOLEH BECANDA PAKE
KATA "AUTIS LO!!"??
(PLEASE READ & FORWARD, this is very
IMPORTANT for those of you who has few knowledge about Autism)
 
Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan
khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang
makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat
dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.
 
Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary
anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat…
berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,…  reaksi alergynya dan mana
saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…
 
Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi
pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti
dipenuhi… ULAT BULU… hiiii… 
Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian,
berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku
malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia
berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti
bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.
 
Ahhh, sudahlah… life must go on anyway.
 Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba
memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah
sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini.
Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar
jeritannya… Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.
 
Aku keruang setrika… dan disana kutemukan
anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja
dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas
ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!
Oh… My… God!!! *panik*
 
Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau
daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari
tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya.  Sebagian dagingnya
menempel dibalik gosokan panas itu…  :(( :(( :((
AAAAAARRRRGGGHHHH…
Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti
sudah mati berdiri karena ketakutan…  Melihat daging dari punggung
tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih
kekuningan…  Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti
daging ayam matang :((
Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil
Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan 
kesetanan,
ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif.
 Begitu anakku segera tertangani…  tiba2 aku kehilangan seluruh
tenagaku.
AKU PINGSAN!!!
 
* * *
Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan
makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak
sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter…  porsi
makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.
Sedang membersihkan kompor yang kecipratan
makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…
 
Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan
bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru
saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga
kepala sobek dan berdarah.
Dia masih berusaha berdiri, meskipun
sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor…
Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.
 
Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya
pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia
hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya.
Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi
dengan lap kompor yang tadi aku pegang.
 
Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap,
lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak
panik,… “mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!”
Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit,
langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah
siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.
 
Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang
bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan…
Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan
tanpa sadar…Lagi-lagi aku… PINGSAN.
* * *
Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata
yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat
manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri
mereka sendiri.
 
Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya
selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak
satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia
menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk
menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.
So, buat semua orang tua, berhentilah
mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan
mareka.
Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap
kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan
bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum
sukacita dan bangga yang luar biasa.
Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku,
manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2
piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini
adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku. 
 
Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu
tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung…
manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.
 
Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan
pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan
BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…
“Tuh,… liat tuh
sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh sil…
marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe” Dan
semua lalu tertawa terbahak-bahak…
Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena
tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh* 
 
Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun
biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan  tahu betul sulitnya
membesarkan anak autistik.
 
Semoga artikel ini semakin mencerahkan
teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop
Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.
 
=Written by A mother of an Authistic Child=
SiLLy


 
 
   


      Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru. Akhirnya datang juga! 
http://id.messenger.yahoo.com

Kirim email ke