Dear Parents,

Bingung mau gimana. Boleh curhat di sini ya.  
Akhir tahun 2007 saya dan suami membeli rumah secara cash keras di perumahan di 
daerah Cinere. Sewaktu beli kami dijanjikan sertifikat baru bisa kami terima 
maximal setahun setelah transaksi. Tidak curiga apapun kami segera melunasi 
pembayaran kami (3 kali cicil dalam waktu 5 bulan). Pada saat transaksi kami 
hanya menerima kuitansi bermaterai yang ditandatangani direktur utama pihak 
developer. Kami sama sekali tidak curiga karena pihak developer 'jual agama' 
waktu menawarkan rumah tersebut. Pada saat itu memang ada beberapa ustadz 
kondang yang turut andil dalam proyek perumahan tersebut, dan ada juga beberapa 
artis terkenal yang ikut membeli rumah di kompleks itu. Tidak mengherankan 
karena developernya adalah ayah dari seorang artis sinetron yang seringkali 
bermain dalam sinetron maupun film yang bertema religius. Sungguh tidak menduga 
kalau kepercayaan kami disalahgunakan. Rumah baru bisa saya tempati awal tahun 
2009 padahal dulu mereka janji hanya
 butuh waktu 2 bulan dari sejak transaksi untuk bisa menempati rumah tersebut. 
Sertifikat yang dijanjikan max 1 tahun hingga saat ini tidak kami terima. 
Bahkan AJB saja kami belum terima. Puncaknya kemarin rumah saya dan sekitar 58 
warga lainnya di kompleks tersebut disegel BTN karena pihak developer yang 
mengagunkan kompleks kepada BTN tidak bisa memenuhi kewajiban kreditnya. 

Saat ini kami bersama warga sekompleks terus menjajagi segala kemungkinan untuk 
bisa mendapatkan hak-hak kami. Parents, kami bingung dan marah sekali. Tetapi 
emosi tidak menyelesaikan masalah. Kami sangat hati-hati dalam bertindak, 
karena khawatir segala tindakan kami malah berbalik menghakimi kami. Tahu 
sendiri kan hukum di negara kita, milik segelintir orang yang sanggup 
membelinya. Apakah kasus di perumahan kami bisa berlarut-larut hingga memakan 
habis tenaga, dana, dan kesabaran kami? Kebanyakan warga yang tinggal di 
perumahan adalah keluarga muda yang baru mulai meniti kehidupan, anak-anak 
masih kecil-kecil, masih banyak cicilan ini itu. Kebanyakan kami menggantungkan 
harapan di rumah tersebut, dan sekarang disegel BTN seolah-olah kami tidak 
berhak sama sekali atas rumah tersebut. Oh tragisnya lagi saya beli cash dan 
cuma pegang kuitansi.  

Parents, adakah yang pernah mengalami kasus seperti ini? Kami benar-benar butuh 
masukan. 

Regards,
Indri


      

Kirim email ke