Jakarta, 23 November 2009

Kepada Yth.
Bapak/Ibu

Salam sejahtera kami sampaikan semoga Rekan-rekan sehat dan sukses dalam 
menjalankan aktivitas keseharian.

Bersama ini  Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB) dengan 
Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI), dan didukung oleh Badan Nasional 
Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Safer Community for Disaster Risk Reduction 
(SCDRR) mengundang REkan-rekan untuk hadir dalam acara Seminar Nasional 
"Menyelaraskan Adaptasi Perubahan Iklim (API) dan Pengurangan Resiko Bencana 
(PRB) dalam Upaya Mengintegrasikannya ke dalam Rencana Pembangunan Nasional" 
pada :

Hari/Tanggal      :     Rabu, 25 November 2009
Waktu             :     08:30 – 12:00 WIB
Tempat            :     Hotel Millenium, Irian Jaya Room, Lt. 3. Jl. Fachruddin 
3, Jakarta

Terlampir didalam attachment Undangan resmi.
Mengingat pentingnya acara tersebut, kami mohon kesediaan Bapak/Ibu/Sdr/Sdri 
untuk hadir serta memberikan konfirmasi kepada Sdr. Yany./HP.021-92536359 
melalui email: [email protected], fax 021-3923316.

Demikian yang kami sampaikan, atas perhatian bapak/Ibu kami ucapkan 
terimakasih. 

Salam hangat,
Panitia Oc-


----------------------------------------------------------------------
Kerangka Acuan (Term of Reference) Seminar Nasional
"Menyelaraskan Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Resiko Bencana dalam 
Upaya Mengintegrasikannya  ke dalam Rencana Pembangunan Nasional".

Jakarta, Rabu, 25 November 2009, Hotel Millenium– Jakarta
Diselenggarakan atas kerjasama Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan 
Platform Nasional Pengurangan Resiko Bencana (PRB)

Indonesia adalah daerah yang rawan bencana termasuk didalamnya rentan terhadap 
perubahan iklim. Dampak perubahan iklim ini sangat banyak baik di daerah 
pesisir, pertanian, kepualauan, maupun masyarakat di daerah perkotaan. Oleh 
karena itu perlu segara langkah antisipasi secara bersama-sama. Dalam dua 
dekade terakhir mulai tahun 1990 – an, urusan antisiasi dan pengurangan risiko 
telah makar di bicarakan. Dengan adanya perubahan iklim, hal ini menjadi lebih 
penting lagi untuk diantisipasi. Oleh karena itu dua isu ini tak bisa di 
pisahkan.
 


A. Latar-belakang

Pengarusutamaan adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan resiko bencana (PRB) 
ke dalam satu sistem perencanaan pembangunan merupakah langkah penting untuk 
meningkatkan ketahanan (resilience) dan pengurangan kerentanan (vulnerability) 
ancaman. Hal ini sejalan dengan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) yang 
dirumuskan oleh pemerintah Indonesia.

Pada level internasional kedua isu utama ini telah menjalani proses dan 
dinamika konsep, pendekatan, dan metodologi hinga ada integrasi antara keduanya 
dalam upaya ketahanan dan pengurangan kerentanan bencana yang akibat perubahan 
iklim.  Dalam negosiasi perubahan bulan Desember 2009 (Conference of 
Parties/CoP15)  yang dilaksanakan di Bonn, Jerman telah dirumuskan keinginan 
untuk menyelaraskan adaptasi dan pengurangan resiko bencana dan 
mengintegrasikannya ke dalam rencana pembangunan dan rencana pengurangan 
kemiskinan. 

Hal tersebut juga membawa dampak di level nasional, namun informasi dan 
pemahaman terkait bencana dan adaptasi akibat perubahan iklim di Indonesia 
masih langka karena masih terkotak-kotak dan partial. Sehingga berpengaruh pada 
strategi penanggulangan bencana dan adaptasi yang diberlakukan. Padahal 
adaptasi perubahan iklim dan pengelolaan resiko bencana membutuhkan kerjasama 
yang kuat diantara sektor

B. Adaptasi Perubahan iklim dan Pengelaan Resiko Bencana /PRB dalam Perspektif 
Kebijakan Nasional.

Dewan Nasional Perubahan Iklim dibentuk berdasarkan Perpres No. 46 tahun 2008. 
Dewan ini yang diketuai oleh Presiden Republik Indonesia Soesilo Bambang 
Yudhoyono.  Posisi ini berarti bahwa perubahan iklim diakui sebagai persoalan 
ancaman utama pembangunan yang harus segera memperoleh perhatian prioritas dari 
pilihan-pilihan strategi pembangunan.  Tugas utama Dewan ini adalah 
mengkoordinasikan pelaksanaan perubahan iklim dan memperkuat posisi Indonesia 
di forum internasional dalam pengendalian perubahan iklim.

Beberapa isu strategis terkait kehadiran dewan ini diantaranya adalah dewan 
yang mampu mengkoordinasikan dan mengharmonisasikan kebijakan pembangunan 
seluruh  sektor yang terkait dengan ancaman dan dampak  perubahan iklim, 
Implementasi program antar sektor yang searah dengan kebijakan yang dilahirkan 
dewan ini dan keberlanjutan dewan itu sendiri termasuk    peran memfasilitasi 
inisiatif daerah untuk memasukkan perubahan iklim ke dalam kebijakan lokal.

Sementara itu, dalam perspektif bencana, Indonesia sebagai salah satu 
penandatangan Kerangkakerja Untuk Aksi Hyogo (KAH) disarankan untuk membentuk 
suatu Platform Nasional Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB). Planas PRB 
merupakan  mekanisme nasional multi pemangku kepentingan yang bertindak sebagai 
penganjur PRB di berbagai tataran. Planas dapat memberikan koordinasi, analisis 
dan advis tentang bidang-bidang prioritas yang memerlukan tindakan terpadu 
dalam rangka mengarusutamakan PRB kedalam kebijakan-kebijakan, perencanaan, dan 
program-program pembangunan sesuai dengan pelaksanaan Kerangkakerja Untuk Aksi 
Hyogo.

Disamping menjalankan fungsi-fungsi advokasi isu PRB serta kemitraan dan 
kerjasama strategis di tingkat nasional. PLANAS PRB turut pula mendorong 
pencarian strategi adaptasi, implementasi dan penguatan komitmen terhadap HFA, 
serta mendorong konsensus dan konsultasi baik di tingkat pusat maupun dengan 
daerah. Kesepakatan pembentukan Planas PRB Indonesia itu sendiri secara resmi 
dideklarasikan pada November 2008.1 (Satu) tahun sebelumnya, Pemerintah 
Indonesia telah mengeluarkan Undang-undang tentang Penanggulangan Bencana (UU 
Nomor 24 tahun 2007).

Dengan demikian, dengan adanya strategi dan harmonisasi agenda nasional 
mengenai adaptasi terhadap perubahan iklim dan pengurangan resiko bencana, maka 
 pencegahan bencana melalui  adaptasi dan upaya pengurangan resiko bencana 
harus menjadi satu bingkai  utuh dalam mengurangi resiko kerentanan bencana 
terkait dengan perubahan iklim.

C. Pertanyaan-pertanyaan Kunci dari kedua Isu di atas

1.    Bagaimana isu penanganan dampak perubahan iklim dapat terintegrasi dengan 
agenda nasional penanggulangan bencana?
2.    Bagaimana mengembangkan sistem kelembagaan dan perangkat peraturannya 
untuk mendorong terintegrasinya adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko 
bencana?
3.    Bagaimana mengembangkan sistem dan prosedur untuk adaptasi  dan 
pengurangan resiko ancaman dan dampak perubahan iklim? Dan bagaimana sistem dan 
prosedur ini dapat mendorong koordinasi antar sektor?
4.    Bagaimana membangun strategi adaptasi perubahan iklim dan pengurangan 
resiko bencana yang terintegrasi di tingkat nasional dan daerah?  Dan bagaimana 
kelembagaannya ?
5.    Bagaimana merumuskan rencana aksi di tingkat nasional dan daerah yang 
operasional dan terpadu?
6.    Bagaimana mengembangkan metodologi dan metode sosialisasi? Siapa target 
kunci yang harus disosialisasi? Siapa yang bertanggung jawab untuk melaksanakan?


D. Maksud dan Tujuan

Seminar Nasional ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas 
para pelaku atau organisasi yang bekerja pada bidang adaptasi perubahan iklim 
dan pengurangan resiko bencana, khususnya dalam meningkatkan sinergisitas 
pemikiran, singkronisasi peraturan dan kelembagaan dalam kerangka meningkatkan 
ketahanan dan pengurangan tingkat kerentanan  akibat perubahan iklim. 

Dengan demikian tujuan workshop ini adalah mengidentifikasi persoalan dan 
peluang upaya sinergi antara adaptasi perubahan iklim dan pengurangan resiko 
bencana (PRB) dalam kerangka meningkatkan ketahanan dan pengurangan tingkat 
kerentanan akibat perubahan iklim.

E. Hasil yang Diharapkan

1.    Mendorong  pengarus-utamaan penanggulangan bencana dalam lingkup upaya 
adaptasi perubahan iklim pada pembuat kebijakan di tingkat  Nasional dan Daerah.
2.    Timbulnya pemahaman yang kuat atas isu ini dari para pelaku atau 
organisasi untuk kemudian berperan aktif dalam merumuskan strategi kedalam 
rencana pembangunan nasional dan daerah.
3.    Tercapainya komitmen multi pihak bagi upaya-upaya sinergi adaptasi 
perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana pada semua tingkatan kebijakan 
publik.

F. Waktu dan tempat    

Kegiatan Seminar ini akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal    :  Rabu, 25 November 2009
Waktu        :  08:30 – 12:30 WIB
Tempat    :  Hotel Millenium Jl. Fachrudin No. 3 Kebon Sirih Jakarta

G. Narasumber dan Peserta

Jumlah peserta yang akan diundang untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini 
adalah 60  hingga 80 orang yang terdiri dari:
•    40 orang dari pejabat eselon II berbagai Kementerian/Lembaga yang terkait
•    Perwakilan dari APEKSI & APKASI
•    Perwakilan dari CSO/CSF (15 – 20 orang)
•    Perwakilan dari lembaga donor/internasional
.    Media
.    NGO lokal


H. Agenda

Waktu    Kegiatan   

08:30 – 09:00   
Registrasi   
Panitia

09:00 – 09:05
09:05 – 09:15
09:15 – 09:25
   
Pembukaan
Sambutan:
1.     BNPB
2.     DNPI   
Organizing Committee
Bpk. Syamsul Maarif
Bpk. Rachmat Witoelar

09:25 - 10:00    Coffee Break   
10:00 – 10:10
10:10 – 10:20
10:20 – 10:35   
Sesi I: Agenda Bersama
•    Planas PRB
•    DNPI
•    Tanya Jawab   

Bpk. Krishna Pribadi
Bpk. Agus Purnomo
Dr. Armi Susandi, MT
10:35 – 10:55
10:55 – 11:15
11:15 – 11:35
11:35 – 11:55
11:55 – 12:10   
Sesi II:
•    Pokje Adaptasi : Adaptasi PI dan Pengurangan Risiko Bencana
•    Bappenas: API & PRB dalam RPJM
•    GFDRR: Keterkaitan API & PRB: Peluang dan Tantangan
•    UNDP: Global Assessment Report & Rencana penyusunan Indonesia Assessment 
Report
•    Tanya Jawab- Dr. Heru Santoso
Bpk. Suprayoga Hadi
World Bank
UNDP
Victor Rembeth
12:10 – 12:30
Rangkuman/Kesimpulan/Tindak Lanjut
Penutup - Hening dan Ari
12:30    Makan Siang     Panitia

I. Pendanaan

Kegiatan ini diselenggarakan oleh PokJa Adaptasi DNPI dan Planas PRB, dengan 
dukungan dari BNPB dan SCDRR-UNDP.
LEMBAR KONFIRMASI PESERTA

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama    :..................................... (laki-laki/perempuan)

Jabatan/Instansi :......................................

Alamat    :..............................................       
..................................................................................................................................
...................................................................................................................................

Telepon, HP, Fax     : Tel..........HP.................Fax...........
E-mail            : ...........................................

Menyatakan:
    Bersedia
    Tidak bersedia

Untuk hadir dalam acara " Seminar Menyelaraskan Adaptasi Perubahan Iklim (API) 
dan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dalam Upaya Mengintegrasikannya ke dalam 
Rencana Pembangunan Nasional" di Hotel Millenium, Jakarta pada tanggal 25  
November 2009, jam 08:30 – 13:00.

Lembar konfirmasi mohon dikembalikan kepada Panitia paling lambat hari Selasa, 
24 November pukul 15.00 WIB, melalui Sdr. Apri Sulistiyo (Fax: 021-3923316; 
email: [email protected] ; HP 081234074282), atau Sdri. Yany: (Fax: 
021-3923316;  email: [email protected]; HP 02192536359).

Kirim email ke