Di suatu kelas yang rata2 anggota kelas itu orang yang sudah berkeluarga
(mungkin ini kelas untuk mengambil doctor/master) .

Seorang dosen memberi tugas untuk kelas esok hari kepada anggota kelas itu agar
menyiapkan nama-nama orang yang kita kasihi sebanyak-banyaknya.
Kemudian esok harinya waktu kelas dimulai seorang dosen memanggil salah satu
anggota kelas (anggaplah namanya Edi) itu untuk menuliskan nama-nama yang sudah
disiapkan di papan tulis.

Setelah Edi menuliskan semua nama-nama orang yang ia kasihi, sang dosen
mengatakan hapuskan nama orang yang tidak terlalu kamu kasihi atau tidak terlalu
dekat dengan anda. Lalu Edi menghapus beberapa nama yang tidak terlalu
dekat/kasihi oleh dia, mulai dari nama2 tetangganya, nama2 teman dekatnya. Dan
tinggallah nama saudara kandungnya, nama orang tuanya, nama anak-anaknya dan
nama istrinya.

Kemudian sang dosen meminta Edi untuk menghapuskan nama2 yang tidak terlalu kamu
kasihi/dekat dari nama-nama yang di papan tulis itu.
Dan Edipun dengan berat hati dia hapuskan nama2 saudara kandungnya, tinggallah
nama orang tuanya, nama anak2nya, dan nama istrinya.

Edi berpikir sang dosen tidak akan meminta dia untuk mengahapus nama2 orang yang
tinggal di papan tulis itu, ternyata san dosen meminta dia untuk menghapuskan
lagi nama2 yang tidak terlalu kamu kasihi/dekat bagi Edi.

Edi menjawab kepada dosennya, "Tidak ada lagi, mereka adalah orang yang saya
sangat kasihi", sang dosen memaksa dia untuk menghapuskan nama-nama di papan
tulis itu. Dengan sangat berat hati Edi menghapuskan nama orang tuanya dari
papan tulis itu. Dan Edi berpikir sang dosen akan berhenti meminta dia untuk
menghapuskan nama2 yang sisa di papan tulis, ternyata sang dosen meminta Edi
menghapuskan nama2 yang tinggal, sang dosen meminta tinggalkan satu (1) nama di
papan tulis, nama yang paling kamu kasihi.

Edi mengatakan "tidak ada lagi, mereka adalah nama anak2 saya dan istri saya"
tidak mungkin saya hapuskan nama mereka dari daftar orang-orang yang saya
kasihi." Sang dosen memaksa Edi untuk menghapuskan nama2 yg tinggal di papan
tulis dan meninggalkan satu nama di papan tulis.
Sambil berlinang air mata Edi menghapuskan nama2 anaknya dari daftar orang2 yang
paling ia kasihi.

Akhirnya tinggalah nama istrinya yang ada di papan tulis, dari seluruh nama2
orang yang ia kasihi.
Sang dosen menanyakan mengapa engkau meninggalkan 1 nama ini (istrinya) dari
daftar orang2 yang kamu kasihi. Bukankah orang tuamu yang melahirkan dan
membesarkan engkau? Atau nama anak2 mu?

Edi berkata sambil berlinang, " ya memang semua saudara, orang tua dan anak-anak
adalah orang yang saya kasihi, tapi mereka akan meninggalkan saya. Saudara
kandung saya akan meninggalkan saya untuk keluarga mereka masing-masing, dan
orang tua saya akan bertambah tua dan meninggalkan saya karena termakan usia,
anak-anak saya jika ia dewasa akan meninggalkan saya dari rumah pergi bersama
keluarga kelak, sedangkan istri saya, dialah yang akan selalu mendamping saya,
hingga saya tua nanti, jadi bagaimana mungkin saya hapuskan namanya dari daftar
orang2 yang saya kasihi."

Point cerita, kasihilah pasangan kita, karena pasangan kita (suami/istri) adalah
orang yang akan selalu ada disamping kita sampai kita tua dan menutup mata.

Kasihi ibu 100% proportional kasih sebagai anak kepada orang tua.
Kasihi anak 100% proportional kasih sebagai seorang Ayah.
Kasihi istri 100% proportional kasih sebagai suami/pasangannya.

Artinya, melayani dengan tulus kepada orang disekitar kita tanpa melupakan
kewajiban kita kepada pasangan (suami/istri) kita. Karena pasangan kita adalah
pasangan yang akan menemani kita untuk seumur hidup kita.

Semoga membantu.


Kirim email ke