Saudaraku yang mengaku pelaut pinter...., mengapa kita jadi pengumpat, pengejek, pesimistis begini...?

Mengapa kita tidak memulai apa yang disebut oleh Aa Gym dengan 3 M, mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang.
Memulai dari diri sendiri, termasuk keluarga, pendidikan dimulai dari keluarga bahkan mulai dari kandungan. Sudahkah kita menanamkan pentingnya membaca, baik kepada diri kita sendiri atau keluarga dan anak-anak kita, berapa waktu yang kita alokasikan untuk membaca setiap harinya, berapa rata-rata buku yang kita baca setiap bulannya, berapa alokasi biaya yang kita sediakan untuk membeli buku dan meningkatkan pendidikan?
 
Saya pribadi, selalu berpikiran positif, bukan berarti anti kritik, tetapi mengapa kita tidak memfokuskan pada diri kita untuk melihat ke dalam, self critisize, sebelum kita mengkritik orang lain, kalaupun kita harus mengkritisi sesuatu, tentu dengan cara yang orang lain tidak tersinggung.
Kalau setiap orang sibuk memperbaiki diri, terus menerus, saya yakin saatnya nanti kita akan melihat suatu generasi yang unggul, termasuk pelaut yang unggul...
 
Ingat.., Pecundang biasanya hanya bisa menyalahkan alat yang dia gunakan (termasuk menyalahkan orang lain)...!!
 
Semoga bermanfaat...
 
Salam,
Fuad
 
kaliyuga2201 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Wahono, ship Manager Meratus, Surabaya.
Bapak telah melempar bola, kami sudah menanggapi, lalu kami tunggu
tanggapan Bapak selanjutnya.
Pak, pendidikan umumnya, terutama sejak jendral besar berkuasa,
memang tidak dianggap penting.Bukan saja pendidikan Pelaut, apalagi
yang swasta2, universitas unggulan kita yang kesohor saja, semacam
UI,ITB,UGM,IPB dll semua jago kandang,bila disandingkan dengan
PT.Asia dan Australia sajalah.
Tak satupun PT Indonesia masuk 20 terbaik. Sekedar contoh UI cuma
rangking 61, UGM 68, UNDIP 77, Unair 75.
ITB peringkat 21, masih kalah dgn Univ.Nasional Sain & Tech.Pakistan
Nanyang Technologi Singapura rangking 9.
Dan parahnya lagi pak, lulusan tersohor diatas bersama AKABRI, STPDN
cuma melahirkan tokoh2 yang korup, KKN, yang berakibat hancurnya
negara kita ini.
Adilkah cuma mutu Pelaut yang dipojokkan dalam keseluruhan sistim
yang bobrok ini ?
Setahu saya pak,diperusahaan Pel.nasional kita, bagian Personalia itu
sudah tak ada kerjaan, lho?
Perekrutan ABK sudah di tenderkan kepada berbagai calo2. Calo yang
mencari,"menyeleksi", menentukan dan "menetapkantarif".
Bagian Personalia sudah punya alibi,nggak pernah kenal,
apalagi "menerima" sesuatu dari pencari kerja. Betuuul, wong ia sudah
suruh calo dan dan sudah dapat setorannya.
Kalao pada akhirnya punya SDM yang hao2 dan Pelaut Tolol2, siapa yang
salah pak ?
Wassalam, Kaliyoga









--- In [EMAIL PROTECTED], "wahono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> saya mau mengomentari pelaut-pelaut kita yang jauh dari
> professional. Kalau kita mau fair, kita sebenarnya tidak
> layak mendapatkan White List. Kalau kita tidak minta
> bantuan dari Belanda (Indonesia bekas jajahan Belanda),
> pelaut kita akan banyak yang nganggur. Di Indonesia sudah
> terlalu banyak sekolah-sekolah Pelayaran Swasta yang
> sangat tidak layak di sebut sekolah pencipta pelaut-pelaut
> yang handal dan professional. Sekolah Swasta apakah ada
> fasilitas yang memadai? Pendek kata sebaiknya sekolah
> pelayaran swasta di Indonesia DIHAPUS saja. Bangun sekolah
> pelayaran negreri saja seperti Negara-negara lain sepeerti
> Malaysia hanya mempunyai ALAM (Akademi Laut Malaysia) yang
> memcetak pelaut-pelaut yang handal dan professional sesuai
> standar IMO. Di Indonesia sudah ada PIP Jakarta, PIP
> Semarang, PIP Makasar yang sudah sesuai standar mutu IMO.
> Sekarang buat lagi untuk wilayah barat yaitu di Batam atau
> Medan. Sedangkan di wilayah timur bangun PIP di Irian.
> Jika terlaksana 5 PIP di Indonesia, akan mencetak
> pelaut-pelaut yang memang lebih sedikit tiap tahunnya tapi
> berkualitas. Percuma kita punya pelaut banyak tetapi
> otaknya NOL. Apakah sekolah swasta juga menjadi bisnis dan
> masukan tambahan bagi pengajar-pengajar di sekolah negeri?
> Berarti pelaut kita sama dengan TKI/TKW yang mempunyai
> gaji di bawah harga/rendah.Lihat gaji pelaut Philipina,
> Burma, Bangladesh, Malaysia, Singapore yang tinggi krn
> otaknya juga encer.
> Demikian unek-unek ini lain waktu akan saya lanjutkan.
>
>
>
>
> Ship Manager
> Pelayaran MRTS
>
>
>
======================================================================
=====================
> Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA
berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004
>
======================================================================
=====================




JALESVEVA YAYAMAHE


Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

JALESVEVA YAYAMAHE


Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke