1) Tidur Siang Itu Bikin Karyawan Produktif
Health: Thursday, 20 Nov 2003 14:57:49 WIB
 
Dr.Handrawan Nadesul
 
Sekarang tidur siang agaknya tidak sepopuler zaman dulu. Tidur siang
bahkan terkesan memanjakan badan. Orang pekerja keras bukan cuma
menganggap tidak penting tidur siang, tapi terlebih dinilai buang-buang
waktu saja. Betulkah tidur siang ada gunanya?
 
Seorang ayah mengeluh begini. "Dulu waktu kakek saya muda, berangkat
kerja tidak terlalu pagi, dan sore hari sudah santai di rumah, masih
sempat tidur siang. Sedang waktu saya muda, saya berangkat kerja pagi
pulang sore, tak selalu sempat tidur siang, tapi di rumah sudah 
santai."
 
"Tapi angkatan anak saya sekarang," lanjut si Ayah. "Berangkat subuh
pulang malam, sudah tidak pernah sempat tidur siang, masih bawa pulang
kerjaan lembur di rumah pula..." Dan itulah agaknya gambaran rata-rata
kehidupan stereotipik pekerja angkatan zaman sekarang.
 
Usia Lebih Panjang
Ingat tidur siang ingat toko-toko di kota-kota Jawa Tengah. Hampir
kebanyakan toko di sana tutup siang hari, dan buka lagi sore hari, 
tentu
untuk jeda, mungkin juga untuk tidur siang. Dan itu berlangsung sampai
sekarang. Yang seperti itu tidak terjadi di kota besar.
 
Saya mengamati, dari statistik tercatat, umur harapan hidup penduduk
Jawa Tengah, Yogyakarta khususnya, lebih panjang dibanding orang
Jakarta, Medan, atau Surabaya, yang bukan saja lupa tidur siang, bahkan
tidur malam pun sering tak sempat.
 
Apakah itu memang yang menjadi penyebab umur harapan hidup orang kota
besar tidak sepanjang orang-orang di kota kecil, yang masih tidak lupa
waktu jeda, dengan perangai yang masih alon-alon waton klakon? Kita
masih memerlukan kajian untuk itu.
 
Tapi mungkin juga benar begitu. Irama hidup rata-rata orang kota besar
yang lebih bergegas banyak memompa adrenalin dalam darah, sehingga 
organ
tubuh jadi bergiat terus. Otot-otot tangan tegang mengepal, lambung
lebih masam, mata membelalak, dan jantung lebih sering terpacu, nyaris
tanpa diselingi waktu jeda, alih-alih bisa tidur siang. Tubuh 
kekurangan
waktu jeda, dan organ-organ semakin kekurangan waktu memulihkan diri.
Sebagian besar sudah kerja keras membanting tulang sejak muda, masih
terus dipacu bekerja kurang waktu jeda pula.
 
Sebaliknya orang-orang di kota kecil, selain irama hidupnya lebih waltz
ketimbang rock, hormon stres adrenalin-nya hanya terkadang saja 
terpompa
membanjir dalam aliran darah. Paling hanya di saat-saat tarif listrik
naik, atau minyak tanah susah di pasaran, adrenalin pemicu stres itu
melonjak. Selebihnya lebih banyak waktu tanpa jantung dan tensi harus
menggelegak, dan itu bedanya mengapa rata-rata orang kota tidak bisa
santai.
 
Ketegangan semacam itu yang bikin orang hidup dengan irama kota besar
menjadi ringkih, dan bisa jadi rentan terkena "penyakit manajer",
penyakit orang mapan yang hidupnya selalu bergegas dikejar waktu.
 
Lebih Lamban
 
Jangan abaikan tidur siang. Tidur siang paling sedikit setengah jam,
atau lebih bagus lagi bisa satu jam, terbukti meningkatkan 
produktivitas
kerja, kesiapsiagaan tubuh, dan memulihkan mood, seperti diungkap 
Survey
National Sleep Foundation, Washington DC baru-baru ini.
 
Lebih 60 persen orang dewasa di Amerika tidak tidur siang, dan mereka
mengalami rasa mengantuk selama bekerja. Ongkos kehilangan 
produktivitas
kerja yang harus dibayar akibat tidak tidur siang mencapai 18 milliar
dolar AS setiap tahunnya.
 
Berbeda dengan di kebanyakan negara di Eropa, Spanyol khususnya, mereka
rata-rata menyisihkan waktu untuk tidur siang. Banyak toko tutup siang
hari barang beberapa jam, sebagaimana di kota-kota kecil di Jawa 
Tengah.
Dan ternyata ada manfaatnya.
 
Studi yang dilakukan oleh Circadian Technologies of Lexington, Mass. 
AS,
membuktikan hasil yang sama dalam hal manfaat tidur siang. Namun mereka
menyayangkan lebih separo perusahaan di AS yang tidak setuju 
karyawannya
memperoleh tidur siang, bahkan menegur, atau memecatnya.
 
Studi Harvard membuktikan, dibanding pekerja yang diberi tidur siang
sedikitnya setengah jam, para pekerja yang tidak tidur siang terbukti
laju pekerjaannya lebih lamban dibanding yang mendapat tidur siang.
Terlebih untuk jenis pekerjaan yang memerlukan konsentrasi.
 
Harus diakui bahwa tidur soal penting dalam kehidupan. Selama tidur
semua fungsi organ tubuh cenderung melamban, pada saat itu sel dan
jaringan yang aus dan rusak dipulihkan. Buat bisa mencapai panjang 
umur,
durasi tidur harian seseorang ikut menentukan. Tubuh memerlukan
kecukupan waktu tidur.
 
Orang yang cukup tidur, dan tidurnya teratur, serta betul-betul tidur,
lebih besar kemungkinan umur panjang dibanding yang tidak cukup tidur.
Masuk akal jika tidur siang juga memberi tambahan bonus itu.@
Sumber: Senior
 
 
2) Tidur, Kalau Bisa Lelaplah Setengah Jam
Health: 20 Nov 2003
 
 
Berbicara soal tidur, tentu tidak selalu sederhana urusannya untuk 
semua
orang. Ada orang yang tidak selalu mudah tidur kapan saja di mana saja.
Insomnia sejak muda bukan kasus langka. Sungguh beruntung orang yang
tanpa harus ketemu bantal saja bisa tidur, di mana saja, dan lelap 
pula.
 
Jadi memang secara teknis, tak selalu mungkin orang terkondisikan untuk
selalu bisa tidur siang, terlebih di kantor, lantaran sudah pasti tak
mungkin kalau harus pulang dulu hanya untuk tidur siang. Perlu
dikondisikan agar semua karyawan bisa terlena sejenak di kantor.
 
Buat kelompok yang gampang tidur bisa memanfaatkan waktu sependek apa
pun, mungkin ketika di ruang tunggu, di bus, atau di meja kerja
sekalipun. Namun tidak demikian buat yang kalau tidur perlu suasana
khusus, dan tidak bisa tidur kalau bukan di kamar sendiri.
 
Bukan karena lamanya tidur, tidur seseorang dikatakan berkualitas.
Kualitas tidur ditentukan pula terlebih apakah kedalaman tidur 
tercapai.
Orang cukup jeda tidur siang setengah jam jika sependek itu benar-benar
penuh lelap tertidur. Artinya fase tidur REM (Rapid Eye Movement), sama
bagus dan seimbangnya dengan fase tidur NREM (Non-Rapid Eye Movement).
 
Tidur yang tanpa keseimbangan kedua fase tidur itu bukan tergolong 
tidur
berkualitas. Kendati tidurnya lama, belum tentu orang merasa sudah 
cukup
tidur. Sehabis bangun tidur, mungkin tidak merasa bugar. Artinya
kualitas tidurnya memang rendah.
 
 
Jika kualitas tidur rendah, orang jadi uring-uringan selama masa
terjaga, mudah tersinggung, nafsu makan menurun, konsentrasi terganggu,
dan seks meningkat. Jika tidur siang pun tak berkualitas mungkin kurang
ada manfaatnya.
 
Bagi anak-anak yang masih bertumbuh, mereka membutuhkan tidur siang
lebih banyak dibanding orang dewasa. Tidur siang bagi anak-anak 
membantu
memacu tinggi badan, oleh karena selama tidur (siang) pengeluaran 
hormon
pertumbuhan (Growth Hormone) terpacu pula, sehingga anak berpeluang
untuk bertambah tinggi. Sebaliknya anak yang main sepanjang hari tanpa
tidur siang, umumnya tinggi badannya tidak bertumbuh mencapai puncak
optimalnya.
 
Jangan heran kalau kebanyakan orang dewasa kota besar zaman sekarang,
sosok karir, pekerja kantoran, juga ada kebiasaan tidak resmi bobo-bobo
siang yang dilakukan sesudah makan siang atau dijuluki BAL (Bobo After
Lunch). Namun tentu jenis tidur begini tidak boleh digolongkan sebagai
tidur betulan, oleh karena memang cuma bobo-boboan, main bal-balan,
entah dengan siapa, tak jelas di kamar mana dan punya siapa pula. @
Sumber: Senior
 
 
3) Tumbuhan Pengusir Wasir
Health: Tuesday, 3 Feb 2004
 
Menggunakan kecanggihan teknologi kedokteran adalah satu pilihan. Untuk
menyembuhkan wasir, tersedia pilihan terapi lain. Alternatif yang 
sering
digunakan adalah pengobatan dengan tumbuh-tumbuhan. Berikut beberapa
obat tradisional yang dipercaya mampu mengatasi gangguan wasir.
 
Bayam suri (Amaranthus spinosus L)
Ambil daun dan batang bayam duri segar secukupnya. Cuci bersih, rebus
sampai mendidih, kemudian angkat sayuran dari tempat perebusan. Uap 
yang
keluar digunakan untuk menguapi wasir. Sedangkan air rebusan yang masih
hangat digunakan untuk merendam wasir.
 
Daun duduk (Desmodium triquetrum)
Ambil 20 gram daun duduk segar, cuci bersih, lalu rebus dengan 1 gelas
air selama 15 menit. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan
sekaligus. Lakukan setiap hari.
 
Daun sosor bebek (Kalanchoe pinnata)
Ambil 25 gram daun sosor bebek segar. Cuci bersih lalu rebus dengan 2
gelas hingga bersisa separuhnya. Setelah dingin, saring. Minum air
rebusan sekaligus. Lakukan setiap hari sampai wasir sembuh.
 
Buah makasar (Brucea javanica (L) Merr)
Ambil 7 butir buah makasar. Giling sampai halus, lalu masukkan ke dalam
kapsul. Minum sekaligus.
 
Kangkung (Ipomea aquatica sp)
Ambil kangkung secukupnya, cuci bersih, bubuhi dengan garam. Lumatkan
sampai halus. Bubuhkan bagian yang sakit.
 
Daun Iler (Coleus Scutellarioides)
Ambil 25 gran daun iler segar. Cuci sampai bersih lalu rebus dalam 2
gelas air mendidih atau kira-kira selama 15 menit. Tambahkan 5 gram 
gula
merah. Aduk rata. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan sekaligus.
 
Pegagan (Centella asiatica)
Sediakan 50 gram pegagan segar berikut akarnya. Cuci bersih, rebus 
dalam
2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan
sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh.
 
Daun selada (Lactuca sativa)
Ambil daun selada secukupnya. Cuci bersih lalu rebus hingga air rebusan
berkurang. Angkat daun selada, bubuhkan ke tempat yang sakit. Cara 
lain,
suruh penderita berjongkok di atas air bekas rebusan selada. Biarkan 
uap
panasnya mengasapi wasir.
 
Temulawak (Curcuma xanthomizha Rozb.)
Sediakan seukuran 1 jari rimpang temulawak, setengah jari kelembak
(Rheum offcinale Baill.), 1 genggam pegagan (Centella asiatica), 1
genggam daun saga (Abrus precatorius L.), setengah genggam patikan cina
(Euphorbia thymifolia L), seukuran 3 jari gula enau. Cuci semua bahan,
potong-potong seperlunya. Rebus bahan dalam 5 gelas air hingga tersisa
separuhnya. Setelah dingin, saring. Minum air rebusan 3 kali sehari,
masing-masing 1/3 bagian. Lakukan setiap hari.
Sumber: human health

 



JALESVEVA YAYAMAHE


Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke