mas budiman yth
karena semakin banyaknya kecelakaan dilaut dan lain sebagainya maka PBB melalui
IMO
mensyaratkan agar bisa menekan tingginya kecelakaan tersebut yaitu melalui
berbagai cara
diantaranya ,
* seluruh perusahaan pelayaran (kapal diatas 500 GT)agar meng
implementasikan ISM dan didalam ISM tersebut tentu ada persyaratan medical
checp up dan disesuaikan dg bendera kapalnya misalnya bendera indonesia maka
pakai standard hubla , ada juga standard panama ,jepang , singapore dll
* pengalaman kapal tanker exxon yang tenggelam sehingga mencemari laut
,maka IMO juga mensyaratkan agar crew kapal juga di bekali keahlian khususnya
yang menyangkut safety equipment dan pengggunaannya (STCW training ,BST,SCRB
dll) serta mengutamakan untuk selalu berorientasi menjaga kelestarian laut ,
dan dimasukan juga ke ISM prosedure sebagai komitment perusahaan
* Bahkan untuk kapal kapal yg ikut dalam vetting Oil major maka
peraturan itu justru lebih ketat lagi, bila dalam inspeksi oil major banyak
ditemukan deficiency maka bisa bisa kapal tersebut tidak boleh untuk
melaksanakan cargo operation di wilayah produsen yg tergabung di OCIMF artinya
perusahaan tersebut kehilangan market alias tidak bisa berlayar
* di Port state control juga demikianjadi kesimpulannya adalah kalao
kita mau go iinternational ya harus mengikuti aturan tersebut dan aturan itu
awalnya bukan datang dari Perla tapi perla yang telah comply dengan aturan dari
IMO (itu kalo mau maju).
semoga cukup bisa memberikan gambaran buat rekan kita yang budiman
salam
hardjanta (bukan orang perla)
tapi sama sama pelaut
________________________________
Dari: bbudiman <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 7 November, 2008 19:18:56
Topik: [pelaut] Pelaut jaman "baheula" - Kerja dikapal nggak pake pemeriksaan
kesehatan
Seingat saya, jaman Colombus saja belum banyak orang mau jadi Pelaut.
Mereka takut masuk jurang karena disangka Bumi kita saat itu kaya meja
bukannya bulat kaya sekarang. Terpaksa kapten Ocol eh Colo meminta
ratu spanyol untuk mengijinkan dia membawa para tahanan kelas berat
untuk menjadi abknya. Jelas tanpa lewat BST dulu apalagi pemeriksaan
kesehatan. Yang penting mungkin ya jelas ada anggauta badan, mata ,
telinga ya sudah beres.
Makananpun dibawa yang bener bener fresh alias segar termasuk binatang
penghasil susu, telur dan apalagi ya ?
Ini sih sekedar intro aja. Dan nyatanya jaman kiwari alias sekarang
masih ada juga yang mau jadi Pelaut nggak usah pake pemeriksaan
kesehatan segala.
Tapi kok kenapa ada yang harus pakai pemeriksaan kesehatan segala sih ?
Mungkin, (ini kata saya lho) karena kita nggak berlayar sendirian.
Jadi urusan "kita" akan menjadi juga urusan orang lain. Apalagi kalau
sudah dikaitkan dengan asuransi. Merekalah yang banyak menentukan
ketatnya standard pemeriksaan yang pada dasarnya sdh diatur oleh
persyaratan minimum "bendera kapal" dan/atau standard ILO/WHO yang
saat ini di Indonesia dikenal sebagai standar Perla.
Sekian semoga bermanfaat
Can I loose my weight?