Anak yang Telat Bicara Meskipun belum bisa bicara lancar sebagaimana anak seusianya tapi dia berpendengaran normal, perilaku dan kecerdasannya normal, tidak menunjukkan gejala-gejala autis dsb, bahkan alhamdulillah dia sudah tahu alfabet, angka, mengerti bentuk dan warna di usianya yang belum genap tiga tahun. Dan kutipan artikel berikut (Sumber: http://ddewi.multiply.com/journal/item/7/Anak_Yang_Telat_Berbicara) semoga membuat org tua tidak khawatir lagi soal anaknya yg belum bisa lancar bicara.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk orang tua yang mempunyai anak yang normal, tetapi telat berbicara, saya menganjurkan utk membaca buku "Late Talking Children" oleh Thomas Sorwell dan bergabung di yahoogroups: Natural Late Talkers yang merupakan support group utk orang tua yang mempunyai anak normal tetapi telat berbicara. Buku ini saya temukan secara 'accidental' di library book sale dan langsung saya beli. Pada saat membaca buku itu, saya seperti membaca pengalaman saya sendiri dengan Munshif. Si pengarang menceritakan perkembangan anak2nya dan anak2 lain yang telat berbicara, dan memasukkan kasus studi dan survey yang dilakukan sehubungan dengan anak2 normal yang telat berbicara. Pada dasarnya, buku ini menekankankan pada beberapa point mengenai anak yang telat berbicara: 1. jangan takut mempunyai anak yang telat berbicara JIKA anda yakin bahwa anak itu tidak mempunyai keabnormalan yang lain, seperti: kurangnya pendengaran, autistic, down syndrome, dan sebagainya. Suatu saat anak seperti ini akan berbicara (biasanya antara usia 4-5 tahun) dan tumbuh mjd orang dewasa yang normal. 2. anak yang telat berbicara biasanya adalah anak laki2 yang biasanya terlambat juga dalam hal potty training. 3. anak yang telat berbicara biasanya tidak mempunyai persoalan untuk bidang matematika/logic, bahkan berbakat di bidang ini. biasanya mereka juga mempunyai keluarga/saudara dekat yang berbakat di bidang matematika/logic dan atau musik, seperti engineer, matematician, scientist.. 4. dalam lingkungan rumah, anak yang telat berbicara biasanya tidak menimbulkan problem bagi keluarga karena orang tua dan sibling biasanya cukup mengerti keinginan anak tersebut lewat bahasa tubuh dan kebiasaan. Persoalan mulai timbul saat anak-anak ini dimasukkan ke preschool pada usia dimana mereka belum bisa berbicara lancar (sekitar 3 thn-4thn-an). Akibat dari hal ini adalah: hambatan di bidang sosialiasi dengan teman sebaya di preschool dan kefrustrasian di pihak anak dan pengajar. Karena itu, dianjurkan untuk tidak mengirim anak telat berbicara ke sekolah sebelum anak tersebut bisa berbicara dengan cukup lancar. 5. Evaluasi, terapi dan intervensi tidak semuanya memberi keuntungan dan kemajuan di bidang bahasa. Di US, orang tua merasa harus meng-evaluasi bicara sang anak biasanya bukan karena anak tersebut menyebabkan problem di rumah tangga, melainkan karena tekanan dari pihak keluarga besar (oom, tante, kakek, nenek), kepanikan (karena anaknya berbeda dg anak lain) dan atau tekanan dari day care provider atau guru preschool. Yang sering terjadi adalah, orang tua menurut saja mengevaluasi anak via fasilitas sekolah (karena gratis). Padahal diagnosa yang diberikan seringkali salah dan anak sendiri frustrasi karena evaluasi yang dilakukan memakan waktu berjam2. Akibatnya, pada saat evaluasi, anak bisa bertingkah yang tidak lazim (baca: rewel) karena faktor bosan dan frustrasi tersebut. Akibatnya banyak yang didiagnosa sebagai ADHD atau autistic secara tidak tepat. Efek dari evaluasi tersebut adalah: si anak akan dimasukkan ke kelas spesial dimana dia akan berada di satu ruang kelas bersama anak2 yang benar2 abnormal. Seringkali, orang tua harus 'fight back' supaya anak tidak ditempatkan di kelas seperti itu. Buku ini juga menyoroti bahwa school district di Amerika akan mendptkan lbh banyak uang dari federal government dg memasukkan anak ke kelas khusus semacam ini. Akibatnya, sering ada conflict of interest antara kepentingan anak dan uang utk school district. Buku ini menganjurkan orang tua untuk mengevaluasi anak lewat ahli yang independent dan benar2 ahli di bidangnya. 'Natural Late Talker' support group menganjurkan orang tua untuk mendptkan diagnosa dari Dr. Camarata di Vanderbilt university di Nashville, Tennesse, karena beliau adalah ahli di bidang ini. Jadi diagnosa yang diberikan akan tepat (mis: apakah anaknya hanya telat berbicara, atau benar2 mempunyai kelainan spt autism, dsb). Jd singkatnya, jg khawatir kalau anak anda telat berbicara. Keterlambatan dalam hal berkomunikasi bukan indikasi bahwa anak anda adalah anak yang terbelakang atau bahwa anda adalah orang tua yang gagal. Perlu diingat bahwa perkembangan tiap anak terutama di usia dini sangatlah bervariasi. Ada yang early bloomer, average bloomer dan late bloomer. Kesemuanya tidak dapat dijadikan indikasi bahwa si anak A ini nantinya pintar atau bodoh, walaupun memang early bloomer terlihat seakan2 mereka ini pandai. Pada saat anak2 menjadi orang dewasa, perbedaan tersebut sudah tidak terlihat lagi. Jadi jangan cepat panik kalau anak telat berbicara. dikutip dari: http://ddewi.multiply.com/journal/item/7/Anak_Yang_Telat_Berbicara Salam, Lisa http://rentalbayi.webs.com

