iya .....kalau ada chan...perusahaan pelayaran membutuhkan crew dgn menghubungi 
kpi.....langsung deh di olah bagaimana ini menjadi duit dgn kata lain di 
kasih ke broker dgn chas yg besar.....
 zxxxz 
________________________________

________________________________





________________________________
From: Binyo Rica <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sun, October 10, 2010 7:07:13 PM
Subject: Re: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

  
Salam Pelaut,

KPI bukan organisasi Alumni..., jadi sah-sah saja kalo pemimpinnya datang dari 
luar Alumni.
Siapapun boleh, ..., dan berhak sepanjang punya kemampuan.
Tapi kalo OILER ya tunggu dulu lah,apapun alasannya 

Bikin aja sono persatuan OILER..., kayaknya lebih keren,

Jadi sebaiknya mundur aja deh , dari pada KPI tambah Hancur, karena pasti 
banyak yang tidak setuju.

Bravo Pelaut Indonesia

________________________________
From: Mohammad Khoiruddin <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sat, October 9, 2010 7:48:21 PM
Subject: Re: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

Dear Popeye
Dalam era full reformasi boleh boleh saya rating memimpin sebuah organisasi.
Yang terpenting bagaimana memberi kepercayaan dan memajukan suatu organisasi
KPI,memngayomi,melindungi dan memberi perlindungan di bawah payung hukum di 
Indo 

nesia.Syukur 2 KPI bisa mencarikan cannel kerja di dalam maupun di luar 
negeri.....
Seperti di philipina contohnya KPI philipina bisa memback up company bila ada 
masalah terhadap crew'snya.Kalau memang tugas berat ini bisa di emban Rating 
yaaaa monggo ... lanjutkan....saya mendukung dan berdoa agar ke depan KPI punya 
taring di Indonesia. Jangan hanya sebagai simbul saja atau parahnya sebagai 
tempat tongkrongan para penganggur pelaut.....

--- Pada Sab, 9/10/10, Daniel kanhau <[email protected]> menulis:

Dari: Daniel kanhau <[email protected]>
Judul: Re: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.
Kepada: [email protected]
Tanggal: Sabtu, 9 Oktober, 2010, 9:47 AM

Baru oom tau ya yang pemimpin di KPI bekas oiler kacian

________________________________

From: Nasruddin Hamid <[email protected]>

To: [email protected]

Sent: Sat, October 9, 2010 9:50:59 AM

Subject: Re: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

Dear All,

Disini sy cuma ingin berkomentar sesuai dgn kenyataan yg ada tdk pro dgn rating 

ataupun perwira sesuai dgn kenyataan yg ada KPI kita memang bisa dikatakan krg 

aktif di banding dgn Kesatuan Pelaut di negara2 lain bahkan byk mslh pelaut2 

indonesia yg tdk bisa di tangani oleh KPI mlh bukan sedikit Pelaut Indonesia 

saat ini lbh memilih meminta bantuan atau melaporkan masalahnya kepada ITF jd 

suatu tugas yg besar yg hrs dilakukan untuk KPI kita untuk lbh aktif dan 
tanggap 


dlm menghadapi dan membantu menyelesaikan segala masalah yg di hadapi oleh 

Pelaut2 Indonesia.

Bravo Pelaut Indonesia.

________________________________

From: "[email protected]" <[email protected]>

To: [email protected]; [email protected]

Sent: Sat, October 9, 2010 8:26:03 AM

Subject: Re: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

kenapa di pimpin oleh mantan oiler kayak yg bapak bilang???itu namax bpk udh 

anggap sepele sama kami2 yg rating ini.anda sepertix mulai menciptakan celah 

antara perwira n rating.perlu bpk ketahui utk mencapai perubahan itu kita hrs 

bersatu.jgn lihat perwira atau rating.klu pun rating yg terpilih jadi 

pengurus,bpk sbg perwira yg katakanlah bpk ini mgkn ANT/ATT I hrs memberikan 

masukan,dukungan agar supaya yg kita inginkan tercapai.satu poin utk bpk,jgn 

pernah anggap remeh sama bawahan.anda harus tahu itu,anda perwira.terimakasih

Sent from my BlackBerry® smartphone from du

-----Original Message-----

From: "almajusi999" <[email protected]>

Sender: [email protected]

Date: Fri, 08 Oct 2010 14:44:41 

To: <[email protected]>

Reply-To: [email protected]

Subject: [pelaut] Masa depan Kesatuan Pelaut Indonesia.

Saya ingin mengajak rekan2 untuk berpikir tentang masa depan Kesatuan Pelaut 

Indonesia yang oleh Pemerintah diakui sebagai trade union resmi pelaut 
Indonesia 


tapi dalam kenyataannya hanya berbuat sangat minim buat kesejahteraan pelaut.

Kalau di dunia penerbangan terjadi kecelakaan pesawat sampai Captain Marwoto 

Komar ditahan polisi, persatuan pilot langsung bereaksi sangat keras sehingga 

akhirnya Mahkamah Agung pun memutus perkara kecelakaan penerbangan di luar 

wewenang peradilan umum dan membebaskan sang pilot.

Nah bagaimana di dunia pelayaran ? padahal di dunia pelayaran sedari dulu sudah 

ada Mahkamah Pelayaran ?. Sudah banyak Captain pelayaran niaga yang dipenjara 

karena kapalnya mengalami musibah, tapi Kesatuan Pelaut Indonesia boro2 mau 

mengurus mereka, yang terjadi adalah diam seribu bahasa !.

Saya bukan mau membangkitkan feodalisme, tapi dalam organisasi atau paguyuban 

pelaut ini lha mbok harusnya kita bisa membawa diri dalam hiarki kesenioran. 

Yang terjadi sekarang ini pimpinan Kesatuan Pelaut Indonesia digenggam kuat2 

oleh seorang yang tidak pernah menjadi perwira alias officer. Bayangkan dalam 

Kesatuan Pelaut Indonesia banyak sekian ANT-I/MPB-I, ATT-I/AMK-C, tapi didikte 

oleh seorang mantan oiler !. Pantas saja Kesatuan Pelaut Indonesia kagak ada 

nyali buat naik-naik sampai ke Sekretariat Negara dan Mahkamah Agung buat 

membela nasib para pelaut, lha wong bekas oiler, dibentak sama petugas pos jaga 

saja langsung balik kanan !.

Saya bukan bermaksud menghina profesi oiler atau ABK lain, tapi ini memang 

kenyataan, kalau anda menghadap resmi ke suatu kantor Pemerintah, posisi anda 

sebagai seorang Captain Polan, Master Mariner ANT-I, MBA, Letkol Wamil Purn., 

tentu akan sangat berlainan dengan posisi anda sebagai Tuan Polan, mantan koki 

Holland American Lines.

Ini realitas yang tidak bisa dipungkiri, dan di mana saja masalah hiarki ini 

dengan imbas2 sosialnya akan selalu ada.

Aneh tapi nyata, sepertinya di Kesatuan Pelaut Indonesia tidak ada anggotanya 

yang perwira ! Padahal di situ banyak yang Captain ANT-I/MPB-I yang sekaligus 

pernah jadi Pamen Wamil di TNI-AL pula, tapi yang mimpin organisasi malah 
mantan 


oiler.

Kalau di Singapore organisasi officer dengan ABK dipisah. Di kita boleh2 saja 

disatukan, tapi hendaknya yang duduk dalam kepemimpinan pandai2 menempatkan 

dirilah di mana posisi kita seharusnya!.

Bukan untuk apa2, tapi demi kemajuan organisasi dan kesejahteraan pelaut 
beserta 


keluarganya. 

[Non-text portions of this message have been removed]

------------------------------------

1. Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 

asli pengirim berita.

2. ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.

Yahoo! Groups Links

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]





      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.       ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke