Pak Wahono, ship Manager Meratus, Surabaya. Bapak telah melempar bola, kami sudah menanggapi, lalu kami tunggu tanggapan Bapak selanjutnya. Pak, pendidikan umumnya, terutama sejak jendral besar berkuasa, memang tidak dianggap penting.Bukan saja pendidikan Pelaut, apalagi yang swasta2, universitas unggulan kita yang kesohor saja, semacam UI,ITB,UGM,IPB dll semua jago kandang,bila disandingkan dengan PT.Asia dan Australia sajalah. Tak satupun PT Indonesia masuk 20 terbaik. Sekedar contoh UI cuma rangking 61, UGM 68, UNDIP 77, Unair 75. ITB peringkat 21, masih kalah dgn Univ.Nasional Sain & Tech.Pakistan Nanyang Technologi Singapura rangking 9. Dan parahnya lagi pak, lulusan tersohor diatas bersama AKABRI, STPDN cuma melahirkan tokoh2 yang korup, KKN, yang berakibat hancurnya negara kita ini. Adilkah cuma mutu Pelaut yang dipojokkan dalam keseluruhan sistim yang bobrok ini ? Setahu saya pak,diperusahaan Pel.nasional kita, bagian Personalia itu sudah tak ada kerjaan, lho? Perekrutan ABK sudah di tenderkan kepada berbagai calo2. Calo yang mencari,"menyeleksi", menentukan dan "menetapkantarif". Bagian Personalia sudah punya alibi,nggak pernah kenal, apalagi "menerima" sesuatu dari pencari kerja. Betuuul, wong ia sudah suruh calo dan dan sudah dapat setorannya. Kalao pada akhirnya punya SDM yang hao2 dan Pelaut Tolol2, siapa yang salah pak ? Wassalam, Kaliyoga
--- In [EMAIL PROTECTED], "wahono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > saya mau mengomentari pelaut-pelaut kita yang jauh dari > professional. Kalau kita mau fair, kita sebenarnya tidak > layak mendapatkan White List. Kalau kita tidak minta > bantuan dari Belanda (Indonesia bekas jajahan Belanda), > pelaut kita akan banyak yang nganggur. Di Indonesia sudah > terlalu banyak sekolah-sekolah Pelayaran Swasta yang > sangat tidak layak di sebut sekolah pencipta pelaut-pelaut > yang handal dan professional. Sekolah Swasta apakah ada > fasilitas yang memadai? Pendek kata sebaiknya sekolah > pelayaran swasta di Indonesia DIHAPUS saja. Bangun sekolah > pelayaran negreri saja seperti Negara-negara lain sepeerti > Malaysia hanya mempunyai ALAM (Akademi Laut Malaysia) yang > memcetak pelaut-pelaut yang handal dan professional sesuai > standar IMO. Di Indonesia sudah ada PIP Jakarta, PIP > Semarang, PIP Makasar yang sudah sesuai standar mutu IMO. > Sekarang buat lagi untuk wilayah barat yaitu di Batam atau > Medan. Sedangkan di wilayah timur bangun PIP di Irian. > Jika terlaksana 5 PIP di Indonesia, akan mencetak > pelaut-pelaut yang memang lebih sedikit tiap tahunnya tapi > berkualitas. Percuma kita punya pelaut banyak tetapi > otaknya NOL. Apakah sekolah swasta juga menjadi bisnis dan > masukan tambahan bagi pengajar-pengajar di sekolah negeri? > Berarti pelaut kita sama dengan TKI/TKW yang mempunyai > gaji di bawah harga/rendah.Lihat gaji pelaut Philipina, > Burma, Bangladesh, Malaysia, Singapore yang tinggi krn > otaknya juga encer. > Demikian unek-unek ini lain waktu akan saya lanjutkan. > > > > > Ship Manager > Pelayaran MRTS > > > ====================================================================== ===================== > Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004 > ====================================================================== ===================== ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> $9.95 domain names from Yahoo!. Register anything. http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
