salam kenal kepada seluruh senior pelaut
dear pak budiman
tahun ini merupakan tahun terakhir saya kuliah di salah satu sekolah pelayaran negeri,dan yang saya rasakan kekurangan dari program belajar disini adalah kurangnya praktek belajar manuver kapal di ship simulator,padahal di kampus saya baru dibangun,dan telah diresmikan pada awal tahun 2005 ini,dan saya hanya 3 kali masuk ke ship simulator yang baru dan canggih ini....nah gimana saya mau pinter pak.....?saya terus berusaha mencari program microsoft yang berkaitan dengan ilmu kepelautan,contohnya saya baru dapat copy dari smcp(standard marine and communication phrases),dari sana saya banyak belajar tentang masalah komunikasi gmdss,saya ingin sekali mendapatkan microsoft terbaru untuk ship manouver,saya cuma punya yang lama yang cuma bisa dioperasikan lewat DOS.dan masalah english i am proudly announce you that we keep improve our english capability,especially in marine communication and words.but our problem is we are fresh graduated,we still need a guide and information from senior popeye( kami butuh bimbingan dan informasi dari bapak2 pelaut senior....) terimakasih.
hormat saya RESKY PRAYUDHO

jonson brightstone <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Pak Budiman dan rekan-rekan pelaut serta para praktisi / pemerhati Pelaut.
Tergerak hati saya untuk urun rembug, setelah membaca kata keprihatinan yang disampaikan oleh Pak Budiman yang berbudi luhur memikirkan "pelaut" yang luput dari perhatian banyak pihak.
Saya sendiri termasuk kelompok "ora mudeng" karena saya baru enam tahun terakhir bergelut dengan urusan pelaut, sebelumnya selama 14tahun saya bekerja di perusahaan penerbangan Nasional yang notabene beda jauh dengan bidang yang saya geluti sekarang ini.
Beberapa perbedaan yang menyolok adalah :
TECHNICAL SKILL, Semua Pilot yang memiliki license / lulus sesuai grading-nya, dipastikan bisa menerbangkan pesawat sesuai standar international yang berlaku, sedangkan Pelaut meskipun memiliki license yang sama technical skill-nya tidak standar. Contoh paling konkrit : sama-sama ANT-1 ada yang trampil oleh gerak armada, tetapi banyak juga yang seluruh badannya "bergetar" saat memegang tanggungjawab sebagai Nahkoda ditambah lagi kemampuan memimpin (leadership)-nya banyak yang ala Juragan / Mandor. Sedangkan sesuai dengan tuntutan zaman tuntutan pekerjaan sebagai seorang "Master" juga dituntut memiliki kemampuan me-manajemen-i (Managerial) kapal sesuai zamannya. rasanya sedih kalo pada saat proses recruitment ada Master yang GATEK, nggak ngerti Microsoft Office, bahasa inggrisnyapun dibawah rata-rata........
MANAGERIAL SKILL, duh............ tuntutan yang satu ini sulit sekali kami dapatkan, berpengalaman sebagai Master tidak lantas memiliki Managerial Skill yang cukup untuk me-manage seluruh business process di atas kapal.
LEADERSHIP, masih banyak perwira kita yang memimpin mengandalkan  Kekuasaan (Power), dan bukan karena Leadership style sesuai tuntutan zaman.
Saran untuk menyempurnakan beberapa "ketidak sempurna'an" tersebut, disarankan para Perwira berusaha menambah ketrampilan dan pengetahuan melalui lembaga-lembaga pendidikan MANAGEMENT SUMBER DAYA. Menurut hemat saya belum cukup dengan apa yang sudah dimiliki melalui pemenuhan STCW '95 saja, perlu ilmu tambahan untuk kesempurna'an diri, meskipun ada pepatah No body perfect !!! tapi apa salahnya kita mencoba improvisasi untuk meningkatkan "VALUE" diri kita ? agar memiliki nilai jual yang tinggi atau setidak-tidaknya setara dengan nilai / hasil survey BIMCO / ITF ?!!
Best regards,
-Jon-


YBBN <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam Pelaut,
 
Dari hasil survey diatas, masih terlihat bahwa secara umum pasar akan kekurangan tenaga Perwira dan kelebihan tenaga bawahan (Support).
Dari pengalaman dilapangan, khususnya di Indonesia hal ini sudah terasa. Iklan lowongan kerja banyak mencari Perwira, terutama Management Level. Ini adalah kesempatan bagi semua Pelaut Indonesia terutama Perwira agar jangan terlena dan terus mempersiapkan diri. Saya turut senang sekarang sudah banyak Perwira termasuk Perwira Mesin yang sudah banyak mengenal computer alias tidak gaptek lagi. Ini adalah hasil nyata dari perkembangan dan antisipasi 10 tahun terakhir. Kekurangan mendasar menurut saya adalah kurangnya rasa PERCAYA DIRI. Contoh kecil, dari pengalaman penerimaan cadet tahun lalu, mereka yang hasil tes bahasa Inggrisnya bagus ternyata gagal karena ketika tatap muka dengan orang asing langsung blank. Mari kita pelajari fenomena ini dan dengan segala kebesaran hati menerimanya sebagai fakta dan bagaimana memperbaikinya. Saya yang kebetulan juga didaulat untuk aktip dibidang Peningkatan Mutu Pendidikan Pelaut Swasta, merasa sangat berkepentingan.
Baru baru ini, bekas cadet saya yang tidak diragukan kemampuannya, menolak untuk menjadi Mualim I. Belum lagi menyikapi surat resmi dari Jepang yang mempertanyakan hal yang sama kepada pemegang ANT I yang belum siap jadi Nakhoda. Ini tentunya tidak bersifat umum. Tapi marilah kita bersama sama menanggulangi masalah ini. Paling tidak sumbang saran positip dan berdiskusi secara santun. Sudah lelah rasanya kita (Pelaut) selama ini tidak ada yang memperhatikan, yang berkepentinganpun umumnya tidak mengetahui permasalahan Pelaut. Ya jelas “ora mudeng”
Masih panjang cerita ini, silahkan disambung.
 
Salam
Budiman   


Brings words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with Yahoo! Mail.

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

JALESVEVA YAYAMAHE



SPONSORED LINKS
Bali indonesia hotel Bali indonesia Indonesia hotel
Bali indonesia vacation Bali indonesia travel


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke