Mr. Motiv dan rekan sekalian
Sebaiknya dalam menilai sesuatu jangan hal khusu dijadikan umum. Pertanyaan saya, agen yang mana yang mengkecewakan ya itulah yang dituding, jangan disapu bersih ......... eh salah disama ratakan. Pak Budiman sebagai penerus saya dulu, nggak ada tuh yang ditempat kami dibegitukan. Sudah itu, mendiskreditkan KPI, apa yang berkasus tersebut anggota KPI dan menanda tangani PKL sesuai prosedur KPI? Jangan sampai si Polan yang berbuat maka dikatakan si Parlin juga ikut .................. bah. Rgds Darul ----- Original Message ----- From: "motivator102002" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Monday, February 07, 2005 3:30 PM Subject: [pelaut] Beaureaucracy? What the hell ... > > > > Mr. Budiman & Rekan2 milis yth, > Melalui milis ini saya bermaksud utk sharing pendpt dgn rekan2 semua, > khususnya ttg hak asuransi bagi pelaut kita yg bekerja di kapal asing. > Saya sendiri bukan pelaut & tdk pernah bekerja di atas kapal, namun > saya sering prihatin memperhatikan betapa nasib awak maritim > khususnya pelaut di Indonesia kurang begitu diperhatikan bahkan oleh > pihak pemerintah ybs, di antaranya DITPERLA, KPI, dll. > Selama ini, apabila tdk ada masalah, maka it's OK to work onboard > foreign ships. Tapi ... , bila ada masalah misalnya kecelakaan yg > mengakibatkan cacad/meninggal (ini tdk diharapkan) ketika sign on, > lalu bagaimana cara penanganannya? > Yg umum adl, apabila kecelakaan yg tdk fatal, pihak owner/agen hanya > membawa pelaut ke RS di pelabuhan terdekat atau tenaga medis di kapal. > Selanjutnya, apabila pihak owner/agen bisa merayu si pelaut utk tdk > menuntut maka si pelaut dpt bekerja lagi spt biasa. Apabila sakit > berlanjut, biasanya pelaut diistirahatkan beberapa bulan dg ongkos > berobat seadanya (maksudnya spy tdk menuntut), dg di-iming2-i janji > dpt bekerja lagi. Tapi kalau sakitnya parah, maka pihak agen umumnya > hanya mengobral janji2 sampai pelaut bosan lalu kasus hilang begitu > saja. > Selanjutnya, apabila sampai meninggal, maka pihak owner/agen mencari > cara spy tdk dituntut dg menyatakan bhw pelaut meninggal krn sakit yg > dideritanya sendiri, sesampainya di Indonesia biasanya pun sdh > tertutup dlm peti, shg tdk pakai autopsi langsung dikebumikan. How > can it be? Memangnya tdk ada medical report sebelum pelaut naik > kapal? > Nah, banyak sekali kasus yg seringkali ditutupi oleh owner/agen spy > pihak pelaut/ahli warisnya tdk dpt menuntut. Saya mengharapkan agar > pelaut Indonesia menjadi lebih jeli dalam melihat suatu kontrak, > bahkan saya harap sebelum menandatangani PKL, sebaiknya dipelajari > dulu & setlh dittd mintalah salinannya kpd agen, agar dpt > dipergunakan apabila terjadi suatu masalah. > Sekian dulu topik ini saya sampaikan, semoga menjadi suatu bahan > pertimbangan bagi Mr. Budiman selaku moderator dan para rekan milis > lainnya. Terima kasih. > JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
