Great Share

Yang kaya gini bagus di share..
Pengalaman saya, aman-aman saja..
Mau masuk apa kelaur, ga pernah keluar uang untuk fiskal..

Ada teman yang baru pulang ke RI kena uang "jangkar".. Saya tidak pernah..
Kuncinya : " Tegas, Pasang Muka Ketat"


Thanks
:)

2008/1/31 Mazra Yasir <[EMAIL PROTECTED]>:

>   *Salam,*
> **
> *Mau tau ga Motto para Staff Officer di semua departement Indonesia?
> "Kalau masih bisa dipersulit kenapa harus dipermudah" "Kalau masih bisa
> mendapatkan uang lebih kenapa harus sedikit". Itulah motto yang menjadi
> landasan mereka membantu pihak yang bersangkutan. Saya pernah mendengarnya
> langsung dari oknumnya. *
> **
> *Mengenai Bebas Fiskal, setiap Pelaut berhak mendapatkannya tanpa harus
> keluar biaya selama yang bersangkutan bisa menyertakan beberapa
> dokumen persyaratan antara lain;*
> *1. Fotocopy Valid Passport dan Buku Pelaut dari Page 1 - akhir.*
> *2. Original Contract Agreement*
> *3. Letter of Guarantee*
> *4. Dan jika agennya terdaftar sebagai Anggota CIMA, bisa menyertakan
> lembaran Bebas Fiskal yang sudah ditandatangani oleh Ketua CIMA ; JANAS
> TADJUDDIN ME. ENG.*
> *5. Mengisi formulir permohonan Bebas Fiskal.*
> **
> *Si-Pelaut jangan mau di peras oleh Staff Officer di Imigrasi, Bandara,
> ataupun di Department yang lain. Karena pandangan Stereotip mengenai Para
> Staf Pejabat di Indonesia "UUD" = Ujung-Ujungnya Duit. Jadi kalau ga mau
> ngasih duit yah ga bisa lewat! Whateverlah, yang pasti saya juga lagi benci
> yang namanya Polisi, mau dia polisi bandara atau lalu lintas kek yang pasti
> semuanya pada haus uang. *
> **
> *Menurut hasil research mengenai Korupsi Di Indonesia yang sekarang
> diadakan di Bali, Departement Kepolisianlah yang terkorup. Ini berita yang
> saya lihat update di www.detik.com*
> **
> *Thanks.*
> **
> *Best regards,*
> *Mazra Yasir *
> **
>
>
> *iskandar zulkarnaen <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
>  Salam semua buat pelaut....,
>
> Disini saya hanya sedikit berbagi kisah,ketika akan berangkat ke saudi
> Arabia melalui bandara Cengkareng jakarta, hanya saja tidak sampai di tahan
> oleh polisi.Sebenarnya polisi tak berhak menahan orang yg akan berangkat
> kecuali ada unsur pidananya atau utk menakut-nakuti agar dapat uang,terutama
> bagi pelaut pemula yg mungkin baru first time berangkat ke luar negri.
>
> Pengalaman Pertama:
> Saya berangkat dari Batam berbekal LG dan Agreement dari perusahaan serta
> pasport Batam, tiket ambil di Jakarta jalan Sudirman.Waktu saya hanya
> sehari berangkat pagi dari Batam dan siang jam 13 15 tiba di kantor travel
> yg telah di tunjuk utk ambil tiket pesawat, hanya dgn menunjukan pasport,LG
> dan agreement utk mencocokan dgn tiket yg telah di book oleh perusahaan.
> Ternyata ada empat orang yg akan berangkat dgn saya dari Jakarta.
>
> Jam 21 35 saya tiba di bandara,walau penerbangan saya jam 2 Pagi.
> Setelah saya bertemu dengan 4 teman yg sejalan, kami berunding tentang
> masalah Fiskal yg 1 jt, saya katakan itu tak perlu karena kita pelaut dan
> bebas fiskal  2 X dalam setahun (kalau tak salah saya), asal kita bisa
> menunjukan LG dan Agreement dari perusahaan. Setelah kita boarding tiket
> kita pergi ke kantor pajak Fiskal yg ada di bandara. Mulanya kita hanya di
> suruh mengisi formulir bebas fiskal, tapi ternyata setelah itu kita di
> persulit dengan alasan harus di tanda tangani oleh dirjen pajaklah, paspor
> batam tak bisa bebas fiskallah, seaman book belum di sign on lah, dan macam2
> alasan yg saya tahu pasti ujungnya duit....!. lalu saya jawab : "Pak, tiket
> kami udah di boarding, hari udah malam tak semuanya harus di tanda tangani
> oleh dirjen Pajak, itu sebab kantor dan Bapak di tempatkan di sini, mengenai
> pasport Batam saya kapanpun saya berangkat keluar negri melalui Batam selalu
> bebas fiskal jika dari Jakarta Bapak permasalahankan kembali kepada
> peraturan yg di keluarkan dari Dirjen Pajak bahwa pelaut di beri keringanan
> bebas fiskal 2X dalam setahun asal ada LG dan Agreement dan itu ada
> terlampir dan mengenai sign on akan kami laporkan di kedutaan di saudi
> arabia karena di sini waktu tidak memungkinkan lagi utk sign on, tapi jika
> Bapak mempersalahkan kami dengan alasan yg di buat-buat dan tidak masuk di
> akal kami tidak jadi berangkat malam ini tidak apa2, karena bagaimanapun
> kami pasti berangkat entah besok atau lusa,tapi yg pasti agen kami di Saudi
> dan Jakarta pasti akan komplain karena kami tidak jadi berangkat
> karena bapak persulit,tiket kami hangus dan saya sudah mencatat nama bapak
> dan itu akan menjadi bahan laporkan kami ke kantor".
>
> Lalu dengan alasan yg juga tak masuk di akal kita semua di haruskan
> melapor ke petugas imigrasi check in, lalu kita kembali ke petugas imigrasi
> dan mereka menjawab bahwa ini bukan urusan mereka, urusan fiskal kalian
> clear, kami stamp dan kalian boleh masuk. Lalu kita kembali lagi kekantor
> fiskal di tengah perjalanan kita ditawari pengurusan bebas fiskal sebesar
> 500 ribu perorang tapi itu tidak kami respon. Setiba di kantor fiskal kami
> jelaskan alasan petugas imigrasi ke petugas pajak, karena tak ada lagi
> alasannya lalu petugas fiskal bilang " oke saya bantu kalian kali ini tapi
> lain kali tak bisa seperti ini".
>
> Akhirnya kami semua berangkat, tapi setiap pelaut yg baru join saya
> tanyakan ketika mereka berangkat, mereka di haruskan membayar fiskal....1
> juta di bandara ( apakah mereka tahu atau tidak...walahuallam )
>
> Pengalaman Kedua
> Saya mengantarkan teman saya yg mau join ke Singapore melalui pelabuhan
> Harbor bay Batu ampar. LG dan Agreement teman saya juga lengkap hanya saja
> pasport teman saya keluaran imigrasi Bandung. Kejadiannya juga sama dengan
> pengalaman saya yg pertama.....Dipersulit.....!!!
> Saya protes dan mengancam akan melaporkan petugas tersebut ke kantor pajak
> karena hal ini, tapi teman saya tak mau ribut dan  berusaha menenangkan
> saya.
> Saya katakan bahwa kita tak boleh mentolerir sikap petugas yg seperti
> karena  nanti akan menjadi kebiasaan dan berimbas kepada pelaut lainnya.
> Lalu teman saya di panggil masuk kedalam dan tanpa sepengetahuan saya
> terjadi negosiasi utk "uang kopi" katanya dan teman saya memberikan 150 ribu
> walau saya merasa kesal, saya berusaha utk memahaminya karena teman saya
> juga buru2 mau berangkat dan tak mau ribut2 karena agen sudah menunggu di
> S,pore. ( demi kepentingan teman membiarkan kesalahan di depan mata....Jadi
> dilema...!!)
>
> Dari Pengalaman itu kita bisa berkaca akan negeri kita dan diri kita
> sendiri karena secara tidak langsung kita membiarkan itu terus tetap
> berlanjut........!!!
>
> Banyak sebenarnya pengalaman bermasalah yg saya dan teman2 saya alami baik
> di negara sendiri maupun di negara orang, permit di cancel saat kerja tanpa
> sepengetahuan kita, gaji yg tak di bayar dan bekerja yang tidak sesuai
> dengan contrac, tapi Allhamdulliah semua bisa saya lalui dengan keyakinan
> dan kebenaran, karena yg benar harus tetap di ucapkan sekalipun itu pahit
> buat orang lain, karena kebenaran adalah kebenaran.....
>
> Semoga ini bisa menjadi sharing buat para pelaut kita yang lain...........
>
> *irwan jaya <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
>  yang saya biasa lakukan.. perlihatkan LG, PKL(udah d
> cop D syahbandar) , passport udah d sign on.. Buku
> pelaut tidak perlu kan nati di kedutaan.. or pejabat
> berwenang...
> --- nico nico <[EMAIL PROTECTED] <elec_nico%40yahoo.com.sg>> wrote:
>
> > Dear : All
> >
> > SAYA SANGAT PRIHATIN DENGAN REKAN REKAN SESAMA
> > PELAUT YG DI TAHAN DI BANDARA,
> > KL ADA REKAN REKAN YANG MENGATAHUI PROSEDUR UNTUK
> > PELAUT YG AKAN JOIN DI KAPAL LUAR
> > DAN PERATURAN YANG DI TETAPKAN PERHUBUNGAN LAUT
> > UNTUK PELAUT YG AKAN JOIN SHIP DI LUAR INDONESIA,
> > APA HARUS ADA PKL DAN SIJIL DI BUKU PELAUT, ATAU
> > BAGAI MANA ?
> > TOLONG INONYA SOALNYA YANG SAYATAU HANYA LG SAJA
> > SUDAH CUKUP DAN
> > SAYA SERING BERANGKAT SELALU DI POS BEBAS VISKAL
> > DI TANYA PKL
> > TG
> > BRGDS/ELEC
> >
> > bbudiman <[EMAIL PROTECTED] <bbudiman%40hotmail.com>> wrote:
> > KALAU TADI KITA DAPAT BERITA BAIK SOAL SID
> > SEKARANG KITA DENGAR BERITA
> > BURUK MENGENAI DITAHANNYA REKAN REKAN PELAUT YANG
> > AKAN NAIK DIKAPAL
> > IKAN SPANYOL OLEH POLISI BANDARA. ALASANNYA ANTARA
> > LAIN TIDAK ADA PKL
> > KPI, TIDAK ADA CAP PERHUBUNGAN (SIGN ON?). DARI
> > REKAN CIMA YANG DATA
> > DATANYA KOMPLIT JUGA MASIH SUKA DIPERMASALAHKAN.
> > SEKARANG
> > PERTANYAANNYA POLISI MENJADI PERPANJANGAN TANGAN
> > SIAPA ?
> >
> > BAGI REKAN REKAN YANG MEMPUNYAI MASALAH YANG SAMA
> > AGAR BERBAGI CERITA
> > SEHINGGA MASALAH INI BISA DIBAWA KEPADA INSTANSI
> > TERKAIT UNTUK
> > PENJELASANNYA.
> >
> > SALAM
> > BUDIMAN
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> >
> > Search. browse and book your hotels and flights
> > through Yahoo! Travel
> >
>
> __________________________________________________________
> Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
> http://www.yahoo.com/r/hs
>
>
>
>
> iskandar zulkarnaen
> ------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/>
>
>
> ------------------------------
> Never miss a thing. Make Yahoo your 
> homepage.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51438/*http://www.yahoo.com/r/hs>
> 
>

Kirim email ke