setubuhhhhhhhh...........e salah masudnya setuju, tapi kalau bisa dan HARUS 
BiSA dalam SOFT COPY bukan spt buku-buku kuno segede apa tuh..(rumah 
kalee)...sehigga jika naik kapal cukup di file segede korek atau CD sudah masuk 
semua....( tapi harus di Crack klo tidak ya di copy paste gembel2...hehe bukan 
saya lo pak )....klo perlu part timer tukang scan penulis mau jadi 
karyawan,dari pada bos cari2

smile,
sriyanto mbelgedez.....

--- On Tue, 8/19/08, Muhammad fadly popey <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Muhammad fadly popey <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [pelaut] penjualan buku2 pelayaran dalam situs indonesianseafarer.com
To: [email protected]
Date: Tuesday, August 19, 2008, 6:50 AM








TO. Capt.Darul M.

Capt,saya seorang pelaut yang masih banyak memerlukan pelajaran mengenai 
jurusan saya di bagian deck,
kalau bisa saya sarankan capt,di dalam situs indonesianseafarer di cantumkan 
pelajaran dan buku2 tentang pelayarn baik deck atau mesin dengan demikian kita 
semua pelaut indonesia yang ada dimanapun dapat memesan buku yang kita mau 
melalui situs GPI/ISS,
dengan mentransfer sejumlah uang yg telah di tentukan oleh management GPI/ISS.
Saran saya ini dapat membantu GPI/ISS dalam pencarian dana juga.


Sekian dan terima kasih.


Best Regards


Muhammad Fadly



----- Pesan Asli ----
Dari: Darul M <[EMAIL PROTECTED] com>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] com
Terkirim: Senin, 18 Agustus, 2008 11:27:46
Topik: [pelaut] Menyiapkan diri -----tanya saja - Bawahan nggak diperhatikan ?





Om Mod.
 
Saya mau melihat dari sudut marketing, boleh kan om? 
Marilah kita lihat sejenak kesiapan pelaut Indonesia dalam sudut pandang 
marketing (pemasaran). Kalau kita mau menjual produk, maka produk kita harus 
mempunyai nilai lebih dari produk lain. Kalau tidak lebih, tapi mempunyai 
kelabihan khusus yang tidak dipunyai oleh produk lain. Ini dalam ilmu marketing 
disebut sebagai atribut.
 
Misalnya, produk kita adalah roti, coba lihat, donat bisa menciptakan roti yang 
bolong, seperti ban mobil. Sehingga kelihatan lain dari yang lain. Pada hal itu 
kan adalah roti goreng juga.
 
Sebelumnya perlu diketahui adalah tentang apa itu produk? Produk adalah sesuatu 
yang dideliver (diserahkan) kepada konsumen, dimana si pemakai produk tersebut 
mendapat kan manfaat terhadap produk yang dibelinya. Produk ada yang nyata 
seperti ballpoint, pensil dll. Ada juga produk yang berupa jasa, yang tidak 
dapat dilihat, seperti misalnya jasa transportasi (tempat duduk di bus, kereta 
api atau pesawat), jasa perlindungan berupa asuransi atau juga body guard. Jasa 
tenaga kerja, dimana produknya berupa jasa mengerjakan sesuatu.
 
Selanjutnya tenaga kerja, sebetulnya itu kan juga berupa produk. Yaitu produk 
jasa yang bersifat tenaga kerja. Jadi kalau kita menjualnya, sudah barang tentu 
jelas apa yang kita akan deliver kepada sipemakai? Seberapa tinggi kualitas 
yang kita dapat deliver? Apa yang dapat kita deliver yang melebihi dari standar 
minimum yang ada. Kelebihan inilah yang disebut atribut tadi.
 
Banyak orang Indonesia, sewaktu mencari kerja, bila ditanya bisa mengerjakan 
apa? Maka akan dijawab semua bisa, pada hal dia semua pekerjaan tidak bisa 
dilakukan dengan standar minimumnya saja. Mencari kerja seharusnya menetukan 
dulu apa yang dapat dikerjakan dan hal tersebut mempunyai bukti dan kalau dapat 
sertifikat.
 
Ada yang bisa mencapai standar minimum dan bahkan melebihinya, tapi tidak 
mempunyai sertifikat yang sesuai keterampilannya tersebut. Hal yang begini jadi 
sulit menembus proses seleksi administrasi. Seleksi administrasi saja sudah 
tidak tembus, tidak mungkin lagi untuk mengikuti proses selanjutnya.
 
Misal seorang yang melamar sebagai tukang las, apa memang bisa mengelas? Apa 
ada sertifikat las? Mempunyai sertifikat keselamatan kerja atau nggak? Dan 
banyak lagi, atribut lainnya.
 
Demikian juga untuk pelaut, misalnya seorang A/B apa sudah mempunyai 
keterampilan minimum? Apa sudah mempunyai sertifikat yang sesuai (STCW)? Apa 
keterampilan yang dia miliki sesuai dengan sertifikat yang dipegang (BST, 
Watchkeeping) ? Dua yang terkhir ini minimum lho.
 
Sekarang BST, apa saja isinya? Apa memang sudah dikuasai dengan baik? Isinya 
kan ada 4 atau 5 katagori (lupa tolong perbaiki jika salah, sudah 20 tahun 
didarat soalnya), yaitu: Menyelamatkan diri dilaut, alat keselamatan, fire 
knowledge dan firefighting, relationship on board.
 
Kalau 3 yang awal sudah banyak dibahas dan diketahui dan bisa dipraktekan 
sebelum kekapal, tapi yang terakhir ini sangat diperlukan, sebab banyak bagi 
yang baru, terutama kapal asing, akan terjadi nanti “culture shock” (kegamangan 
kebudayaan). Dimana dikapal akan bertemu bermacam budaya dari bermacam negara. 
Bermacam daerah saja bisa-bisa juga mengalami culture shock ini. Apalagi 
bermacam negara, bangsa dan agama yang kelakuannya juga kadang beraneka 
ragamnya. Standard hak asasi manusianya juga bermacam. Coba bayangkan, jika 
berkomunikasi juga tidak sanggup atau kurang lancar. Sangat diperparah lagi 
kalau alat komunikasi utama saja tidak dikuasai, yaitu “Bahasa Inggris”. 
Bagaimana sanggup mengatasi culture shock ini dengan “bisu” alias tidak dapat 
berbicara dalam bahas Inggris.
 
Sekarang coba bertanya kepada diri sendiri, coba mengukur diri sendiri, Apakah 
saya sudah menyiapkan diri dengan baik, sesuai standard yang dimintakan oleh 
STCW? Apakah saya sudah berusaha dengan sekuat tenaga untuk memperbaiki 
kemampuan diri saya?
 
Dalam suatu pertanyaan sesudah memukul gong 8 kali pada jam 08:08:08 tanggal 
08-08-08 (persemian GPI): Kenapa pelaut Indonesia dilecehkan diluar negari? 
Jawabannya adalah hal yang diatas tersebut, yaitu penyiapan diri, 
sebenar-benarnya siap. Dalam arti siap melakukan pekerjaan dengan benar dan 
melebihi yang diinginkan oleh pengguna jasa tenaga kerja tsb. Serta dapat 
menunjukan sertifikat yang sesuai dan dikeluarkan oleh institusi yang mempunyai 
standard sesuai STCW dan bersertifikat pula.
 
Jikalau suluruh komponen yang berhubungan dengan kepelautan ini telah melebihi 
standar minimumnya, niscaya penghargaan terhadap pelaut tersebut akan 
meningkat. Tugas kita bersamalah untuk memperjuang harkat dan martabat pelaut 
Indonesia ini. Kalau kita bersam kita pasti bisa.
 
Salam
Darul
http://7samudra. wordpress. com
 


From: [EMAIL PROTECTED] com [mailto:pelaut@ yahoogroups. com] On Behalf Of 
bbudiman
Sent: 18 Agustus 2008 8:08
To: [EMAIL PROTECTED] com
Subject: [SPAM][pelaut] Re: tanya saja - Bawahan nggak diperhatikan ?
 



Mungkin cuma miskom aja ya. Tapi kira kira dalam hal apa ya kurang
diperhatikannya.

1. Lowongan kerja tentunya sesuai dengan keperluan masing masing
perusahaan. Saya kebetulan nyari OILER dengan Visa Amerika sampai
sekarang belum dapat. Beberapa hari lalu saya lihat lowongan yang
nyari AB dan Oiler. Kalau kebetulan banyaknya perwira ya karena memang
diseluruh dunia yang kurang perwira. 

2. Mungkin sekarang masalahnya bagaimana bawahan bisa bersaing
diantara rekan rekannya yang lain.

a. Kemampuan bahasa Inggris. Khusus untuk hal ini, mereka yg ingin
ditest kemampuan bahasa Inggrisnya dgn Marlin English test bisa datang
ke kantor pt tenaga baru nuansa persada (tlp 021-4754578/ 9). lihat
situs kami di www.tbnp.co. id SEMUANYA GRATIS

b. Tambahan keterampilan sesuai permintaan. Untuk offshore banyak yg
minta sudah ada BOSIET/HUET. Apakah ini perlu diambil atau nungguin
disekolahkan. Kalau sekolah sendiri lumayan mahal karena sekitar 4,5 juta.

c. COR Flag state lain. Terkadang ada perusahaan yang maunya Pelaut
yang sudah punya Panama atau Liberia dll. Kembali lagi, mau nunggu
dibuatin perusahaan atau mau buat sendiri. Cukup mahala. Untuk Panama
bagi Ratings kapal cargo sekitar usd200an.

Mungkin ada tambahan lain. Silahkan sharing yang positip agar Pelaut
Indonesia tambah jaya.

Intinya, saya rasa tidak ada yang membedakan bawahan dan
atasan/perwira. Semua penting. Hanya masalah kesempatan saja. 

Salam saya untuk semua.
Bang Momod

--- In [EMAIL PROTECTED] com, "dadse_skn" <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:
>
> 
> SELAMAT ULANG TAHUN NEGRIKU INDONESIA TERCINTA
> 
> SEKIAN BANYAK INFORMASI MENGENAI LOWONGAN PELAUT DI MILIS INI, 
> TAPI JARANG YANG MEMBERITAKAN BAWAHAN ALIAS ABK. SAYA MOHON KPD PARA 
> PRAWIRO-PRAWIRO SUPAYA IKUT MEMPERHATIKAN NASIB PELAUT BAWAHAN AGAR
> SEMUA PELAUT INDONESIA JAYA DI SEGALA JABATAN.
> 
> TERIMA KASIH




Cari tahu ramalan bintang kamu - Yahoo! Indonesia Search.  














      

Kirim email ke