Thx artikel nya ya..
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: lisa permata <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 16 Jun 2010 22:08:07 
To: <[email protected]>; 
parentsguide<[email protected]>; Ayahbunda 
Online<[email protected]>; 
motherandbabyclub<[email protected]>; 
femina-friends<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [parentsguide] [ARTIKEL] Anak yang Telat Bicara

Anak yang Telat Bicara

Meskipun belum bisa bicara lancar sebagaimana anak seusianya tapi dia
berpendengaran normal, perilaku dan kecerdasannya normal, tidak
menunjukkan gejala-gejala autis dsb, bahkan alhamdulillah dia sudah
tahu alfabet, angka, mengerti bentuk dan warna di usianya yang belum
genap tiga tahun. Dan kutipan artikel berikut (Sumber: 
http://ddewi.multiply.com/journal/item/7/Anak_Yang_Telat_Berbicara) semoga 
membuat org tua tidak khawatir lagi soal anaknya yg belum bisa lancar bicara.





---------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk orang tua yang mempunyai anak yang normal, tetapi telat
berbicara, saya menganjurkan utk membaca buku "Late Talking Children"
oleh Thomas Sorwell dan bergabung di yahoogroups: Natural Late Talkers
yang merupakan support group utk orang tua yang mempunyai anak normal
tetapi telat berbicara. Buku ini saya temukan secara 'accidental' di
library book sale dan langsung saya beli. Pada saat membaca buku itu,
saya seperti membaca pengalaman saya sendiri dengan Munshif. Si
pengarang menceritakan perkembangan anak2nya dan anak2 lain yang telat
berbicara, dan memasukkan kasus studi dan survey yang dilakukan
sehubungan dengan anak2 normal yang telat berbicara. 




Pada dasarnya, buku  ini menekankankan pada beberapa point mengenai anak yang 
telat berbicara:





1. jangan takut mempunyai anak yang telat berbicara JIKA anda yakin
bahwa anak itu tidak mempunyai keabnormalan yang lain, seperti:
kurangnya pendengaran, autistic, down syndrome, dan sebagainya. Suatu
saat anak seperti ini akan berbicara (biasanya antara usia 4-5 tahun)
dan tumbuh mjd orang dewasa yang normal. 




2.  anak yang telat berbicara biasanya adalah anak laki2 yang biasanya 
terlambat juga dalam hal potty training.  





3. anak yang telat berbicara biasanya tidak mempunyai persoalan untuk
bidang matematika/logic, bahkan berbakat di bidang ini. biasanya mereka
juga mempunyai keluarga/saudara dekat yang berbakat di bidang
matematika/logic dan atau musik, seperti engineer, matematician,
scientist..




4. dalam lingkungan rumah, anak yang telat berbicara biasanya tidak
menimbulkan problem bagi keluarga karena orang tua dan sibling biasanya
cukup mengerti keinginan anak tersebut lewat bahasa tubuh dan
kebiasaan. Persoalan mulai timbul saat anak-anak ini dimasukkan ke
preschool pada usia dimana mereka belum bisa berbicara lancar (sekitar
3 thn-4thn-an). Akibat dari hal ini adalah: hambatan di bidang
sosialiasi dengan teman sebaya di preschool dan kefrustrasian di pihak
anak dan pengajar. Karena itu, dianjurkan untuk tidak mengirim anak
telat berbicara ke sekolah sebelum anak tersebut bisa berbicara dengan
cukup lancar. 




5. Evaluasi, terapi dan intervensi tidak semuanya memberi keuntungan
dan kemajuan di bidang bahasa. Di US, orang tua merasa harus
meng-evaluasi bicara sang anak biasanya bukan karena anak tersebut
menyebabkan problem di rumah tangga, melainkan karena tekanan dari
pihak keluarga besar (oom, tante, kakek, nenek), kepanikan (karena
anaknya berbeda dg anak lain) dan atau tekanan dari day care provider
atau guru preschool. Yang sering terjadi adalah, orang tua menurut saja
mengevaluasi anak via fasilitas sekolah (karena gratis). Padahal
diagnosa yang diberikan seringkali salah dan anak sendiri frustrasi
karena evaluasi yang dilakukan memakan waktu berjam2. Akibatnya, pada
saat evaluasi, anak bisa bertingkah yang tidak lazim (baca: rewel)
karena faktor bosan dan frustrasi tersebut. Akibatnya banyak yang
didiagnosa sebagai ADHD atau autistic secara tidak tepat. Efek dari
evaluasi tersebut adalah: si anak akan dimasukkan ke kelas spesial
dimana dia akan berada di satu ruang kelas bersama anak2 yang benar2
abnormal. Seringkali, orang tua harus 'fight back' supaya anak tidak
ditempatkan di kelas seperti itu. Buku ini juga menyoroti bahwa school
district di Amerika akan mendptkan lbh banyak uang dari federal
government dg memasukkan anak ke kelas khusus semacam ini. Akibatnya,
sering ada conflict of interest antara kepentingan anak dan uang utk
school district. Buku ini menganjurkan orang tua untuk mengevaluasi
anak lewat ahli yang independent dan benar2 ahli di bidangnya. 'Natural
Late Talker' support group menganjurkan orang tua untuk mendptkan
diagnosa dari Dr. Camarata di Vanderbilt university di Nashville,
Tennesse, karena beliau adalah ahli di bidang ini. Jadi diagnosa yang
diberikan akan tepat (mis: apakah anaknya hanya telat berbicara, atau
benar2 mempunyai kelainan spt autism, dsb). 




Jd singkatnya, jg khawatir kalau anak anda telat berbicara.
Keterlambatan dalam hal berkomunikasi bukan indikasi bahwa anak anda
adalah anak yang terbelakang atau bahwa anda adalah orang tua yang
gagal. Perlu diingat bahwa perkembangan tiap anak terutama di usia dini
sangatlah bervariasi. Ada yang early bloomer, average bloomer dan late
bloomer. Kesemuanya tidak dapat dijadikan indikasi bahwa si anak A ini
nantinya pintar atau bodoh, walaupun memang early bloomer terlihat
seakan2 mereka ini pandai. Pada saat anak2 menjadi orang dewasa,
perbedaan tersebut sudah tidak terlihat lagi. 




Jadi jangan cepat panik kalau anak telat berbicara.

dikutip dari:  
http://ddewi.multiply.com/journal/item/7/Anak_Yang_Telat_Berbicara

Salam,
Lisa 
http://rentalbayi.webs.com



      

Kirim email ke