Seandainya, yang punya kuasa dalam pengelola dalam bisnis pelayaran dan prasarana dan yang terkait.itu sadar benar dengan persaingan global bukan 5 taun harus balik modal dan bagaimana untuk meloby,untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan umum, kunjungan kunjungan kedaerah cuma untuk berlibur dan arisan, bukan untuk merencenakan dan melaksanakan perombakan. coba liat negara tetangga kita yang sebesar titik kalu di peta. bukan berarti untuk alasan negara kita luas, itu untuk alasan saja. dan malah negara sebesar titik itu dipercaya untuk membangun fasilitas2 pelabuhan dan cara system pengoperasian yang sistimatis di negara lain. Kapan???? kita menyusul dipercaya olah orang lain.sedangkan kita sudah punya fasilitas lebih dahulu. tapi kita sekarang ketinggalan jauh.terbukti barang2 yang mau di export pasti akan transit di negara sebesar titik itu.dahulu taun 80-90an masih banyak kapal kapal kita ke amirika dan eropa langsung ,sampai ada di ANTWERP Ada pelabuhan sendiri buat kapal kapal indonesia, tapi sekarang ...? Dan intinya harus dari kesadaran untuk maju kedepan. Tinggalkan budaya kolonial atau kerajaan yg intinya asal bapak senang dan selamat.MArilah kawan2 pelaut kita MAWAS DIRI dan berbenah diri untuk meningkatkan citra dan profisional di mata dunia. Dan tegas untuk menolak daripada hal2 yang menyeleweng ( misal: perintah dari orang2 kantor yang menyeleweng; menjual minyak yg istilah kerenya "kencing" ) bernegolah gaji yang sesuai sebelum naik kapal dan tanda tangan kontrak kerja, jangan asal naik dulu yang penting akan tetapi nanti mengeluh kalo sudah diatas kapal yah... gaji kecilll harus ada seseran lain, yang akan mengakibatkan kita pelaut yang menanggung resiko kalo kesleo ( apes)" Contoh artikel yang di attch. sama bapak budiman masalah kriminalitas pelaut.
Maaf kalo saya menyinggung salam saya Tian Drilling Ship..... --- In [email protected], "Darul M" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Menurut hasil survey JICA/Stramindo, pelajaran berikut harus dikuasai oleh > penyelenggara pelayaran di Indonesia. Tapi hasil survey dan saran tersebut > di gudangkan saja di Dephub. Mungkin dianggap angina lalu saja, walau sudah > mengeluarkan uang banyak untuk itu. Seandainya ini menjadi persyaratan yang > diharuskan oleh pengelola perusahaan, maka musibah yang berpangkal dari > factor manusia ini dapat dihindari, walau sebagiannya. Tapi persyaratan > tersebut seharusnya diikuti dengan "law enforcement". Kalau masih ilmu "USA" > yang dipakai oleh pejabat Negara ini, alamat akan karamlah kapal besar > negara ini. > > > > Mata pelajaran tersebut adalah: > > > > > 1 > > TQM, ISO & ISM Code > > > 2 > > Process Management > > > 3 > > Business Management & Marketing > > > 4 > > Logistic System & Transportation Economic > > > 5 > > Voyage Estimating, Cost Accounting &Chartering > > > 6 > > Finance and Risk Management > > > 7 > > Legal Issues & Maritime Administration > > > 8 > > Environmental Issues in Industry > > > 9 > > Case Study of Business Development > > > 10 > > International Trend and Land Transportation > > > 11 > > Cost Accounting, Budgeting & Reporting > > > 12 > > Organization & Human Resource Management > > > 13 > > Port Management & Development Planning > > > 14 > > Convention & Symposium > > > > Mata pelajaran ini adalah sebagai tambahan terhdapa apa yang telah > disyaratkan oleh IMO. > > > > Salam > > Pensiunan Pelaut. > > > > _____ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of > dhani jaguar > Sent: Wednesday, February 28, 2007 1:04 PM > To: [email protected] > Subject: Re: [pelaut] Diklat Pertamina > > > > > Dear All Seafarer's, > > Apa yang bisa kita lakukan setelah kita merenung? Karena kejadian demi > kejadian silih berganti menimpa bidang transportasi di negeri tercinta > Indonesia. > Menurut hemat saya tidak hanya dengan merenung; tapi kita harus berbuat, > kemampuan apa yang bisa kita sumbangkan untuk bisa tercapai suatu iklim yang > > kondusif; alangkah terpujinya bagi kita yang mempunyai kemampuan/ ahli dalam > > bidang keselamatan transportasi bisa share disini, sehingga dapat bermanfaat > > untuk menambah wawasan dan diharapkan akhirnya mengurangi tingkat kecelakaan > > yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan /ilmu. > > Coba kita lakukan kiat di bawah ini; > 1. Mulai dari diri sendiri > 2. Mulai saat ini > 3. Mulai dari hal yang kecil > > Kacamata yang harus kita pakai adalah kacamata positif; tidak harus saling > menuding siapa yang salah dan siapa yang harus bertanggung jawab. Tapi mari > kita berbuat semampu kita untuk mencoba menyumbangkan sesuatu yang terbaik > yang kita miliki. > > Sedikit ilustrasi "Bilamana anda memakai kacamata merah; maka yang dilihat > akan berwarna merah; bilamana memakai kacamata kebencian; sebaik apapun > pekerjaan orang akan dinilai buruk" > > Wassalam, > DJ > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> JALESVEVA YAYAMAHE Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
