He eh, thx utk sharingnya ya mba Sil. Kita jadi diingatkan. Kadang klo seru 
bercanda mang suka kebablasan. Dua jempol utk mba! Putri mba sangat beruntung 
punya ibu spt mba. God bless u both. 

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]

Date: Wed, 15 Jul 2009 02:33:45 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Stop Using The Word "AUTISM" On our daily Jokes 
(BACA YAH Guyss!!)


Mbak, aku terharu sekali sampe meneteskan air mata. Tuhan memang arsitek Agung, 
aku hrs bnyk belajar dr kesabaran mbak dlm hal merawat en mengasihi anak yg sdh 
dititipkan DIA ke kita. Terima kasih atas sharingnya. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Silvi Yeni <[email protected]>

Date: Tue, 14 Jul 2009 14:16:26 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [parentsguide] Stop Using The Word "AUTISM" On our daily Jokes 
(BACA YAH Guyss!!)



Salut buat mbak Sally, tabah sekali. Saya blm tentu bisa seluar biasa mbak 
Sally dalam menghadapi masalahnya. Mbak hebat, makanya Tuhan percaya utk 
menitipkan si kecil kepada mbak :-)

--- On Tue, 14/7/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [parentsguide] Stop Using The Word "AUTISM" On our daily Jokes (BACA 
YAH Guyss!!)
To: "Bazar mailist email" <[email protected]>, "Mailist 
Parenting Indonesia" <[email protected]>, "Mailist Femina 
Femina" <[email protected]>, "Mailist hanya wanita" 
<[email protected]>, "Mailist mother n baby" 
<[email protected]>, "Mailist parents guide" 
<[email protected]>
Date: Tuesday, 14 July, 2009, 6:08 PM











    
            
            


      
      Sent from SaLLy's BoldBerry® Mamanya DaffaKeyndraKayra Prastowo...!From:  
Sally Elias 
Date: Tue, 14 Jul 2009 01:25:13 -0700 (PDT)
To: <salma...@xl. blackberry. com>; <mamaprastowo@ yahoo.com>
Subject: Stop Using The Word "AUTISM" On our daily Jokes (BACA YAH Guyss!!)
 KENAPA SIH GAK BOLEH BECANDA PAKE KATA "AUTIS LO!!"??(PLEASE READ & FORWARD, 
this is very IMPORTANT for those of you who has few knowledge about 
Autism) Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak 
autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… 
anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang 
tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku. Ditangan sebelah kiri, ada buku Food 
diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan 
padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,…  reaksi alergynya dan 
mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang 
gak?… Diusia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama 
kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii… 
Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan 
uring-uringan. Kuberi dia susu
 instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti 
orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk 
ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau 
diam. Ahhh, sudahlah… life must go on anyway.  Kulirik sekali lagi food 
diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa 
kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan 
pada telur ayam ini.Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya… Kucari 
anakku, tapi tidak kutemukan. Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku 
sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut 
oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih 
nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!Oh… My… God!!!  *panik* Dari punggung 
tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. 
Kuangkat setrika itu
 dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya.  Sebagian 
dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu…  :(( :(( 
:((AAAAAARRRRGGGHHHH…Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati 
berdiri karena ketakutan…  Melihat daging dari punggung tangannya, yang 
menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan…  Dan 
luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang 
:((Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku 
suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD 
Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif.  Begitu anakku segera tertangani…  
tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.AKU PINGSAN!!! * * *Hari itu, lagi-lagi 
aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku 
memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau 
mililiter…  porsi makanan yang masih
 bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.Sedang membersihkan kompor yang kecipratan 
makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!… Buru-buru 
kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…Damn. Oh Tuhan… 
lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada 
pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah.Dia masih berusaha berdiri, 
meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya 
yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak 
kecilnya. Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah 
menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil 
menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya.Aku menjeritttt 
sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang. Tapi 
itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi 
merah kehitaman. Aku
 berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk… CEPATTTT!!!”Dan lagi2 kukebut 
mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa 
menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku. Dia 
tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah 
dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh 
persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku… 
PINGSAN.* * *Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus 
jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka 
melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri. Tapi 
ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG 
AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, 
yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang 
memiliki kekurangan, dia tidak
 pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.So, buat semua orang tua, 
berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan 
kelebihan mareka.Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali 
menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana 
proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita 
dan bangga yang luar biasa.Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala 
mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… 
mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah 
anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.  Namun, dibalik itu… Walaupun 
bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang 
tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata 
“Autis”. Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah 
resto terkenal, salah
 satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur 
begini…“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe 
marahin deh sil… marahin sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak 
anak loe” Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum 
kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh* 
 Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah 
merasakan dan  tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik. Semoga artikel 
ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over 
campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga 
berkenan. =Written by A mother of an Authistic Child=SiLLy
 
         
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke