Dear Keluarga Pelaut,
Moderator,mohon ijinnya untuk bergabung dg milis ini,
semoga kita bisa saling memberi support untuk karir dan keluarga kita.
Saya ingin berbagi pengalaman yg semoga teman-teman yg baru memulai karirnya
atau baru berkeluarga bisa ambil manfaatnya.
Hari ini Ulang Tahun Perkawinan kami ke 12,
moment berharga spt hr ini biasa kami pakai untuk melihat kilas balik
perjalanan kami
dan merencanakan apa yg kami inginkan kemudian. Tapi tidak kali ini.Suami sy
Capt.Septadi Nurbain msh berada di Aramco
paling tidak kami sdh pny planning kedpn,keputusan yg td ny sgt menakutkan bg
saya,suami sy memutuskan RESIGN 4th lg.
Saya tringat pesan suami ketika akan menikahi sy dl,saat itu saya msh kuliah
Apotheker.
Wkt itu suami msh ANT 3.Dia tidak mengimingi materi pada saya,hny sebuah pesan
:"Saya tidak ingin menjadi bagian Kisah Sedih Pelaut yang hanya berjaya dilaut
.Saya juga ingin berjaya didarat !"
5th set menikah,suami mncb berkarir di kantor pelayaran,tapi trnyt tdk sesuai
jiwanya.
Kami memulai lg dr awal,merencanakan strategi baru untuk memenangkn
khdpn.Pelayaran pertama mghbskn 1,8 th.Kami bgt terobsesi mengejar
ketinggalan.Setiap kali berlayar,kami sisihkan uang untuk pnddkn suami.Hingga
5th kmdn ia berhsl menyelesaikan ANT 1 Master Mariner dan kami mndptkn materi
yg kami inginkan,walau tidak mewah.peningkatan gaji yg sgt significant sungguh
membahagiakan.Menjalani itu semua tidak mudah.Banyak menyita pengorbanan,banyak
kesenangan yg kami tunda.biarlah toh orang lain tidak melihat kami
menangis,tidak melihat apa yg kami makan....mereka hny bisa melihat 'kulit'
kita.
Tidak mudah menjadi istri pelaut.Kita hidup dlm ketidakpastian.Kalau kita
berpikir spt kbykn orang,kemungkinan untuk sukses didarat sgt kecil.Saya
mengorbankan karir saya, untuk merubah paradigma "Saya bukan lagi aset untuk
perusahaan,saya aset bagi keluarga saya !"
Kita bersyukur karena pelaut mudah mengumpulkan modal usaha.sejak itu kami srg
berdiskusi usaha yng bisa kami lakukan bersama.Tidak mudah sih,karena
background kita bkn pengusaha.Kami mengasah jiwa Entrepreneurship dg berbgai
cara,baca buku,hadir di seminar,ikut berdiskusi,kami belajar dari bawah dan
menekan ego kami .
Belum bisa dibilang usaha kami berhasil,masih merintis
Tapi skrg saya tidak takut lagi.Suami saya pemimpin dikapal dan dia tetap akan
jd pemimpin dalam bisnis kami
Dgn bekal sekolah DPO,insyaAllah dan perjalanan 4th kedpn,sesungguhnya kami
baru memulai 'pertempuran yang sesungguhnya'
dan kemenangan adalah milik semua orang yang YAKIN.
Saya berharap Kisah Sedih Pelaut, tidak terdengar lagi.
Salam untuk keluarga,
Reni
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Moderator tdk bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli
pengirim berita. Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/