Sy turut prihatin dengan kawan2 pelaut yg di thn di s'pore tp menurut sy, msh 
blm seberapa di banding dengan kami dulu pernah disandera kelompok ABU SAYAP di 
philiphine dengan todongan senjata AK -47 serta berbagai mcm jenis senjata 
lainnya selama 1 hr berdiri di belakang towing hock di jaga dgn puluhan orang 
bersenjata,ada yg sampai kencing di celana,dan berita itu terbit di harian 
minadanao post thn '98 tp gak ada reaksi dr org2 pelaut kita,tp ini berita 
terlalu di besar2kan aja,tp sy berharap semoga ini jd suatu pembelajaran dr 
kita bahwa jgn terlalu beranggapan GAMPANG.......jd menurut abang 
gimana.??????????????           --- Pada Sel, 12/10/10, 
[email protected] <[email protected]> menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: Bls: [pelaut] Penahanan 29 WNI di Singapura Toboggan
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 12 Oktober, 2010, 6:39 AM















 
 



  


    
      
      
      


Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!





-----Original Message-----


From: "akbar saleh" <[email protected]>


Sender: [email protected]


Date: Tue, 12 Oct 2010 04:49:46 


To: <[email protected]>


Reply-To: [email protected]


Subject: Re: Bls: [pelaut] Penahanan 29 WNI di Singapura Diabaikan





Lagi menunggu siapa yg bayar, bung  



Sent from my BlackBerry®



powered by Sinyal Kuat INDOSAT







-----Original Message-----



From: Widya Yoliza <[email protected]>



Sender: [email protected]



Date: Mon, 11 Oct 2010 21:04:49 



To: <[email protected]>



Reply-To: [email protected]



Subject: Re: Bls: [pelaut] Penahanan 29 WNI di Singapura Diabaikan







Salam Pelaut,...!!!



KESATUAN PELAUT INDONESIA NYA MANA.....????? KEMANA.....???????























________________________________



From: haspar wijaya <[email protected]>



To: [email protected]



Sent: Tue, October 12, 2010 12:37:08 AM



Subject: Bls: [pelaut] Penahanan 29 WNI di Singapura Diabaikan







  



Salam Pelaut, 



Nampaknya memang sebagian besar dari pembesar2 negeri ini sdh tdk punya hati 



nurani lagi. Mereka memang tdk merasakan penderitaan yg dialami oleh saudara2 



kita yg terlantar dinegeri orang (akibat kesalahan dari orang lain yg notabene 



adalah orang2 berpendidikan, & ini sungguh tdk adil dan sangat memalukan 



sekaligus memilukan) belum lagi keluarga (anak2 & istri) yg menanti dirumah 



tentu lbh manderita. Hati mereka nampaknya terbuat dari batu. Saya jadi ingat 



beberapa kasus penyanderaan awak kapal (berbendera Singapore) oleh GAM beberapa 



tahun yg lalu dan kita tahu dengan serta-merta pemilik kapal yg rata2 bermata 



sipit itu segera menebus mereka, sungguh mereka pengusaha2 Singapore itu lebih 



punya hati nurani dibanding dgn bapak2 yg terhormat dari negeri kita. Memang 



pantaslah kalau sampai ada seorang penyair memberi gelar negeri kita sebagai 



'NEGERI PARA BEDEBAH'. Muak sudah.....benar2 memuakkan!!! Marilah sama2 kita 



do'akan semoga para pembesar & pejabat yg tdk punya hati itu segera dipanggil 



oleh sang Maha Pencipta. Berdo'a 



dimulai...................................................Aaaaaaaaaamiiiiiiiiiiiin.!!!!











Kalau ada 40 orang berdo'a yang sama, cukup seorang saja yang diterima do'anya, 



maka yakin dan percaya kejadian deh............







Bravo pelaut Indonesia.







________________________________



Dari: Mulya Yahya <[email protected]>



Kepada: [email protected]



Terkirim: Ming, 10 Oktober, 2010 19:56:32



Judul: Re: [pelaut] Penahanan 29 WNI di Singapura Diabaikan







Menurut aku, hal ini ada unsur kesengajaan oleh orang-orang yang berhubungan 



dengan kasus ini juga,bahkan ada yang senang dengan adanya kasus."Senyumu 
adalah 











Tangisku" Makasi atas jasa2 anda







________________________________



From: agus salim <[email protected]>



To: [email protected]



Sent: Sun, October 10, 2010 2:13:24 PM



Subject: [pelaut] Penahanan 29 WNI di Singapura Diabaikan







Penahanan 29 WNI di Singapura Diabaikan



Kompas - Minggu, 10 Oktober



Penahanan 29 WNI di Singapura Diabaikan 



SURABAYA, Kompas.com - Kementerian BUMN dinilai mengabaikan penahanan 29 warga 



negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai awak kapal Djakarta Lyod oleh 



Pemerintah Singapura, pascapenyanderaan dua kapal tersebut tahun lalu.



"Sampai sekarang, tidak ada awak kapal lain yang mau ditugaskan menggantikan 



awak kapal di Singapura yang disandera di dua kapal motor tersebut," kata 



Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik, Sofyano Zakaria, dihubungi di Jakarta, 



Sabtu (9/10/10).



Menurut dia, dua kapal di bawah naungan Perusahaan Djakarta Lyod (BUMN) 



Indonesia yakni KM Pontianak ditahan per Juni 2009, dan KM Makassar ditahan per 



Februari 2009.



"Saat ini, jumlah awak kapal KM Pontianak masih berjumlah 14 orang sedangkan KM 



Makassar 15 orang," ujarnya.



Ia menjelaskan, dua kapal berbendera Indonesia tersebut ditahan Pemerintah 



Singapura berdasarkan putusan pengadilan Singapura. Penahanan kapal dan awak 



tersebut karena kasus utang Djakarta Lyod kepada Australian National Lines 



sekitar 3,3 juta dollar Amerika Serikat.



"Kondisi ini dibenarkan oleh Plt Dirut Djakarta Lyod yang kami hubungi via 



telepon Jumat (8/10) sekitar pukul 20.00 WIB," katanya.



Bahkan, ia menyebutkan, selama tiga bulan terakhir 29 awak kapal tersebut tidak 



memperoleh gaji dari Djakarta Lyod.



"Selain itu, sejak Agustus 2010 makan minum mereka tidak dipasok lagi oleh 



Djakarta Lyod tetapi dibantu Pengadilan Singapura," katanya.



Ia berharap, Pemerintah Pusat melalui Kementerian BUMN harus bertanggung jawab 



terhadap nasib 29 orang WNI yang menjadi korban ketidak profesionalan manajemen 



Djakarta Lyod.



"Apalagi, tidak diberinya pasokan bahan makanan minuman kepada 29 orang awak 



kapal oleh Djakarta Lyod sejak Agustus 2010 adalah sikap yang tidak manusiawi," 



katanya.



Kondisi tersebut, lanjut Sofyano, menunjukkan ketidakpedulian pemerintah dengan 



nasib mereka.



"Padahal sesuai pernyataan Plt Direktur Utama Djakarta Lyod, pemerintah melalui 



Menteri Negara BUMN telah menerima laporan kasus tersebut beberapa bulan lalu," 



katanya.







( salah satu bukti ketidak perdulian pemerintah kita kepada nasib para pelaut, 



boro boro diliat...dikasih makan aja tidak. mereka lebih melihat ke TKI kita. 



sungguh sedih...harus dikasih makan sama Spore...sungguh memalukan pemerintahan 



kita ini...sediiih)







[Non-text portions of this message have been removed]







[Non-text portions of this message have been removed]







[Non-text portions of this message have been removed]











 











      







[Non-text portions of this message have been removed]

















[Non-text portions of this message have been removed]










[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  












[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.       ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke