Dear Moms....

Kejadian tersebut persis seperti yang terjadi pada Nazla anak saya.
Tapi, anak saya kok bisa kena sampai 2 kali ya ???
Pertama waktu usia 9 bulan pas sebelum imunisasi campak.
Kedua waktu usia 1 tahun 2 minggu, barusan saja terjadi.

Alhamdulillah sekarang suhu badannya dah normal
Tinggal masih batuk2 berdahak

Emang penyakit Campak bisa menyerang anak sampai lebih dari 1 kali ya ???
Obat batuk untuk ngeluarin dahak yang bagus apa ya ???

Thank's
yenni
02199038873
http://roepa2-qu.blogspot.com/

2010/7/22 Ameilia Erna <[email protected]>

>
>
> Dear Moms,
>
>
>
> Sekedar sharing tentang penyakit anak yang baru saja dialami anakku, Adnan(10 
> bln 5 hari). Empat hari lalu badan Adnan panas sampai mencapai tertinggi
> 39,7 derajat celcius. Karena Adnan masih makan dengan baik, minumnya banyak,
> pupnya juga normal, tidak ada batuk atau pilek dan tidak rewel, saya pilih
> ga segera ke dokter dan memberikan Adnan obat penurun panas jenis
> parasetamol.
>
>
> Pada pagi hari kedua sakitnya Adnan, panasnya turun bahkan sampai normal
> 36,5 derajat celcius, sayangnya, menjelang malam Adnan panas lagi, sampai ke
> angka 39 derajat lebih. Adnan juga muntah pas makan sore. Karena aku
> kesulitan mengetahui penyebab panasnya Adnan ini (maksudnya kena infeksi
> apa, soalnya pencernaan dan telinga sepertinya tidak apa-apa), akhirnya
> diputuskan pergi ke DSAnya.
>
>
>
> Saat di DSA Adnan, setelah diperiksa, DSAnya mengatakan Adnan kena radang
> tenggorokan (menepuk kening karena tenggorokan luput aku cek). Aku tanya ke
> DSAnya, radang tenggorokan Adnan ini karena virus atau bakteri. Yang membuat
> aku DSAnya menjawab bisa keduanya. Dia pun meresepkan antibiotik. Sayangnya,
> aku ndak bersikap asertif dan menanyakan lebih lanjut. Padahal ada perbedaan
> antara penanganan radang sebab virus atau bakteri. Radang karena virus tidak
> perlu diobati dengan antibiotik. Pengunaan antibiotik yang tidak tepat bisa
> menyebabkan resistensi antibiotik.
>
>
>
> Setelah dari dokter, aku ragu memberikan antibiotik pada Adnan. Aku juga
> ragu Adnan kena radang tenggorokan, karena dia tenang-tenang aja ketika
> lehernya aku usap-usap dan aku ga lihat warna merah2 ketika aku coba lihat
> tenggorokannya. Aku pun berusaha mencari informasi tentang radang
> tenggorokan terutama bagaimana bisa mengetahui apakah radang Adnan
> disebabkan virus atau bakteri tanpa harus ke lab. Namun, aku tidak
> menemukannya dan kuputuskan aku berikan antibiotiknya esok saja jika panas
> Adnan belum reda (lame excuse karena panas dan antibiotik sebenarnya tidak
> berhubungan).
>
>
>
> Pagi hari ketiga, panas Adnan masih diatas 38,5 derajat celcius. Aku pun
> memberikan antibiotik padanya. Alhamdulillah, siang hari panas Adnan mulai
> turun, bahkan menjelang malam suhu badan Adnan sudah kembali normal.
> Syukurlah. Saat itu yang kupikirkan yang tersulit adalah menghabiskan
> antibiotiknya karena Adnan selalu menangis keras tiap kali aku ‘memaksanya’
> minum antibiotik. Tapi asal sembuh dan ga sebabkan resisten nantinya tak apa
> lah, pikirku.
>
>
>
> Hari keempat, suhu badan Adnan tetap normal namun muncul bintik-bintik
> merah di punggung, leher dan mukanya. Bukan bintik seperti DBD tapi bintik
> merah *mruntus*, kalau orang Jawa bilang. Utinya (Eyang Putri) Adnan
> mengatakan Adnan kena tampek atau campak. Aku tidak yakin Adnan kena campak.
> Bukan karena Adnan sudah imunisasi campak, tapi karena Adnan sudah tidak
> panas dan dia biasa aja, ndak rewel. Browsing internet, aku temukan jawaban
> mengapa Adnan panas 4 hari lalu dan hari ini keluar bintik merah. Ternyata
> Adnan terkena Roseola. Apa itu roseola? Berikut ini penjelasan ttg roseola
> yang aku terjemahin dari situs askdrsears. Semoga bermanfaat.
>
>
>
> *Apakah Roseola itu?*
>
> Roseolah penyakit tidak berbahaya yang disebabkan oleh virus. Menyerang
> hanya pada anak-anak usia 3 bulan – 3 tahun, paling sering usia antara 9 –
> 12 bulan.
>
>
>
> *Seperti apakah roseola itu?*
>
> Secara umum virus ini menyebabkan demam tinggi sering hingga 103 derajat
> fahrenheit (atau 39,4 derajat celcius) selama 3 hari. Setelah demam
> berakhir, muncul bintik merah (bumpy red rash) biasanya dimulai dari sekitar
> leher, punggung, dada lalu menyeba luas. Bintik merah ini bertahan beberapa
> hari atau bahkan beberapa minggu.
>
>
>
> Catatan penting : *Roseola adalah satu-satunya virus yang menyebabkan
> bintik-bintik merah setelah demam berakhir*.
>
>
>
> Kadang-kadang virus ini akan menyebabkan demam tinggi selama 3 sampai 7
> hari, tanpa gejala lain dan tidak ada bintik-bintik merah. Beberapa anak
> akan memiliki pembengkakan kelenjar di depan dan belakang leher, hidung
> meler, batuk, sakit telinga, muntah atau diare karena penyakit ini.
> Anak-anak dapat memiliki salah satu atau semua gejala.
>
>
>
> Catatan penting : *Karakteristik Roseola adalah bayi tidak tampak sangat
> sakit dan berperilaku biasa saja ketika demam tinggi mulai turun*.
>
>
>
> *Kapan Roseola menular dan bagaimana penularannya?*
>
>
>
> Roseola menular mulai dari sekitar dua hari sebelum mulai demam sampai 1
> atau 2 hari setelah demam hilang. Anak-anak yang bebas demam selama 1 atau 2
> hari bisa kembali ke sekolah, bahkan jika mereka masih memiliki ruam.
> Roseola menular melalui air liur, pilek, atau batuk. Masa inkubasi (waktu
> dari ketika anak Anda terkena penyakit yang sebenarnya) adalah sekitar 10
> hari.
>
>
>
> *Bagaimana mengobati Roseola?*
>
>
>
> Pada dasarnya Anda hanya mengobati gejala yang mengganggu anak Anda. Tidak
> ada perawatan sebenarnya untuk virus ini. Hal utama yang perlu diingat
> adalah bahwa virus ini dapat menyebabkan demam tinggi. Cobalah untuk
> bersabar dalam menangani anak yang sedang demam menengah sampai demam
> tinggi.
>
>
>
> *Perlukah Saya ke dokter?*
>
>
>
> Tidak ada urgensi untuk melihat dokter untuk penyakit ini.
>
>
> Ameilia Hernawati
> bermaindanbelajar.com - Inspirasi Belajar dengan Gembira
> [email protected]
> Inspirasi belajar terbaru: Membuat Origami Batang 
> Bunga<http://feedproxy.google.com/%7Er/bermaindanbelajar/%7E3/_PTzr1d5wyA/membuat-origami-batang-bunga.html>
>
>
>  
>

Kirim email ke