Ya anda sangat betul dengan subject Mawas diri, karena seakan akan 
menyinggung DIKLAT PERTAMINA. terima kasih bapak.

Ya saya sangat setuju, didunia sekolah maritim pada umumnya tidak ada 
kurikulum yang menyangkut masalah pelajaran, offshore semuanya 
cargo/container. hanya pengenalan sekilas waktu saya di bangku 
sekolah kemarin
dan biasanya pelaut pelaut yang berkecimpung di offshore, dengan 
modal berani, dan disitulah kita menimba ilmu dari pengalaman sehari 
hari selama di kapal.
Terima kasih, semoga dengan segera di tempat kita indonesia diadakan 
diklat pelajaran mengenai, bagaimana kerja di kapal2, 
1. Seismic survey
2. AHTS
3. Tug boat
4. 4 point mooring dan bagaimana cara mengikat kapal di platform
5. Drilling Ship dengan 8 point mooring
6. Drillingship dengan digerakan DP

Terima kasih, kalo pemerintah mengadakan Diklat yang bertujuan untuk 
meningkatkan kemampuan pelaut2 indonesia.

hormat &salam

Tian
Drilling Ship/voyage to Shakalin


--- In [email protected], "ybbn" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rekan Milist,
> 
>  
> 
> Dari diskusi yang berkembang dimulai dari Diklat Pertamina, saya 
akan rubah
> subjeknya jadi MAWAS DIRI. Ini akan kita kaitkan dengan banyaknya
> kejadian/kecelakaan laut.
> 
>  
> 
> Tanpa harus mencari kambing yg hitam marilah kita "Mawas Diri". 
Saya rasa
> hal yang paling sulit adalah mencari kelemahan diri kita. Dengan 
mengetahui
> kelemahan kita saya yakin kita akan dapat nilai tambah.
> 
>  
> 
> Dalam ISM (yang saya pernah denger lho) didengungkan "latihan yang 
tiada
> habis" dan istruktur terkadang bergurau latihan teraklhir adalah 
latihan
> mati. Juga "kemajuan yang berkelanjutan" jadi grafiknya selalu 
naiklah
> (lumayan biar Cuma 0,5 derajat juga.). Menurut Ustad yg juga 
manusia katanya
> " Rugilah kita yg hari ini lebih jelek dari hari kemarin" (Kalo 
soal tampang
> aq kan dari sononya udah jelek)
> 
>  
> 
> Kaitannya dengan prilaku kita setelah keluar sekolah formal. Kita 
menghadapi
> persaingan nyata dalam "belajar hidup atau ilmu hidup". Kekurangan 
kita yang
> disadari atau tidak adalah kita tidak gemar membaca. Kalau boleh 
tidak baca
> text book kenapa tidak, sudah dapat diktat, minta kisi kisi lagi. 
Tapi oke
> lah jaman sekolah.
> 
> Ada lelucon soal bagaimana kita menghargai buku bacaan. Kalu hujan 
orang
> kita bukunya dipake paying. Kalo orang "sono" bukunya diselamatkan.
> 
>  
> 
> Saya harap rekan rekan ada keinginan untuk belajar. Sebagai 
professional ya
> kita dituntut untuk itu. Akhirnya pelaut juga akan ada spesialisasi.
> Spesialisasi AHTS, RORO, Tanker dll.
> 
>  
> 
> Kalau perusahaan yg menerapkan ISM dgn baik, semua buku peraturan
> Nasional/Internasional pasti dan harus ada dikapal. Kalau bahasa 
Inggris
> jadi kendala, mungkin kita bisa mencari terjemahannya. Kalau belum 
ada,
> kenapa kita tidak buat.
> 
>  
> 
> Saya sudah merasakan kebersamaan rekan rekan Milis. Bisa berdiskusi 
dengan
> segala kelapangan dada. Toh ini untuk kemajuan kita bersama.
> 
>  
> 
> Dalam kesempatan ini saya juga merasa sedih karena dari 50 pelaut 
dari
> berbagai jabatan yang ditest untuk TUG BOAT, tidak ada satupun yg 
lulus.
> Saya tidak tahu harus menjawab bagaimana. Kalau gaji yang 
ditawarkan lebih
> besar , apakah ini akan menyelesaikan masalah ? Mungkin sebagian. 
Tetapi
> masalah intinya adalah yg 50 tadi ILMU KEPELAUTANNYA mana ? Menurut 
yang
> nguji, seorang Nakhoda atau c/o tug boat nggak bisa buat towing 
arrangement
> ya keterlaluan. Kalaupun bisa nggak tahu alasannya kenapa harus 
demikian.
> TANYA KENAPA
> 
>  
> 
> Mungkin sekian dulu dan saya tunggu komentar/saran urun rembug dan 
solusinya
> 
>  
> 
> Laporan dari DEPLU entar aza yah.
> 
> Lagi bete nih.
> 
>  
> 
> Salam
> 
> Budiman
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On 
Behalf Of
> dhani jaguar
> Sent: Wednesday, February 28, 2007 1:04 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [pelaut] Diklat Pertamina
> 
>  
> 
> 
> Dear All Seafarer's,
> 
> Apa yang bisa kita lakukan setelah kita merenung? Karena kejadian 
demi 
> kejadian silih berganti menimpa bidang transportasi di negeri 
tercinta 
> Indonesia.
> Menurut hemat saya tidak hanya dengan merenung; tapi kita harus 
berbuat, 
> kemampuan apa yang bisa kita sumbangkan untuk bisa tercapai suatu 
iklim yang
> 
> kondusif; alangkah terpujinya bagi kita yang mempunyai kemampuan/ 
ahli dalam
> 
> bidang keselamatan transportasi bisa share disini, sehingga dapat 
bermanfaat
> 
> untuk menambah wawasan dan diharapkan akhirnya mengurangi tingkat 
kecelakaan
> 
> yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan /ilmu.
> 
> Coba kita lakukan kiat di bawah ini;
> 1. Mulai dari diri sendiri
> 2. Mulai saat ini
> 3. Mulai dari hal yang kecil
> 
> Kacamata yang harus kita pakai adalah kacamata positif; tidak harus 
saling 
> menuding siapa yang salah dan siapa yang harus bertanggung jawab. 
Tapi mari 
> kita berbuat semampu kita untuk mencoba menyumbangkan sesuatu yang 
terbaik 
> yang kita miliki.
> 
> Sedikit ilustrasi "Bilamana anda memakai kacamata merah; maka yang 
dilihat 
> akan berwarna merah; bilamana memakai kacamata kebencian; sebaik 
apapun 
> pekerjaan orang akan dinilai buruk"
> 
> Wassalam,
> DJ
> 
> >From: Ponti <[EMAIL PROTECTED] <mailto:ponti_anus%40yahoo.com> com>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:pelaut%40yahoogroups.com> com
> >To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:pelaut%40yahoogroups.com> com
> >Subject: Re: [pelaut] Diklat Pertamina
> >Date: Tue, 27 Feb 2007 13:08:56 -0800 (PST)
> >
> >Dengan hormat
> > Sebetulnya saya mohon maaf atas pendapat saya yang terlalu, tapi 
saya 
> >mengajak semua untuk merenungkan, karena kalo reformasi juga 
susah, malah 
> >yang kader baru juga sama saja, malah tambah butho ijo. sebetulnya 
kalo 
> >pendapat saya ya membutuhkan kesadaran untuk memperbaiki cara 
kerja. masak 
> >kita malah kalah sama murid. contoh malaysia sekarang, dunia 
pelayaran 
> >lebih maju. pelabuhan2 diperbaharui. kita punya pelabuhan 
peninggalan 
> >kolonial. ngak teratur, semua bisa masuk ruang steril juga kalo 
kenal orang
> 
> >, gampang aja bisa menerobos masuk, disitulah kalo penumpang kapal 
melebihi
> 
> >manifest. coba liat pelabuhan penumpang di priok, batam, tanjung 
pinang, 
> >dll. preman, asongan. semua bisa masuk asal bapak2 senang, dan 
kenal ama 
> >petugas atau crew kapal
> >
> > Saya ngak menuding siapa2. cuma kalo yang punya hajat atau 
peraturan 
> >menjalankan peraturan dengan lurus, dan diri sendiri tidak 
menyimpang , 
> >pasti menjalankan peraturan dengan enak dan tidak terbebani.
> > masyarakat hanya menurut saya kira kalo peraturan tegas pasti 
akan di 
> >ikuti, dan takut melanggar.
> > Pelabuahan adalah gate way suatu peradaban, dimana pelabuhan itu 
bersih 
> >aman dan yaman, pasti akan menambah devisa negara , contoh kapal2 
pesiar 
> >akan banyak datang ke indonesia.padahal kita mempunyai lautan luas.
> > dan banyak menyerap tenaga lokal. kan juga menguntungkan pelaut 
kawan 
> >kita.di pelabuhan dibutuhkan orang yang sadar peraturan, membuat 
para 
> >pengguna jasa aman, dan yaman, dan teratur.
> >
> > Untuk para operator harus juga sadar. safety first, padahal di 
sejumlah 
> >kapal terlihat tulisan safety first, tapi teryata nol. banyak juga 
> >surveyor2 datang survey ke kapal dari pihak class atau flag tapi 
banyak 
> >juga yang asal2 yang penting uang sangu, jadi memang terkait dari 
pihak 
> >operator mending ngasih uang siluman daripada, meng update 
kepentingan 
> >operational/maitenance kapal yang pengeluaranya lebih mahal. dan 
juga dari 
> >sisi pelautnya/perwiranya, asal selamat dan asal bapak yang 
dikantor 
> >senang, aman posisinya, kalo ngak mau banyak kok yang antri 
dibelakang.
> >
> > Mohon maaf saya tidak menyinggung atau menyalahkan, coba 
renungkan dan 
> >buat bapak2 yang sudah di atas singasana, berpalinglah binalah 
majulah 
> >dunia pelayaran kita, yang adil
> >
> > maaf sekali lagi
> > salam
> > Ponti/tian
> > onboard Drillingship
> > at Sea of japan to Shakalin ( Rusia )
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >kuncung bawuk <[EMAIL PROTECTED] <mailto:kuncungb%40yahoo.com> com> 
wrote:
> > Salam Pelaut,
> >
> > Mas ponti ini cukup aktif kalau saya lihat di milis, dan banyak 
> >memberikan pendapat yang cukup masuk akal bila di pikir lebih jauh.
> >
> > Tanpa mengurangi rasa hormat saya, sesungguhnya reformasi 
masyarakat 
> >maritim Indonesia memang perlu segera di lakukan, lebih baik dari 
sekedar 
> >saling tunjuk siapa yang salah;
> >
> > Beberapa bulan yang lalu, saya pernah menulis sebuah artikel 
panjang di 
> >milis ini, dan mungkin rekans miliser malas membacanya, karena 
panjangnya.
> >
> > Rangkuman saya;
> > 1.Regulator, dalam hal ini pemerintah beserta jajaran 
administrator, 
> >diklat, sertifikasi, ujian dll. Harus berani mereformasi system 
yang selama
> 
> >ini berjalan untuk kebaikan bersama, tegakkan 'law enforcement' 
tanpa 
> >pandang bulu.
> >
> > 2.Operator, yaitu para pengusaha pelayaran, mulai berpikir dalam 
> >kerangka manajemen modern dimana keselamatan jiwa harta dan 
lingkungan 
> >harus menjadi prioritas dengan mematuhi peraturan yang ada , 
jangan mencari
> 
> >celah yang bisa di pakai untuk cincai2..
> >
> > 3.Pelanggan, yaitu masyarakat, harus mulai mematok pelayanan 
untuk 
> >keselamatan dan pelayanan untuk mereka sendiri. Jangan tutup mata 
bila ada 
> >penyelewengan dari regulator maupun pengusaha. Yang saya tangkap 
masyarakat
> 
> >kadang acuh saja, mau dapat ijasah malah nyogok, mau standar 
keselamatan 
> >tinggi namun tidak mau bayar tiket, menjadi penumpang gelap dsb.
> >
> > 4.NGO dan kontrol dari media, harus secara kontinyu dan jujur 
memberikan 
> >penilaian dan melaporkan temuannya secara obyektif ke masyarakat.
> >
> > Sekali lagi, tidak ada gunanya saling tuding siapa yang lebih 
> >bertanggung jawab, mulai sekarang mulailah dari diri sendiri, kita 
pelaut 
> >yang menjadi bagian masyarakat maritim Indonesia sudah selayaknya 
berbuat 
> >sesuatu, jangan hanya komplain tanpa solusi.
> >
> > Jayalah Maritim Indonesia!!!
> >
> > Kuncung
> >
> >Ponti <[EMAIL PROTECTED] <mailto:ponti_anus%40yahoo.com> com> 
wrote:
> >
> > Nah terjadi lagi, kecelakaan yang seharusnya bisa dicegah kalo, 
aparat 
> >instansi yang terkait tahu dan mengerti prosedure safety. Masak 
menaiki 
> >bangkai kapal tidak memakai alat2 safety .
> > Maka perlu digalakan DIKLAT buat para instansi yg terkait. dan 
dirombak 
> >habis tata cara berpikir dan management. dan perlunya pendidikan 
moral 
> >untuk bersaing dalam bidang pelayaran. dan harus seimbang dengan 
para 
> >pelaut yang sudah di jejel dengan STCW 95 and menuruti standart 
IMO, Tapi 
> >borok dan kurangnya pendidikan di dalam instansi yg terkait 
bagaimana bisa 
> >berjalan...???? COBA RENUNGKAN. yang meng audit kok malah kurang 
> >pelatihan...Lucu ya nama bangsa kok buat dolanan. SEKALI LAGI COBA 
> >Renungkan
> >
> > salam
> >
> > Tian
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >---------------------------------
> > It's here! Your new message!
> >Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.
> >
> >
> >
> >
> >---------------------------------
> > 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
> >with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
> >
> >
> >
> >
> >---------------------------------
> >Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
> > with theYahoo! Search weather shortcut.
> 
> __________________________________________________________
> Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's 
FREE! 
> http://messenger.
> <http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/>
> msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/
>




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

JALESVEVA YAYAMAHE 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke