Bukannya tidak setuju. membantu Palestina....
cuma masa kita membantu tetangga sedangkan dalam rumah sendiri banyak org yang 
terpaksa melakukan kejahatan hanya utk bertahan Hidup. ad
lagi pula kenapa semagat membantu bangsa sendiri tidak kita promosi 
?....sehingga indonesia adil makmur bisa terwujud ? ( Mimpi Kali Ye....... )
Selalu di bilang indonesia kaya .....dan memang benar.... tapi masih cukup 
banyak rakyat miskin......karena mungkin kita sendiri tidak peduli dengan 
bangsa Kita.....kalaupun pemerintah korup... toh kalau kepada palestina kita 
bisa secara pribadi membantu.... kenapa kepada bangsa sendiri semua diam ?....
TV one mengalang malam amal utk kumpulkan sumbangan....tapi sayang itu bukan 
utk korban bencana banjir di indonesia atau pun utk para keluarga korban kapal 
tengelam di majene sana......padahal mereka sendiri patungan utk sewa kapal 
agar bisa mencari keluarganya yang hilang....karena kapal dari pemerintah 
kurang 
Sekali lagi membantu sesama itu sangat mulia siapapun dia..... cuma kalau di 
lihat korban banjir di jakarta atau di tempat tempat lain coba di tanya...sudah 
. dapat bantuan apa ?.padahal... mereka adalah saudara kita serumah.... 
sebangsa.....yang juga perlu bantuan dari bangsanya sendiri.....
Pelaut di kejar kejar setoran dengan NPWP, pak mentri bilang apakah pelautnya 
nggak malu gaji gede tapi tidak Ada NPWP,..he..he..he......sebaliknya kalau di 
tanya pak apa bapak tidak malu bantu tetangga tetapi anak di rumah nggak makan 
?.malah indonesia ngutang lagi...........he..he..he 
sekali lagi  cita cita proklamator , indonesia adil makmur...sepertinya .cuma 
mimpi.....karena kita terlalu perduli dengan urusan org lain ... 

 



________________________________
Dari: redi dasman <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jumat, 16 Januari, 2009 07:56:16
Topik: [pelaut] Re : COMPANIES TO BOYCOTT




DIAMABIL DARI MILIST SEBELAH....




Kadang,
kebanyakan kita berfikir, ngapain sieh ngurusin Palestina? lha, wong di negara 
kita aja belum beres. Liat tuh bencana di mana-mana, orang miskin makin banyak, 
pengangguran banyak keliaran, korupsi nggak selesai-selesai, tukang copet 
beranak pinak, UU BHP jadi kontroversi,
anak-anak sekolah masuknya kepagian dan segunung masalah lainnya… eh, ini malah 
ngurusin Palestina. Siapa tuh? saudara kandung bukan, tetangga jauh juga bukan. 
Masih mending kalo kenal, sering chatting ato jadi friends di FS atau facebook 
kita, lha ini… negor aja nggak pernah, eh koq kita bela-belain mereka yah. 
Sampai pake ngirim-ngirim bantuan segala, ya… obat-obatan- lah, duit-lah, bahan 
makanan-lah. . bahkan lebih parahnya lagi, sampe ada yang udah siap-siap 
dikirim Jihad 
Emang... ngapain sieh sampe bela-belain Palestina segala? Terus gimana
sama negara sendiri? Nggak diurusin tuh? 
----
Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena , dan juga 
karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada kegiatan 
kita sehari-hari. 
Padahal, untuk yang belum mengetahui..KITA SEBAGAI BANGSA INDONESIA MASIH 
BERHUTANG DUKUNGAN UNTUK PALESTINA...!!!!
Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 
Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai negara 
yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa lain. Pada 
poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh tokoh Timur Tengah, 
sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat. 
Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan Mesir, 
seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang 
ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia , M. Zein 
Hassan Lc.  Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. Hatta (Proklamator & Wakil 
Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana Menteri RI), Adam Malik 
(Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) 
A.H. Nasution.  
M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya pada 
hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata Palestina 
terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani untuk 
memutuskan sikap. 
Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti 
besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia: 
".., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan 
selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke Jerman 
pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan 'pengakuan 
Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio tersebut dua 
hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian "Al-Ahram" yang terkenal 
telitinya juga menyiarkan." Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya 
sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi "Panitia 
Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah 
tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat 
dinegeri ini. 
Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta benar-benar 
memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat 
bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau adalah 
seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya di 
Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua kekayaan 
saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .." 
Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI 
pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul 
oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk secara 
sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh. Pengakuan itu 
membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara merdeka 
lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang Indonesia di 
lembaga internasional. 
Dukungan Mengalir Setelah Itu
Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi sangat 
kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia Pembela Indonesia 
'. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga 
Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam 
sidang lembaga tersebut.  
Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada Indonesia oleh 
masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas Surabaya 10 
November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi anti 
Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib dilakukan 
oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk 
para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu. 
Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum Pasca 
Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal 
"Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di Port 
Said. 
Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. Mereka 
menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih –tanda solidaritas- 
berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau blokade terhadap 
motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk 
kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, hingga 
kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar pengangkut logistik untuk 
"Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr. 
Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan 
pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan 
para buruh Mesir.  
Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan: 
"Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu dan 
sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar stirman, 
menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat besar itu 
kejuruan lain." 
Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan menakut-nakuti Barat dengan 
kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan Islam di 
negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan menginspirasikan 
negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari Eropa."
Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang saat 
ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa bangsa 
Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita..(Lihat  foto bung 
Hatta, Hj Agus Salim , Mufti Palestina, dan pemimpin Mesir di attachement 
supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh pembela Indonesia ini)
 Statement Tokoh dalam buku ini:

Dr. Moh. Hatta
"Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan 
pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai 
negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi Belanda 
untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di 
masa-masa yang lampau." 

A.H. Nasution
"Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui RI 
dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling dahulu 
memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. Mesir, Siria, 
Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan 
dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2 
revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur Tengah 
merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus dibina untuk 
perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : "ikut melaksanakan ketertiban dunia 
jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial".  

"Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai 
antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa sakit 
maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." (HR Bukhari) 
 
Kesimpulan :
Saudaraku sebangsa setanah air.. yg didalamnya ada orang Islam, kristen, hindu, 
budha, kong hu chu, mungkin juga ada  yahudi.  tentu sepakat bahwa perang 
israel - palestina sekarang ini adalah , tragedi kemanusiaan.        . apalagi 
perang ini tidak seimbang. karena lebih tepat disebut pembantaian. .
Kalau sekarang banyak saudara-2 kita di Indonesia yg melakukan 
gerakan bersimpati terhadap perjuangan palestina. tentulah sangat  wajar...  
karena :'
1. Naluri kemanusiaan, terlepas dari apapun agama kita tentunya kita tidak 
dapat menerima segala bentuk penindasan kepada yang lemah.
2. Melihat sejarah bangsa spt tulisan diatas, sudah sepatutnya kita membalas 
jasa rakyat palestina  terhadap negara ini ketika berada  diposisi yg lemah.
So,   Marilah kita dukung pergerakan simpati kepada Palestina ini, dengan 
segala cara yang mampu,, apapun itu..    
minimal,, bantuan terkecil yg dapat dilakukan adalah..  tidak mencibir kepada 
saudara-2 bersimpati dengan berkata : NGAPAIN SIH NGURUSIN PALESTINA..?
 
 
 
 
  


________________________________
Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru 
Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger!  


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Moderator tdk bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli 
pengirim berita. Yahoo! Groups Links




      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Moderator tdk bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas asli 
pengirim berita. Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke