Benar sekali bunda Dr kelahiran anak sy yg pertama sy sudah mempelajari jenis2 penyakit, jd pas kena roseola sy ga bw rhe ke dsa krn roseola ga membutuhkan obat
Sebenernya kuncinya gini : Ttg demam bhw demam bkn lah penyakit tp alarm tubuh yg menandakan adanya virus atau bakteri yg masuk ke tubuh anak Tetap terapkan RUD ya moms (rational using drugs). Kalau cuma 37 msh suhu normal. 38,9 baru dkasih penurun panas. Jgn lupa masa observasi demam adl 3 hari dg catatan hari pertama adl hari ke-0 Biasanya stl itu diketahui kok virus/bakteri apa yg menyerang anak Jgn gampang ngikutin dokter yg maen suruh cek lab atau sampe opname Intinya jgn panik. Demam msh oke selama anak makan, pup normal, minum normal. Hope it helps Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Ameilia Erna <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 22 Jul 2010 01:29:54 To: parentsguide milis<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [parentsguide] Sharing : Tentang Demam, Radang Tenggorokan, dan Roseola Dear Moms, Sekedar sharing tentang penyakit anak yang baru saja dialami anakku, Adnan (10 bln 5 hari). Empat hari lalu badan Adnan panas sampai mencapai tertinggi 39,7 derajat celcius. Karena Adnan masih makan dengan baik, minumnya banyak, pupnya juga normal, tidak ada batuk atau pilek dan tidak rewel, saya pilih ga segera ke dokter dan memberikan Adnan obat penurun panas jenis parasetamol. Pada pagi hari kedua sakitnya Adnan, panasnya turun bahkan sampai normal 36,5 derajat celcius, sayangnya, menjelang malam Adnan panas lagi, sampai ke angka 39 derajat lebih. Adnan juga muntah pas makan sore. Karena aku kesulitan mengetahui penyebab panasnya Adnan ini (maksudnya kena infeksi apa, soalnya pencernaan dan telinga sepertinya tidak apa-apa), akhirnya diputuskan pergi ke DSAnya. Saat di DSA Adnan, setelah diperiksa, DSAnya mengatakan Adnan kena radang tenggorokan (menepuk kening karena tenggorokan luput aku cek). Aku tanya ke DSAnya, radang tenggorokan Adnan ini karena virus atau bakteri. Yang membuat aku DSAnya menjawab bisa keduanya. Dia pun meresepkan antibiotik. Sayangnya, aku ndak bersikap asertif dan menanyakan lebih lanjut. Padahal ada perbedaan antara penanganan radang sebab virus atau bakteri. Radang karena virus tidak perlu diobati dengan antibiotik. Pengunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menyebabkan resistensi antibiotik. Setelah dari dokter, aku ragu memberikan antibiotik pada Adnan. Aku juga ragu Adnan kena radang tenggorokan, karena dia tenang-tenang aja ketika lehernya aku usap-usap dan aku ga lihat warna merah2 ketika aku coba lihat tenggorokannya. Aku pun berusaha mencari informasi tentang radang tenggorokan terutama bagaimana bisa mengetahui apakah radang Adnan disebabkan virus atau bakteri tanpa harus ke lab. Namun, aku tidak menemukannya dan kuputuskan aku berikan antibiotiknya esok saja jika panas Adnan belum reda (lame excuse karena panas dan antibiotik sebenarnya tidak berhubungan). Pagi hari ketiga, panas Adnan masih diatas 38,5 derajat celcius. Aku pun memberikan antibiotik padanya. Alhamdulillah, siang hari panas Adnan mulai turun, bahkan menjelang malam suhu badan Adnan sudah kembali normal. Syukurlah. Saat itu yang kupikirkan yang tersulit adalah menghabiskan antibiotiknya karena Adnan selalu menangis keras tiap kali aku ‘memaksanya’ minum antibiotik. Tapi asal sembuh dan ga sebabkan resisten nantinya tak apa lah, pikirku. Hari keempat, suhu badan Adnan tetap normal namun muncul bintik-bintik merah di punggung, leher dan mukanya. Bukan bintik seperti DBD tapi bintik merah mruntus, kalau orang Jawa bilang. Utinya (Eyang Putri) Adnan mengatakan Adnan kena tampek atau campak. Aku tidak yakin Adnan kena campak. Bukan karena Adnan sudah imunisasi campak, tapi karena Adnan sudah tidak panas dan dia biasa aja, ndak rewel. Browsing internet, aku temukan jawaban mengapa Adnan panas 4 hari lalu dan hari ini keluar bintik merah. Ternyata Adnan terkena Roseola. Apa itu roseola? Berikut ini penjelasan ttg roseola yang aku terjemahin dari situs askdrsears. Semoga bermanfaat. Apakah Roseola itu? Roseolah penyakit tidak berbahaya yang disebabkan oleh virus. Menyerang hanya pada anak-anak usia 3 bulan – 3 tahun, paling sering usia antara 9 – 12 bulan. Seperti apakah roseola itu? Secara umum virus ini menyebabkan demam tinggi sering hingga 103 derajat fahrenheit (atau 39,4 derajat celcius) selama 3 hari. Setelah demam berakhir, muncul bintik merah (bumpy red rash) biasanya dimulai dari sekitar leher, punggung, dada lalu menyeba luas. Bintik merah ini bertahan beberapa hari atau bahkan beberapa minggu. Catatan penting : Roseola adalah satu-satunya virus yang menyebabkan bintik-bintik merah setelah demam berakhir. Kadang-kadang virus ini akan menyebabkan demam tinggi selama 3 sampai 7 hari, tanpa gejala lain dan tidak ada bintik-bintik merah. Beberapa anak akan memiliki pembengkakan kelenjar di depan dan belakang leher, hidung meler, batuk, sakit telinga, muntah atau diare karena penyakit ini. Anak-anak dapat memiliki salah satu atau semua gejala. Catatan penting : Karakteristik Roseola adalah bayi tidak tampak sangat sakit dan berperilaku biasa saja ketika demam tinggi mulai turun. Kapan Roseola menular dan bagaimana penularannya? Roseola menular mulai dari sekitar dua hari sebelum mulai demam sampai 1 atau 2 hari setelah demam hilang. Anak-anak yang bebas demam selama 1 atau 2 hari bisa kembali ke sekolah, bahkan jika mereka masih memiliki ruam. Roseola menular melalui air liur, pilek, atau batuk. Masa inkubasi (waktu dari ketika anak Anda terkena penyakit yang sebenarnya) adalah sekitar 10 hari. Bagaimana mengobati Roseola? Pada dasarnya Anda hanya mengobati gejala yang mengganggu anak Anda. Tidak ada perawatan sebenarnya untuk virus ini. Hal utama yang perlu diingat adalah bahwa virus ini dapat menyebabkan demam tinggi. Cobalah untuk bersabar dalam menangani anak yang sedang demam menengah sampai demam tinggi. Perlukah Saya ke dokter? Tidak ada urgensi untuk melihat dokter untuk penyakit ini. Ameilia Hernawati bermaindanbelajar.com - Inspirasi Belajar dengan Gembira [email protected] Inspirasi belajar terbaru: Membuat Origami Batang Bunga

