Dear All,
Setelah beberapa pekan yang lalu ribut dengan gaji dan masa depan PELAUT,
mungkin kita akan selalu berpikir dan berpacu bagaimana mengumpulkan DOLLAR
yang sebanyak2nya ( mumpung lagi
booming kata mereka ). Sampai mungkin ada yang berpendapat Charge
berapapun, longterm contract, plus mungkin daerah konflik sekalipun
akan dilakonin yang penting DOLLAR dan gaji yang besar.
Sebagai Intermezzo dan bahan renungan kita, mungkin cerita dibawah ini
akan sedikit mengingatkan kita akan arti hidup dan diri kita bagi orang lain.
Terlepas dari ego dan sifat manusia yang ingin menang sendiri,
sepertinya kita perlu mere-schedule dan menata ulang hati kita bahwa "
masih ada orang yang sangat butuh Kehadiran kita" disamping mereka.
Dan realita itu sudah banyak dihadapan kita dan yang tak mungkin kita
pungkiri : sudah uzur pun ( 55thn keatas ) masih banyak yang memaksakan
diri berlayar dangan alasan yang sungguh klasik " EKONOMI "
Dan buat istri Pelaut, "kalian adalah Pahlawan untuk Keluargamu". Salam Hormat
dari KAMI
"NOW IS DEPENDING OF YOURSELF
COZ YOUR DECISION IS EFFECT FOR UR LIFE & FUTURE"
Terima kasih buat My Best Brother yang telah me-forward email ini padaku.
All theBest / Bintang
Gaji Papa Berapa?
Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta , tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti
biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD
membukakan
pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.
"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.
Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah
menjawab, "Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji
Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"
"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10
jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari
kerja.
Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji
Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"
Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Andrew
beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari
mengikutinya.
"Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti satu jam
Papa
digaji Rp. 40.000,- dong" katanya.
"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew.
Tetapi Sarah tidak beranjak.
Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,Sarah kembali bertanya,
"Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?"
"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini ?
Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".
"Tapi Papa...."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya
mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.
Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di
kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati
sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di tangannya.
Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta
uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
Jangankan Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew
"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan
kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.
"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga.
Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat
berharga.
Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada
Rp.15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka
setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang
Rp.5.000,
makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.
Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil
itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan
harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk "membeli" kebahagiaan
anaknya.
" Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya
"
_._,___
_________________________________________________________________
Join the Fantasy Football club and win cash prizes here!
http://fantasyfootball.id.msn.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Moderator tdk bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli
pengirim berita. Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/