Logikanya sih gitu ya. Kalau mau lebih jelas bisa mengunjungi situs
www.ypi.or.id dan banyak situs lainnya dari lsm yg peduli hiv dll

Dari pengalaman saya mengurus Pelaut 15 tahun, baru satu kasus yang
saya temui kasus HIV positip. Inipun bukan karena hasil medical check
up karena MCU yang digunakan tidak melibatkan pemeriksaan HIV.
Ybs diketahui HIV+ saat sakit dikapal.

Sejauh yang saya tahu HIV+ tidak dicover PnI

Kalau saja secara rata rata saya mengirimkan 1000 pelaut pertahun,
berarti kemungkinannya bisa dibilang sejauh ini 15 x 1000 : 1 alias
15000 : 1

Nggak jauh jauh amat kali ya dari keberadaan penderita HIV+ di DKI
Jakarta per Oktober 2008 dari sekitar
10 juta penduduk ada 4000 penderita = 10.000 : 4 

Ini sih jangan dibuat perdebatan ah, ngitungnya kan kaya ngitung
jengkol. Intinya kita harus "ngeuh" alias "sadar" bahwa sang HIV+
jelas menjadi masalah dan harus ditangani secara serius. Kita kan
istilahnya kalau Belanda belon didepan mata tenang2 aja. 

ini saya kutipkan berita terakhir kompas:

Jakarta, Kompas -DKI Jakarta berada di ambang bahaya epidemi HIV/AIDS.
Jumlah pengidap HIV/AIDS bertambah dua kali lipat dalam kurun waktu
dua tahun sepuluh bulan.

Jika tidak segera dikendalikan, jumlah warga yang tertular virus
mematikan itu diperkirakan mencapai 85.460 orang pada tahun 2012.

Menurut Gubernur Fauzi Bowo, Senin (3/11) di Balaikota DKI Jakarta,
pada akhir 2005, jumlah warga yang diketahui mengidap HIV/AIDS
mencapai sekitar 1.800 orang.

Jumlah pengidap itu berlipat ganda menjadi 3.607 orang pada Oktober
2008. "Pertambahan jumlah pengidap HIV/AIDS sampai dua kali lipat ini
sangat mengkhawatirkan.

Perlu tindakan nyata dari semua unsur masyarakat dan pemerintah untuk
menghambat pertambahan jumlah pengidap," kata Fauzi pada pembukaan
Rapat Kerja Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) DKI Jakarta.

Ketua Harian KPA DKI Jakarta Rohana Manggala mengatakan, data jumlah
pengidap HIV/ AIDS itu adalah puncak gunung es di mana jumlah pengidap
sebenarnya jauh lebih besar.

Berdasarkan perhitungan dengan model Asian Epidemic Modelling, jumlah
pengidap HIV/AIDS pada tahun 2008 sebenarnya mencapai 41.240 orang.
Apabila tidak dikendalikan, jumlah pengidap HIV/AIDS sebenarnya akan
mencapai 85.460 orang pada 2012. Jumlah itu sangat menakutkan karena
dapat lebih cepat menyebar dan menulari lebih banyak orang lagi.

Rohana mengatakan, KPA dan semua pemangku kepentingan dalam
penanggulangan penyebaran HIV/AIDS sedang menyiapkan strategi dan
langkah-langkah pencegahan agar penyakit yang menyerang sistem
kekebalan tubuh tidak menyebar terlalu cepat.

Jika langkah-langkah itu diterapkan, penyebaran HIV/ AIDS diharapkan
dapat ditekan menjadi 46.870 orang atau mencegah sekitar 38.590 orang
dari penularan baru.

Fauzi Bowo meminta agar langkah-langkah yang disepakati dalam rapat
kerja KPA dapat segera diterapkan. Semua anggota KPA diharapkan
langsung bekerja dan tidak berhenti pada seminar dan diskusi saja.


Pencegahan
Sekretaris KPA Nasional Nafsiah Mboi mengatakan, langkah yang paling
efektif untuk menekan pertambahan jumlah pengidap HIV/AIDS adalah
dengan pencegahan.

Langkah ini yang paling murah dan memiliki efektivitas paling tinggi.
Upaya pengobatan membutuhkan dana yang sangat besar dan tidak akan
mengurangi jumlah pengidap.

Sebagai gambaran, saat stok obat antiretroviral (ARV) habis, KPA
Nasional mengalokasikan Rp 1,2 miliar untuk menyediakan tiga jenis
obat ARV selama dua bulan.

Padahal, obat ARV ada sembilan jenis. Selain itu, upaya pengobatan
membutuhkan banyak dana untuk menyembuhkan penyakit infeksi ikutan dan
tes di laboratorium.

Menurut Nafsiah, penularan dengan menggunakan jarum suntik mencapai 55
persen dari total pengidap. Penularan melalui hubungan seks dengan
waria 34 persen, dengan pekerja seks komersial (PSK) langsung atau
yang di lokalisasi mencapai 10,2 persen, dan dengan PSK tidak langsung
atau PSK yang lokasinya tidak menetap 5,7 persen.

Dengan diketahuinya pola penularan HIV/AIDS, KPA harus lebih proaktif
untuk mengampanyekan penggunaan kondom untuk setiap hubungan seks yang
berisiko.

Komunitas pengguna narkoba dengan jarum suntik juga harus lebih sering
dijangkau agar mereka tidak menggunakan jarum secara bergantian.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Masyarakat Jakarta Pusat
Hakim Siregar mengatakan, temuan kasus orang terinfeksi HIV/AIDS di
Jakarta Pusat merupakan yang paling tinggi di DKI Jakarta.

Namun, demi alasan keamanan pasien, jumlah totalnya tidak
dipublikasikan. "Selain penderita warga lokal, kami juga mewaspadai
banyaknya warga negara asing. Dari beberapa kasus yang terungkap,
mereka terlibat dalam perdagangan narkoba dan pengguna potensial
pekerja seks komersial," kata Hakim.

----------nnnn-----------------

semoga bermanfaat

klender, jumat subuh 28 nop 2008



--- In [email protected], eli tabiah adityas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apakah darah orang yg terinfeksi HIV bisa lgsg terdeteksi dg tes darah?
> Mgkn saya yg salah penafsiran bahwa darah yg terinfeksi HIV baru
bisa terdeteksi stlh 4~6 th sejak terinfeksi.
> Jadi, kalo sekarang terinfeksi, 4~6 th kmudian baru bisa terdeteksi
dg tes darah.
> Kalo waktu tes darah dinyatakan +HIV, artinya sudah terinfeksi 4~6
th lalu.
> Gimana?
> 
> salam
> elite
> 
> bbudiman wrote: 
> >             INFO SEPUTAR HIV/AIDS 
> > HIV, yang merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus
adalah 
> > virus penyebab AIDS. 
> > * HIV terdapat didalam cairan tubuh seseorang yang telah 
> > terinfeksi seperti didalam darah, air mani atau cairan vagina. 
> > * Sebelum HIV berubah menjadi AIDS, penderitanya akan terlihat 
> > sehat dalam waktu kira-kira 5 &#65533; 10 tahun. 
> > * Walaupun tampak sehat, mereka dapat menularkan HIV pada orang 
> > lain melalui hubungan seks yang tidak aman, transfusi darah atau 
> > pemakaian jarum suntik secara bergantian. 
> > AIDS, yang merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency 
> > Syndrome adalah kimpulan berbagai gejala menurunnya kekebalan tubuh 
> > yang disebabkan oleh HIV. 
> > * Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam 
> > penyakit, karena sistem kekebalan didalam tubuhnya telah menurun. 
> >     * Sampai sekarang belum ada obat yang dapat menyembuhkan AIDS. 
> >     * Agar dapat terhindar dari HIV/AIDS, anda harus tahu bagaimana 
> > cara penularan dan pencegahannya. 
> > HIV dapat ditularkan melalui 3 cara yaitu : 
> > Hubungan seks (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindung dengan
orang 
> > yang telah terinfeksi HIV. 
> > Penggunaan jarum suntik secara bergantian. 
> > Ibu hamil mengidap HIV kepada bayi yang dikandungnya. 
> > * HIV tidak ditularkan melalui jabatan tangan, sentuhan, ciuman, 
> > pelukan, menggunakan peralatan makan/minum, gigitan nyamuk, memakai 
> > jamban yang sama atau tinggal serumah. 
> >     * Biasanya tidak ada gejala khusus pada orang-orang yang 
> > terinfeksi oleh HIV dalam waktu 5 sampai 10 tahun. Setelah itu, AIDS 
> > mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala 
> > seperti berikut : 
> > o Kehilangan berat badan secara drastis. 
> >           o Diare yang berkelanjutan. 
> >           o Pembengkakan pada leher dan/atau ketiak. 
> >           o Batuk terus menerus. 
> > Tes HIV 
> > Hanya melalui penglihatan tidak dapat diketahui apakah seseorang
sudah 
> > terinfeksi HIV atau tidak karena pada kenyataannya, pengidap HIV 
> > umumnya terlihat sangat sehat. Satu-satunya cara untuk mengetahiu hal 
> > ini adalah melalui tes darah HIV. 
> > Tes ini harus memenuhi beberapa persyaratan yaitu : 
> > Bersifat rahasia 
> > Atas persetujuan dari orang yang akan di tes 
> > Bersifat sukarela atau tidak boleh dipaksa 
> > Disertai dengan konseling 
> > ------------ - semoga bermanfaat ------------ ------ 
> > artikel diatas diambil dari: 
> >  http://www.depkes. go.id/index. php?option= articles&
task=viewarticle &artid=156& Itemid=3 
> >
>



------------------------------------

Moderator tdk bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli 
pengirim berita. Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke