LDR atau Let Down Reflex, yg sering jg disebut milk ejection reflex atau  
refleks oksitosin, adalah respons sistem syaraf yang menyebabkan sel2  pembuat 
ASI berkontraksi sehingga ASI di dalamnya terperas keluar,  mengalir di 
sepanjang saluran ASI, dan keluar melalui puting susu. 

Refleks ini sangat penting peranannya dalam mengalirkan ASI keluar,  sehingga 
bayi dapat menerima ASI, dan pada kasus memerah ASI, ASI dapat  tertampung 
dengan jumlah yang maksimal.
Refleks ini bekerja di bawah perintah hormon oksitosin, suatu hormon  yang 
sering disebut juga "love hormone" atau hormon kasih sayang, karena  hormon ini 
dikeluarkan saat kita sedang merasa penuh cinta dan bahagia.

Bagaimana mengoptimalkan LDR?
- Hisapan bayi : hisapan bayi sangat sempurna dalam memancing LDR,  karenanya 
bagi Bunda yang sulit mengalami LDR dan hasil perah kurang  maksimal, dapat 
diupayakan memerah bersamaan dengan saat bayi sedang  menghisap payudara yang 
sebelahnya. Banyak testimoni menyatakan teknik  ini membuat hasil ASIP yang 
didapat lebih banyak.
- Hati yang penuh cinta: Seperti telah disebutkan sebelumnya, LDR  bekerja di 
bawah perintah hormon oksitosin alias love hormone, jadi  melakukan hal2 yang 
memancing rasa cinta terhadap bayi bisa memancing  LDR ini. Beberapa di 
antaranya adalah : memandangi foto atau video bayi,  mendengar ocehan atau 
suara 
tangis bayi kita, mencium wangi baju yang  telah dipakainya, membayangkan saat 
bayi sedang menyusu.
- Pijatan di punggung: pijatan di punggung, di kiri kanan tulang  belakang, 
mulai dari pangkal leher sampai punggung bawah, dapat membuat  ibu rileks dan 
hormon oksitosin bekerja.
- Manipulasi puting: gerakan memutar lembut di puting selama beberapa  menit 
juga dapat memancing LDR, hati2 jangan menarik atau sampai  menimbulkan rasa 
sakit karena selain dapat melukai puting malah dapat  menghambat LDR. 

- Melakukan rutinitas yang sama setiap kali akan memerah : LDR merupakan  
refleks yang dapat dikondisikan, maksudnya, dengan melakukan hal yang  sama 
setiap kali akan memerah, tubuh kita akan terpola untuk mencapai  LDR setelah 
urutan2 tersebut dilakukan. Misalnya, setiap kali akan  memerah kita menarik 
napas dalam beberapa kali, meminum segelas air  hangat, menarik kursi, duduk 
rileks, baru mulai memerah. Maka setelah  berulang kali melakukan prosedur yang 
sama, setelah menarik napas,  meminum air, dan seterusnya, tubuh kita pun akan 
secara otomatis siap  untuk LDR.

LDR bisa berbeda pada setiap ibu, ada yang LDR sekali tetapi berlangsung  untuk 
waktu yang lama, ada pula yang LDR pendek, tetapi bisa dipancing  beberapa 
kali. 
Bagaimanapun pola LDR kita, jangan menghalangi dalam  menyediakan ASIP yang 
sesuai dengan kebutuhan bayi. Semua bisa disiasati  ^_^
Bagi ibu yang LDR pendek, untuk mencapai hasil perah yang cukup,  pemerahan 
dilakukan dengan frekuensi yang lebih sering, walaupun  durasinya singkat. 

Bagi ibu yang sulit memancing LDR, untuk mendapat hasil perah yang  cukup, 
pemerahan dilakukan bersamaan dengan saat bayi menyusu di  payudara sebelahnya. 
Jadi memerah selain saat sedang di kantor,  dilakukan pula saat sedang di rumah 
dan menyusui bayinya.

There's a will there's a way mommiess, yg penting diniatkan dulu, maka  jalan 
tuk ASIX akan selalu terbuka ^_^

Hope that helps,
Stella Tinia,dr
Konselor Laktasi

-more information on breastfeeding and all breastfeeding needs: 
Facebook: lactalea breastfeeding

Kirim email ke