Turut berduka cita ya mom...

  ----- Original Message ----- 
  From: Tina Setiawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, December 16, 2009 7:50 PM
  Subject: Re: [parentsguide] Trs: [asiforbaby] Re: Selamat Jalan Khonsaa', 
Anak, Guru dan Sahabat Terbaik Mama..(terimasih atas dukungan rekan-rekan)


    
        dear mommy,

        turut berduka cita mom, semoga di beri ketabahan buat mom n keluarga

        cheers,
        mom adventius

        --- On Tue, 12/15/09, ema kusmiati <[email protected]> wrote:


          From: ema kusmiati <[email protected]>
          Subject: [parentsguide] Trs: [asiforbaby] Re: Selamat Jalan Khonsaa', 
Anak, Guru dan Sahabat Terbaik Mama..(terimasih atas dukungan rekan-rekan)
          To: "bk" <[email protected]>, "pg club" 
<[email protected]>
          Date: Tuesday, December 15, 2009, 8:10 PM


            

                dari milis sebelah.....

                  > Selasa, 17 Juli 2001, jam 10.10wib engkau hadir di tengah 
kehidupan kami nak. Sempurnalah rasanya mama menjadi seorang wanita dengan 
kelahiranmu.

                  > 
                  > Engkau kami beri nama Khonsaa' Al Anshoriyah. Khonsaa' 
adalah nama seorang sahabat Rosul wanita yg merelakan ke3 anaknya mati syahid 
di peperangan, hingga akhirnya beliaupun ikut syahid.
                  > Al Anshoriyah, kami pilihkan menjadi nama belakangmu dg 
harapan engkau termasuk ke dalam golongan orang-orang yg gemar menolong 
layaknya kaum anshor.
                  > 
                  > Dari balita, engkau sudah menjadi tempat mamamu curhat, 
entah engkau paham atau tidak setiap ada kegundahan engkau bantu meringankannya 
dengan jalan mendengarkan nak. Itulah sebabnya engkau menjadi salah satu 
Sahabat Terbaik mama. Kau tenangkan mama, kau hapus airmata mama setiap mama 
menangis krn rindu dg alm opamu. Dengan lembut kau bisikan di telinga mama 
"jangan sedih ma"..lalu engkaupun memeluk mama.
                  > 
                  > Sebagai anak pertama, engkau menjadi sekolah sekaligus guru 
bagi mama. Bagaimana naluri keibuan mama terasah dg keberadaanmu. Engkau 
mengajarkan pada mama bahwa kesabaran tidak berbatas, walau sebagai manusia 
sering sabar itu hilang. Engkau ajarkan pada mama, bahwa kasih sayang, 
kehangatan dan kejujuran akan berakhir dg ketiganya pula. Kau ajarkan bahwa, 
ibu adalah guru pertama sekaligus terbaik bagi anak-anaknya. Itu sebabnya 
papamu meminta mama untuk tetap di rumah menemani engkau dan adik-adikmu. .
                  > 
                  > Ketika adik-adikmu lahir, di usia yg masih sangat muda, 
engkau berubah menjadi sosok kakak yang begitu dewasa, banyak mengalah, walau 
kami orangtuamu tahu hal itu berat engkau lakukan. Kami sering memberimu 
tanggung jawab "titip ade-ademu ya mba" setiap mama dan papamu pergi, walau di 
rumah ada yang lain. Kau tunaikan amanah kami dg memberi laporan singkat jelas 
dan padat apa yg terjadi saat mereka ditinggal. Apabila ada mainan atau bukumu 
yg dirusak oleh adikmu, yang kau lakukan hanya menangis dan mengadu pada mama, 
dengan harapan mama akan memperbaikinya. .itu sering kita bersama. 
                  > 
                  > Engkau buat kami bangga dengan keistiqomahanmu untuk 
mengenakan jilbab di usia 6 tahun, walau engkau hanya seorang diri yg 
melakukannya di kelasmu. Kau butikan kecerdasanmu dg hasil IQmu yg sangat jauh 
di atas rata-rata dan prestasimu sebagai juara kelas. Ternyata, kebanggaan ini 
juga dirasakan oleh eyang mama dan eyang papa, oma dan bude pakde juga om kamu 
nak. Mama sering tidak segan-segan berkata bahwa "mama banggamu nak". 
                  > 
                  > Al Anshoriyah, engkau betul-betul anak yg gemar menolong. 
Terbukti dari cerita guru-gurumu bahwa engkau tidak segan-segan menolong 
temanmu yg kesulitan dalam belajar, walau resikonya ditegur oleh gurumu. Bahkan 
suatu waktu, nilaimu dikurangi karena dengan ikhlasnya soal ujian temanmu kau 
kerjakan dari awal hingga selesai. Ingat nak..betapa marahnya mama ketika tahu 
kejadian itu, namun di sisi lain mama melihat sikap rela berkorbanmu yg begitu 
tinggi.
                  > 
                  > Saat kita pindah, dari Jakarta ke Bandung, engkau terlihat 
sedih karena harus meninggalkan sahabatmu, namun sekaligus gembira setelah 
mendengarkan cerita mama bahwa kelak kamu akan mendapat teman-teman baru dg 
bahasa yg tidak biasa, Bahasa Sunda. Ingat Khonsaa' ketika tanpa engkau sadari 
caramu dan adikmu berbicara mulai berubah dan menjadi bahan becandaan sepupumu 
di jakarta...? Itu membuktikan betapa dirimu mudah bergaul nak. Mama juga 
bangga padamu ketika seorang walimurid menceritakan bahwa menurut anaknya, kamu 
adalah "the coolest girl in the class" karena wawasanmu yg luas. Dari masalah 
gadget, pelajaran, poppin (satu bentuk tarian ), music, buku-buku..begitu 
banyak yg kau ketahui nak. Engkau memang canggih nak..! 
                  > 
                  > Saat teman-teman seusiamu masih belum kenal dunia komputer 
dan online, kamu sudah begitu akrab dengan keduanya. Niatmu punya Facebook dan 
akrab dengan dunia online engkau ceritakan dalam rangka "jangan mau jadi 
gaptek". Engkau buat blog pribadi saat usiamu masih 7tahun. 
                  > Padahal, yg engkau lakukan hanya mengamati papamu yg sedang 
asyik dengan pekerjaannya. 
                  > Sering sekali engkau cerita ke mama hasil brosingmu ke 
beberapa web hanya untuk membedakan "akar tunggal dan akar serabut".
                  > Kau buktikan, bahwa dunia online seharusnya memang 
digunakan u hal-hal yang bermanfaat..
                  > 
                  > Sebagai mama, banyak sekali kesalahan yg mama perbuat 
padamu nak, bahkan tidak terhitung..Kemaraha n yang kadang melampau batas, 
ketidaksabaran yang sebenarnya masih sangat bisa ditahan.
                  > Ketika mama menangis menyesal bila memarahimu dan adikmu, 
yang kau ucapkan hanya "nggak apa-apa ma". Ingat nak, ketika mama menyusui 
adik-adikmu engkau berada di dekat mama sambil engkau bertanya "aku dulu nyusu 
juga ngga ma". Seketika itu juga mama tidak mampu menahan tangis, sembari 
berucap "itu salah satu kebodohan mama nak, maafkan mama krn mama tdk 
menyusuimu". Mama ceritakan alasannya bahwa luka yg ada tdk mampu mama tahan. 
Lagi-lagi engkau menghibur mama dg berucap "nggak papa ma, yang penting sudah 
usaha".
                  > 
                  > Salah satu kesalahan mama terbesar padamu ialah tanggal 13 
Desember 2009. Hanya karena keletihan yang sebenarnya masih bisa mama tahan, 
mama tidak menemanimu dan adikmu yg pagi itu semangat sekali ingin berenang, 
dan memang itulah tujuan kita menginap di hotel. Mama lebih milih berada di 
kamar hotel dan membiarkanmu beserta papa dan kedua adikmu ke kolam renang yg 
ketika itu memang ramai. Mba Rahmi dan Mba Siti, yang selama ini membantu mama 
mengurus rumah juga ikut menemani kalian. Padahal engkaupun belum terlalu mahir 
berenang nak, mama tahu ketakutanmu pada air yang kau coba hilangkan sedikit 
demi sedikit.
                  > 
                  > 30 menit kemudian papamu kembali ke kamar hotel dan, tidak 
lama telpon pun berdering memberitahu bahwa engkau tenggelam... !!!
                  > 
                  > Bagai tersambar petir, mama dan papa langsung menjerit dan 
lari menuju kolam, namun engkau sudah dibawa ke rumah sakit dalam keadaan tidak 
sadarkan diri.
                  > 
                  > Sekelebat terlintas rasa marah dan was-was silih berganti..
                  > "Mana pool guard yang seharusnya menjaga kolam 
renang"..hanya itu kalimat yang mama ucapkan seraya berlari ke arah kolam.
                  > 
                  > Mama seorang guru renang nak, papamu mahir berenang. Mama 
bahkan sering bercerita padamu kejadian-kejadian saat mama menolong beberapa 
orang yang hampir tenggelam...
                  > 
                  > Tapi..
                  > 
                  > Dimana mama, saat anak mama tenggelam,
                  > Mana guru renang yang mahir berenang 4 gaya, dengan murid 
tak terhitung jumlahnya..? ?.
                  > Mana guru renang yg berkali-kali menolong orang yang bisa 
saja nyawanya melayang di kolam renang...??
                  > 
                  > Mana....??
                  > 
                  > Allohu akbar..dalam perjalanan menuju rumah sakit di kepala 
mama yang ada hanya rasa sesal.. 
                  > Inikah teguran atas kesombonganku ya Alloh?" 
                  > Sebegitu sombongkah aku hingga Engkau mengujiku seberat ini?
                  > 
                  > Dan...hari itu Alloh menunjukkan kuasaNya..
                  > Mama menemuimu di ruang UGD ketika engkau telah terbujur 
kaku nak. Seketika itu dunia terasa gelap, aliran darah seakan 
terhenti..melihat sesosok tubuh tertutup kain putih...
                  > 
                  > Ya Alloh..Ya Robbi..Ya Rohman..Ya Rohim, inilah saatnya 
Engkau ambil titipanmu yg pernah Kau tanamkan dalam rahimku. 
                  > 
                  > Dunia seakan berhenti berputar..rasanya tidak percaya 
hingga mama liat tanda lahir di lengan kirimu, bekas luka kecil cacar di 
hidungmu, tahi lalat di telingamu dan sekujur badanmu yg mama hafal bentuknya 
satu persatu karena kamu anak mama..
                  > 
                  > Mama segera memeluk jasadmu nak, tanpa berpikir lagi apakah 
engkau dengar atau tidak, hanya kata maaf yg mampu mama ucapkan di telingamu. 
Dada ini terasa sesak menahan sebuah beban yg terasa seperti sebuah gunung yang 
sangat besar. 
                  > 
                  > Sambil memandikan jenazahmu, mama bisikkan di telingamu 
bahwa, mama buktikan kalau mama kuat menerima kepergianmu. Demi mengharap ridho 
Alloh Azza Wajalla, mama tahan air mata dan rasa marah yang sebenarnya lebih 
mudah bila diledakkan saat itu juga.
                  > Demi meyakini akan syahidnya seseorang yang wafat karena 
tenggelam, mama tahan emosi mama nak..
                  > Demi meyakini, bahwa engkau akan menjadi hijab api neraka 
bagi orang tuamu yang kotor ini, mama tahan dorongan ingin menjerit 
sekeras-kerasnya.
                  > 
                  > Engkau penuhi janjimu nak..
                  > Al Anshoriyah, Engkau gemar menolong saat masih hidup. Dan, 
engkau tolong kami dengan kepergianmu.
                  > 
                  > Banyak sekali janji mama padamu nak, hadiah sepeda BMX bila 
engkau juara kelas lagi, jalan-jalan ke dufan dan menaiki semua wahana krn kini 
engkau sudah tinggi, latihan renang intensif selama liburan nanti..., bermain 
hujan bertiga adikmu, menyambangi sahabat-sahabat dan guru-gurumu di 
Jakarta..namun, semua itu tinggal janji...
                  > 
                  > Engkau tunaikan janjimu...tapi pada siapa mama tunaikan 
janji-janji mama nak..?
                  > 
                  > Cita-cita kami orang tuamu ingin merawat dan mendidikmu 
hingga dewasa, digantikan dengan sebuah cita-cita mulia yg tak mampu kami 
ucapkan, mengharapkan kita semua bisa bertemu maut dengan kesyahidan. Kau 
tunaikan itu semua nak..
                  > 
                  > Maafkan mamamu nak, yang tidak berada di dekatmu saat-saat 
terakhir hidupmu. 
                  > Walau pedih, mama bersyukur karena telah dipercaya oleh 
Alloh menerima amanah seorang gadis kecil yang sangat special di mata setiap 
orang yang mengenalnya. 
                  > 
                  > Janji mama terakhir kalinya padamu anakku, mama akan kuat 
melepasmu walau berat. Mama akan merawat kedua adikmu, mama akan menjadi ibu 
yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
                  > 
                  > Bantu mama agar kuat nak, walau air mata penyesalan, 
kesedihan, kerinduan ingin memelukmu tak mampu mama bendung.
                  > Rasa sesal tidak menjadi ibu yang sempurna begitu hebatnya 
mama rasakan hingga saat ini.
                  > 
                  > Semoga Alloh Sang Ilahi Robbi, memaafkan semua kesalahan 
mama padamu. 
                  > 
                  > Mama sangat mencintaimu anakku..
                  > Mama sangat merindukanmu. .sahabatku. .
                  > Mama bangga padamu..guruku. . 
                  > Mama akan kuat, demi janji mama padamu..syahidahku!
                  > 
                  > Selasa, 15 Desember 2009
                  > elona melo binti tomela arief
                  > mama bagi Khonsaa'-Zainab- Tholhah
                  > Powered by Telkomsel BlackBerry®
                  >


               




----------------------------------------------------------------------
          Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. 
          Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!
       



  
PT. BANK ARTHA GRAHA INTERNASIONAL TBK. DISCLAIMER:

This email and any files transmitted with it are confidential and
intended solely for the use of the individual or entity to whom they
are addressed. If you have received this email in error please notify
the system manager. This message contains confidential information
and is intended only for the individual named. If you are not the
named addressee you should not disseminate, distribute or copy this
e-mail. Please notify the sender immediately by e-mail if you have
received this e-mail by mistake and delete this e-mail from your
system. If you are not the intended recipient you are notified that
disclosing, copying, distributing or taking any action in reliance on
the contents of this information is strictly prohibited.

Kirim email ke