Terima Kasih Pak Rio atas masukannya.

Saya sudah berusaha memberi pengertian anak soal bermain ini Pak. Misalnya, 
untuk yang sore hari, dia kadang udah mengerti untuk mau pulang saat jam sudah 
sekitar 5.15 sore. Pengertian yang saya berikan adalah bahwa saat jam 5.30 itu 
adalah waktunya mendekati maghrib, dan sebagai orang Islam, harus sholat 
maghrib sebagai tanda berterima kasih pada Allah atas semua pemberian yang dia 
telah terima.

Cuma kalau yang pagi atau siang itu dia protes karena teman-temannya masih pada 
main kok dia nggak boleh main.

Meski sudah diberi penjelasan tentang udara yang panas, mengganggu orang lain 
(misalnya tetangga ingin tidur siang tapi anak masih mau main saja).

Saya juga khawatir terjadi perasaan tidak konsisten dimata anak dimana saat 
hari libur( kami ada ) dilarang/dibatasi bermain, tapi saat hari kerja (cuma 
sama asisten) dibolehkan bermain sepuasnya.

Makanya saya sedang cari cara juga untuk koordinasi dengan asisten di rumah 
tentang jam bermain tersebut termasuk sangsi (misalnya) kepada asisten bila dia 
yg membolehkan demi kepentingannya sendiri.

Terima Kasih.

--- In [email protected], asiatic....@... wrote:
>
> Pak Datumuseng,
> Selain men-disiplinkan asisten Bapak,menurut saya,dalam melarang
> anak,Bapak harus menjelaskan kpd anak Bapak alasan moral dibalik
> peraturan jam main diluar,mengapa dia hanya boleh main di luar sampai
> jam 11 saja,dgn memberi pengertian maka anak bisa diajar unt berpikir
> dewasa dan mengerti alasan di balik peraturan2 yg ditetapkan org tua.
> 
> Regards,
> Rio
> 
> On 10/2/09, datumuseng <datumus...@...> wrote:
> > Dear All,
> >
> > Perkenalkan nama saya Aris bapak seorang anak laki-laki berumur 5 thn. Saya
> > ingin masukan dari peserta milis Parents Guide.
> >
> > Saat ini anak saya baru di TK-B setelah sebelumnya hanya "bersekolah" di
> > rumah saja. Saya dan Istri bekerja sehingga anak kami ditemani oleh seorang
> > asisten di rumah. Tugas asisten tersebut adalah menyapu, mencuci, menyetrika
> > dan menemani anak kami selama di rumah. Untuk masak kami pakai catering dan
> > juga ada antar-jemput sekolah buat anak kami. Ini untuk meringankan asisten
> > kami. Asisten kami berpengalaman mengasuh anak selama 2 thn di Singapura.
> > Kami merasa load kerja asisten kami tidak terlalu berat sehingga waktu sisa
> > selain kerja rumah yakni untuk dirinya dan juga menjaga anak kami dianggap
> > cukup.
> >
> > Sejak anak kami bersekolah di TK-B, kami anggap dia terlalu banyak main di
> > luar rumah. Dari info asisten kami, sejak pulang dari sekolah jam 11 siang,
> > dia bisa bermain diluar rumah sampai sore ( +/- jam 6 sore ). Kadang di
> > taman kompleks, kadang di rumah salah satu temannya ataupun bersepeda.
> >
> > Kalau hari libur (Sabtu-Minggu), kalau kami tidak keluar rumah, saya dan
> > istri menerapkan aturan main paling lama sampai jam 11 siang, lalu main
> > dirumah atau tidur siang dan main lagi jam 4 s/d jam 5 sore untuk persiapan
> > mandi sore dan persiapan sholat maghrib. Lebih sering anak kami "melawan"
> > aturan tersebut.
> >
> > Saya coba menerapkan beberapa cara yang diajarkan dalam mendidik anak kami
> > seperti menerapkan semacam "hukuman" seperti mengenakan sanksi tidak boleh
> > main komputer selama beberapa waktu, tidak boleh naik sepeda, dll, tapi
> > sepertinya kalau hari kerja dan kami menelpon ke rumah, anak kami pasti
> > sedang melanggar aturan jam bermainnya tadi.
> >
> > Kami menduga bahwa asisten kami "longgar" dalam menerapkan aturan tersebut
> > sehingga efek disiplin dan jera yang timbul kepada anak kami tidak ada.
> > Dugaan kami, longgarnya asisten kami tersebut adalah untuk kepentingannya
> > sendiri seperti tidak ingin diganggu waktu pribadinya oleh anak kami,
> > misalnya saat sms atau menelpon teman-temannya. Jadi lebih baik kalau anak
> > kami main diluar dan dia bisa punya banyak waktu. Sebagai info, asisten kami
> > ini maniak HP dan SMS. Dia udah berganti HP lebih 7 kali dan bisa sms-an
> > sampai pagi. Akibatnya kami selalu membangunkan dia di pagi hari. Waktu
> > puasa, kalau kami tidak bangun, dia juga tidak bangun. Mohon ampun bila
> > dugaan negatif ini salah.
> >
> > Pertanyaan saya :
> >
> > 1. Bagaimana cara yang efektif untuk mengurangi waktu bermain anak saya yang
> > terlalu berlebih tersebut? Atau ada yang menganggap waktu bermain anak saya
> > itu sudah seharusnya?
> >
> > 2. Bagaimana menerapkan disiplin kepada kami (saya, istri, anak dan
> > asisten)? Apakah kami juga perlu menerapkan dan diterapkan disiplin juga?
> > Misalnya denda uang/gaji/waktu bagi kami bila melanggar aturan yg kami buat
> > sendiri.
> >
> > 3. Saya dan istri berbeda pendapat soal perlu tidaknya TV di kamar. Saya
> > menolak keras adanya TV di kamar sedangkan istri saya ingin sekali ada TV di
> > kamar sehingga bisa leyeh-leyeh dikamar sambil nonton TV. Bagaimana pendapat
> > peserta milis atas masalah ini sehubungan dengan pendidikan anak.
> >
> > Demikian, mohon maaf bila terlalu panjang atau terasa bertele-tele. Mohon
> > masukannya.
> >
> >
> > Terima Kasih,
> >
> > Datumuseng
> >
> >
> 
> -- 
> Sent from my mobile device
>


Kirim email ke