|
Sebuah renungan. Silahkan mengomentari. Selamat berakhir pekan. Budiman From: Albert Tanzil
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Selamat malam Pak Haji, Di situs: saya baca judul: Pelaut dan kemudian di situs ini terbaca: http://www.nakertrans.go.id/majalah_buletin/warta_naker/edisi_6/berita_pelaut.php Indeks Warta Ketenagakerjaan 6 ,� Jumat, 29 April 2005 , � BERITA KETENAGAKERJAAN Pelaut Indonesia Terancam
Kalah Bersaing di Luar Negeri
Pelaut Indonesia yang selama ini dianggap sebagai
salah satu tenaga terampil yang diandalkan dan mampu bersaing di pasar kerja
internasional, saat ini terancam bakal tersingkir. Hal ini disebabkan karena
etos kerja pelaut Indonesia di luar negeri dinilai telah menurun. Padahal,
sebelumnya hampir semua kapal asing mempekerjakan pelaut dari Indonesia, pelaut
Indonesia dikenal memiliki etos kerja yang tinggi, taat perintah, penyabar dan
pekerja keras. Tetapi penilaian tersebut, kini telah berubah karena berbagai
tindakan tidak disiplin, di antaranya sering berbuat onar dan tidak dikenainya
sanksi baik oleh pemerintah maupun oleh asosiasi pelaut di Indonesia. Di samping tidak disiplin dalam bekerja, kualitas
pelaut Indonesia saat ini juga dianggap menurun, terbukti ketika Hanjin
Container Lines perusahaan pelayaran terbesar di Korea Selatan membutuhkan 90
orang pelaut, setelah dilakukan tes, hanya 45 orang yang mampu mencapai nilai 70
dan dianggap layak untuk mengisi lowongan yang tersedia, sedangkan yang lainnya
tidak mampu mencapai skor yang lebih tinggi, penyebabnya adalah kebanyakan
pelaut Indonesia tidak menguasai pengetahuan maritim karena menggunakan bahasa
Inggris. Di samping rendahnya kualitas, pelaut Indonesia
selama beberapa tahun terakhir ini harus bersaing dengan pelaut Filipina yang
gencar mengekspor pelaut-pelautnya yang lebih berkualitas dan dapat
berkomunikasi dengan mudah karena menguasai bahasa Inggris. Di samping itu
mereka telah memiliki The Law of Seamen yang dikeluarkan oleh Philippine
Overseas Employment Agency yang antara lain memuat tentang tata tertib bekerja
sebagai pelaut, sehingga para pelaut yang terbukti berbuat onar akan dicabut
ijin kerjanya. Untuk mengatasi persaingan yang semakin ketat, maka
pemerintah Kalau ke-2 berita ini
dibaca ber-turut� sepertinya bertentangan satu sama yang lain.Disatu pihak KPI
katakan pemerintah kurang usaha�nya menghindarkan 18.000 pelaut Bagaimana komentar pak
Haji? Banyak crew Dan pemerintah
sebaliknya menyebutkan contoh dari Hanjin dan segera menyebutkan bahwa pelaut Sekarang ini banyak
kapten/owner coaster Belanda yang hanya berlayar didaerah pelayaran Laut
Mediteranean dan Eropa Barat enggan mengunakan tenaga pelaut Contoh: Kapal ada dipelabuhan
Porto di Portugal. Di Portugal ada peraturan ke imigrasiannya
yang tidak dapat memberi visa transit untuk negara� Schengen bagi
pelaut Lapangan kerjanya pelaut
kita akan beralih ke negara� Asia maka disamping penguasaan bahasa Inggris
perlu sekali penguasaan salah satu bahasa asing Asia dikuasai,seperti
bahasa Mandarin, Jepang atau Salam Albert JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links
|
- Re: [pelaut] FW: Pelaut Indonesia Budiman
- Re: [pelaut] FW: Pelaut Indonesia winanto aswin
- Re: [pelaut] FW: Pelaut Indonesia Imam Soeseno
- Re: [pelaut] FW: Pelaut Indonesia Ponti
