Dear All,

Perkenalkan nama saya Aris bapak seorang anak laki-laki berumur 5 thn. Saya 
ingin masukan dari peserta milis Parents Guide.

Saat ini anak saya baru di TK-B setelah sebelumnya hanya "bersekolah" di rumah 
saja. Saya dan Istri bekerja sehingga anak kami ditemani oleh seorang asisten 
di rumah. Tugas asisten tersebut adalah menyapu, mencuci, menyetrika dan 
menemani anak kami selama di rumah. Untuk masak kami pakai catering dan juga 
ada antar-jemput sekolah buat anak kami. Ini untuk meringankan asisten kami. 
Asisten kami berpengalaman mengasuh anak selama 2 thn di Singapura. Kami merasa 
load kerja asisten kami tidak terlalu berat sehingga waktu sisa selain kerja 
rumah yakni untuk dirinya dan juga menjaga anak kami dianggap cukup.

Sejak anak kami bersekolah di TK-B, kami anggap dia terlalu banyak main di luar 
rumah. Dari info asisten kami, sejak pulang dari sekolah jam 11 siang, dia bisa 
bermain diluar rumah sampai sore ( +/- jam 6 sore ). Kadang di taman kompleks, 
kadang di rumah salah satu temannya ataupun bersepeda. 

Kalau hari libur (Sabtu-Minggu), kalau kami tidak keluar rumah, saya dan istri 
menerapkan aturan main paling lama sampai jam 11 siang, lalu main dirumah atau 
tidur siang dan main lagi jam 4 s/d jam 5 sore untuk persiapan mandi sore dan 
persiapan sholat maghrib. Lebih sering anak kami "melawan" aturan tersebut. 

Saya coba menerapkan beberapa cara yang diajarkan dalam mendidik anak kami 
seperti menerapkan semacam "hukuman" seperti mengenakan sanksi tidak boleh main 
komputer selama beberapa waktu, tidak boleh naik sepeda, dll, tapi sepertinya 
kalau hari kerja dan kami menelpon ke rumah, anak kami pasti sedang melanggar 
aturan jam bermainnya tadi.

Kami menduga bahwa asisten kami "longgar" dalam menerapkan aturan tersebut 
sehingga efek disiplin dan jera yang timbul kepada anak kami tidak ada. Dugaan 
kami, longgarnya asisten kami tersebut adalah untuk kepentingannya sendiri 
seperti tidak ingin diganggu waktu pribadinya oleh anak kami, misalnya saat sms 
atau menelpon teman-temannya. Jadi lebih baik kalau anak kami main diluar dan 
dia bisa punya banyak waktu. Sebagai info, asisten kami ini maniak HP dan SMS. 
Dia udah berganti HP lebih 7 kali dan bisa sms-an sampai pagi. Akibatnya kami 
selalu membangunkan dia di pagi hari. Waktu puasa, kalau kami tidak bangun, dia 
juga tidak bangun. Mohon ampun bila dugaan negatif ini salah.

Pertanyaan saya :

1. Bagaimana cara yang efektif untuk mengurangi waktu bermain anak saya yang 
terlalu berlebih tersebut? Atau ada yang menganggap waktu bermain anak saya itu 
sudah seharusnya?

2. Bagaimana menerapkan disiplin kepada kami (saya, istri, anak dan asisten)? 
Apakah kami juga perlu menerapkan dan diterapkan disiplin juga? Misalnya denda 
uang/gaji/waktu bagi kami bila melanggar aturan yg kami buat sendiri.

3. Saya dan istri berbeda pendapat soal perlu tidaknya TV di kamar. Saya 
menolak keras adanya TV di kamar sedangkan istri saya ingin sekali ada TV di 
kamar sehingga bisa leyeh-leyeh dikamar sambil nonton TV. Bagaimana pendapat 
peserta milis atas masalah ini sehubungan dengan pendidikan anak.

Demikian, mohon maaf bila terlalu panjang atau terasa bertele-tele. Mohon 
masukannya.


Terima Kasih,

Datumuseng

Kirim email ke