DIAMABIL DARI MILIST SEBELAH....
Kadang,
kebanyakan kita berfikir, ngapain sieh ngurusin Palestina? lha, wong di negara
kita aja belum beres. Liat tuh bencana di mana-mana, orang miskin makin banyak,
pengangguran banyak keliaran, korupsi nggak selesai-selesai, tukang copet
beranak pinak, UU BHP jadi kontroversi,
anak-anak sekolah masuknya kepagian dan segunung masalah lainnya
eh, ini malah
ngurusin Palestina. Siapa tuh? saudara kandung bukan, tetangga jauh juga bukan.
Masih mending kalo kenal, sering chatting ato jadi friends di FS atau facebook
kita, lha ini
negor aja nggak pernah, eh koq kita bela-belain mereka yah.
Sampai pake ngirim-ngirim bantuan segala, ya
obat-obatan- lah, duit-lah, bahan
makanan-lah. . bahkan lebih parahnya lagi, sampe ada yang udah siap-siap
dikirim Jihad
Emang.. ngapain sieh sampe bela-belain Palestina segala? Terus gimana
sama negara sendiri? Nggak diurusin tuh?
----
Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena , dan juga
karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan
kita sehari-hari.
Padahal, untuk yang belum mengetahui..KITA SEBAGAI BANGSA INDONESIA MASIH
BERHUTANG DUKUNGAN UNTUK PALESTINA...!!!!
Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17
Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara
yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada
poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah,
sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat.
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir,
seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang
ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein
Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil
Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik
(Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar)
A.H. Nasution.
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada
hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina
terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk
memutuskan sikap.
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti
besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan
selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman
pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan
Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua
hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal
telitinya juga menyiarkan." Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya
sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia
Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah
tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat
dinegeri ini.
Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar
memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat
bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah
seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di
Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan
saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .."
Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI
pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul
oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara
sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu
membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka
lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di
lembaga internasional.
Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat
kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia
'. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga
Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam
sidang lembaga tersebut.
Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh
masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10
November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti
Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan
oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk
para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.
Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca
Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal
"Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port
Said.
Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka
menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih tanda solidaritas-
berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap
motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk
kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga
kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk
"Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr.
Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan
pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan
para buruh Mesir.
Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan:
"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan
sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman,
menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu
kejuruan lain."
Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan menakut-nakuti Barat dengan
kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di
negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan
negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa."
Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat
ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa
Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita..(Lihat foto bung
Hatta, Hj Agus Salim , Mufti Palestina, dan pemimpin Mesir di attachement
supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh pembela Indonesia ini)
Statement Tokoh dalam buku ini:
Dr. Moh. Hatta
"Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai
negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda
untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di
masa-masa yang lampau."
A.H. Nasution
"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI
dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu
memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria,
Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan
dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2
revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah
merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk
perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan ketertiban dunia
jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".
"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai
antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit
maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." (HR Bukhari)
Kesimpulan :
Saudaraku sebangsa setanah air.. yg didalamnya ada orang Islam, kristen, hindu,
budha, kong hu chu, mungkin juga ada yahudi. tentu sepakat bahwa perang
israel - palestina sekarang ini adalah , tragedi kemanusiaan. . apalagi
perang ini tidak seimbang. karena lebih tepat disebut pembantaian. .
Kalau sekarang banyak saudara-2 kita di Indonesia yg melakukan
gerakan bersimpati terhadap perjuangan palestina. tentulah sangat wajar...
karena :'
1. Naluri kemanusiaan, terlepas dari apapun agama kita tentunya kita tidak
dapat menerima segala bentuk penindasan kepada yang lemah.
2. Melihat sejarah bangsa spt tulisan diatas, sudah sepatutnya kita membalas
jasa rakyat palestina terhadap negara ini ketika berada diposisi yg lemah.
So, Marilah kita dukung pergerakan simpati kepada Palestina ini, dengan
segala cara yang mampu,, apapun itu..
minimal,, bantuan terkecil yg dapat dilakukan adalah.. tidak mencibir kepada
saudara-2 bersimpati dengan berkata : NGAPAIN SIH NGURUSIN PALESTINA..?
________________________________
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Moderator tdk bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli
pengirim berita. Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[email protected]
mailto:[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/