Kontemplasi
November 18, 2009 in Life
Saya nyaris tidak pernah meditasi. Tapi sering kontemplasi. Karena menurut saya 
kontemplasi itu maha penting. Untuk mencegah kita hidup terlalu menuruti 
kebiasaan (habits).

Konon meditasi itu banyak menolong. Tapi saran orang, meditasi itu perlu 
mengosongkan pikiran. Dan saya selalu kesulitan mengosongkan pikiran. Jadi 
susah. Maka saya mengganti meditasi dengan doa dan kontemplasi.

Kontemplasi itu mirip dengan meditasi tapi tidak sepenuhnya mengosongkan 
pikiran. Kontemplasi lebih pada merasakan kehadiran Tuhan, memikirkan dan 
merenungkan konsep kehidupan. Mengevaluasi diri. Menghayati jalannya hidup kita.

Sebenarnya saya sudah lama dengar konsep kontemplasi. Tapi baru belakangan saya 
menyadari kebutuhan saya akan kontemplasi ini.

Ceritanya, saya baru sadar betapa kita hidup sering seperti robot. Menjalankan 
algoritma. Menjalankan kebiasaan. Habits.

Saya ambil contoh, bertahun-tahun saya selalu mengambil rute yang sama dari 
rumah ke kampus dan kembalinya. Selalu rute itu. Dulu sebelum ada jalan layang, 
rute saya selalu dari Gunung Batu, ke terusan Pasteur, Wastukencana, Tamansari, 
Kebon Binatang dan belok ke Ganesha. Kembali nya juga lewat rute yang sama.

Sampai suatu hari saya memutuskan untuk pulang lewat Siliwangi, Cipaganti, 
Cemara, Karang Setra, Setrasari, Surya Sumantri, baru ke Gunung Batu. Dan rute 
ini sering lebih lancar ketimbang macet di Tamansari bawah. Saya masih ingat 
perasaan saya waktu ganti rute, seakan-akan saya pindah kota. Lebih segar.

Ternyata ada banyak sekali yang kita lakukan itu adalah kebiasaan. Habits. 
Tidak mikir lagi. Tidak ada evaluasi. Seperti robot.

Memang semua habits itu banyak berguna. Kita bisa cepat melakukan sesuatu. 
Tidak pusing. Tanpa mikir. Dan sudah terlatih.

Tapi habits itu bisa membuat kita terjebak, tidak maju, merasa stagnan, dan 
bahkan seakan-akan hidup tanpa kemajuan.

Jalan keluarnya adalah kontemplasi. Melalui kontemplasi, kita merenungkan siapa 
kita, apa panggilan hidup kita, apa sebenarnya dunia ini, apa kedudukan kita di 
dunia ini. Melalui kontemplasi, saya bisa bebas mempersoalkan semua kepercayaan 
dan asumsi saya mengenai hidup ini. Melalui kontemplasi, saya bisa mengenali 
semua yang menghantui hidup saya, dan mencari jalan untuk mengusir hantu-hantu 
itu. Melalui kontemplasi, saya bisa membangun penerimaan dan citra diri yang 
lebih mulia. Melalui kontemplasi, saya bisa memilih jalan-jalan baru yang ingin 
saya tempuh. Melalui kontemplasi, saya menyadari betapa beruntungnya saya, 
betapa banyak berkat saya.

Kontemplasi ini menghasilkan hal-hal yang istimewa dan ajaib dalam kehidupan 
kita.

Jadi kalau anda merasa hidup anda sesak, lumpuh, tidak menarik, tidak 
berkembang, tidak ada kemajuan, maka anda sedang terjebak dalam hidup dari 
kebiasaan, hidup otomatis, hidup robotik. Saya ingin mengajak anda untuk 
melakukan kontemplasi setiap hari. Merenungkan apa hakekat hidup anda.

Maka hidup anda akan berkembang dan menyenangkan…

http://azrl.wordpress.com/2009/11/18/kontemplasi/




------------------------------------

1.      Moderator tidak bertanggung jawab atas kebenaran isi dan/atau identitas 
asli pengirim berita.
2.       ATTACHMENT akan dibanned, krmkan ke pelaut-owner atau upload ke FILE.
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pelaut/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke