darul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Pak HanafiSengaja saya CC kan penanggap ini kepada bapak. Kelihatan mereka sangat alergi dengan KPI. Tapi apa mereka anggota nggak ya? Dan bekerja dengan perusahaan yang ber-KKB dengan KPI nggak ya? Kadang memang orang maunya enaknya saja. Menilai menurut kata orang, tanpa cek and recheck.Rekan Wahid, kapan anda jadi anggota KPI dan membayar iyuran di KPI, dan pernah nggak anda beraudiensi dengan KPI, kok penilaiannya begitu obsurb.Sudah itu mengenai agen yang nakal, ya agent yang nggak ada hubungan dengan KPI. Boleh anda check. Pelaut bekerja via agent kan kemauan si pelaut sendiri.Ini mungkin sifat manusia, kalau lagi enak, didiamkan sendiri. Tapi kalau kesusahan melempar kesalahan ke orang lain. Ya mbok sekali-kali coba meloihat diri didepan kaca.Maaf agak terus terang, biar ada klarifikasi.TksBekas pernah berkorban di KPI.----- Original Message -----From: Wahid SuyitnoSent: Monday, February 07, 2005 2:36 PMSubject: RE: [pelaut] Hai apa kabar??Rekan2 semua yg saya hormati,
Adalah jelas mengapa agen minta fee. Cobalah melihatnya dr sudut pandang mrk.
Pertama, wkt mrk cari order apa tdk butuh biaya?
Kedua, ketika dpt order, mrk psg iklan, apa tdk butuh biaya?
Ketiga, wkt pelaut memasukkan lamaran dan dicatat oleh pegawai administrasi dr agen tsb, apa tdk butuh biaya?
Keempat, wkt PKL dittd & siap berangkat di bandara lalu agen hrs ketemu oknum2 bandara yg minta sumbangan "Pak Ogah", apa tdk butuh biaya?
Kelima, wkt pelaut sdh bekerja tiba2 krn mutu kerjanya tdk sesuai owner/operator & dideportasi, apa tdk butuh biaya?
Semua ini hrs kita lihat scr rinci spy kita lbh bisa obyektif menilai, cobalah utk tdk menilai sepihak. Ini bukan berarti saya memihak agen, tetapi pd dsrnya mrk juga tlh mengeluarkan modal lbh dulu sebelum para pelaut dpt diberangkatkan/sign on. Nah, siapa yg mau mengganti ongkos2 tsb? Jadi menurut saya, wajar saja para agen meminta fee dr pelaut utk kelancaran administrasi mrk.
Yg menjadi pertimbangan adalah :
1. Di mana fungsi KPI? Apakah di sini KPI hanya berfungsi utk memotong gaji sekian persen utk kontribusi negara, sementara ketika pelaut mengalami musibah, KPI menutup sebelah mata? Padahal scr organisasi, mrk lah yg berhak mengatur semua pergerakan agen pelayaran di Indonesia berikut semua konsekuensinya, termasuk apabila si pelaut mengalami musibah. Sayangnya, pada kenyataannya, mrk lbh suka duduk2 main catur di kantor dan menunggu pihak mana yg bisa 'menghasilkan' utk kantong mrk (Sorry KPI !)
2. Apabila si pelaut yg dikirim agen mengalami kesulitan/musibah wkt mrk sign on, apakah agen mau ikut bertanggung jawab?
3. Apabila si pelaut tlh berhenti bekerja disebabkan faktor usia dsb, apakah sebagian dr gaji pelaut yg dipotong utk pajak dan jaminan hari tua (jht) mau diurus pengembaliannya oleh agen?
Nah, ... saya kira rekan2 semua bisa menjawab itu semua. Apabila tdk ada pihak yg mau serius bertgg jwb atas kondisi pelaut ketika mengalami masalah, lalu siapa yg mau? Apakah jawabnya hanya pada rumput yg bergoyang?
Sungguh ironis, ketika pelaut masih fit maka agen dg semangat mendorong spy mrk bekerja keras melawan badai dsb. Ketika sdh loyo atau mengalami musibah, para agen bukannya menolong malah memotong.
Demikianlah balasan milis dr saya, selanjutnya akan dilanjutkan kembali apabila waktunya memungkinkan. Sekian terima kasih.
DAVE, 07-02-05
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now
JALESVEVA YAYAMAHE
JALESVEVA YAYAMAHE
Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now
JALESVEVA YAYAMAHE
| Yahoo! Groups Sponsor | |
|
|
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
