Marilah kita renungkan bersama.Semoga  bermanfaat.
Tulisan/kisah ini saya forward,persis sama,tanpa mengurangi
titik,komanya,dari milis tetangga yg juga salah satu komunity langganan
saya di ethernet,dunia maya tanpa batas ini. di D7S sdh saya
tulis,tetapi siapa tahu,di hari IBU ini masih ada yg mau/belum baca
tulisan sy  ini .semoga berguna. Salam.
------------------------------------------------------------------------
*Dear  All,
* *
*Mari kita jaga silahturahmi & persahabatan diantara  kita & salam untuk
keluarga*
* *


Ini cerita Nyata,  beliau adalah *Bp. Eko Pratomo (?)*, Direktur Fortis
Asset Management yg  sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan
Investment,
beliau juga sangat  sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia


Apa yg  diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.

Silahkan baca dan  dihayati.

*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT* - - - sebuah  perenungan

Buat para suami baca ya..... istri & calon istri juga  boleh..
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg  sudah
senja bahkan sudah mendekati malam,Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya 
diisi
dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua.
Mereka  menikah sudah lebih 32 tahun.

Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah  awal cobaan menerpa,setelah
istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya  lumpuh dan tidak bisa
digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun  ke tiga
seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak  bertulang
lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak  suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi,
dan mengangkat istrinya  keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja
dia letakkan istrinya didepan TV  supaya istrinya tidak merasa kesepian.

Walau istrinya tidak dapat bicara  tapi dia selalu melihat istrinya
tersenyum, untunglah tempat usaha pak  suyatno tidak begitu jauh dari
rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk  menyuapi istrinya makan
siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya,  mengganti pakaian dan
selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi  sambil
menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.

Walaupun istrinya  hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi,
Pak Suyatno sudah cukup  senang bahkan dia selalu menggoda istrinya
setiap berangkat tidur.

Ru  tini tas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan
sabar
dia  merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati
mereka,  sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg  masih
kuliah.

Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah  orang tua
mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka  menikah
sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan  ibu
mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua  anaknya
berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata  "
Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat  bapak
merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari  bibir
bapak....... bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu" . dengan air 
mata
berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat kalinya  kami
mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan  mengijinkannya,
kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti  ini kami
sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat  ibu
sebaik-baiknya secara bergantian"..

Pak Suyatno menjawab hal yg  sama sekali tidak diduga anak2 mereka."
Anak2ku ......... Jikalau perkawinan  & hidup didunia ini hanya untuk
nafsu,
mungkin bapak akan menikah.....  .tapi ketahuilah dengan adanya
ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari  cukup, dia telah
melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,...  kalian yg
selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak  satupun
dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah  dia
menginginkan keadaanya seperti Ini.

Kalian menginginkan bapak  bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia
meninggalkan ibumu dengan keadaanya  sekarang, kalian menginginkan
bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat  oleh orang lain,
bagaimana dengan ibumu yg masih sakit."

Sejenak  meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat
butiran2 kecil jatuh  dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu
ditatapnya mata suami yg sangat  dicintainya itu.. Sampailah akhirnya
Pak Suyatno diundang oleh salah satu  stasiun TV swasta untuk menjadi
nara sumber dan merekapun mengajukan  pertanyaan kepada Suyatno
kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat   Istrinya yg sudah
tidak bisa apa2... disaat itulah meledak tangis beliau  dengan
tamu  yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak  sanggup
menahan haru.

Disitulah Pak Suyatno bercerita.
"Jika  manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam
perkawinannya, tetapi  tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga,
pikiran, perhatian) adalah  kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi
pendamping hidup saya, dan  sewaktu dia sehat diapun dengan sabar
merawat saya mencintai saya dengan hati  dan bathinnya bukan dengan
mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg  lucu2..
Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan  itu
merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen  untuk
mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya  mencari
penggantinya apalagi dia sakit,,,"




------------------------------------

Moderator tdk bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli 
pengirim berita. Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke