--- On Fri, 22/8/08, Ratih Poppy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Ratih Poppy <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [bebasfinansial] Kita Harus Tahu
To: "Saifuddin Rangkuti" <[EMAIL PROTECTED]>, "audy temata" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "evi sofia" <[EMAIL PROTECTED]>, "sita situl" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"goen" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "bunbun" <[EMAIL PROTECTED]>, "nila" <[EMAIL PROTECTED]>, "Rikka Susanty" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "santi mantiak" <[EMAIL PROTECTED]>, "Amin Vio" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "irzal" <[EMAIL PROTECTED]>, "poetri" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Dahliana Mansyah" <[EMAIL PROTECTED]>, "dava gi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, 22 August, 2008, 9:33 AM








---

















Waspadai Bahaya Plastik        
http://beritahabita t.net/2008/ 07/04/waspadai- bahaya-plastik/

July 4th, 2008 | Oleh ubaidillah syohih 
Rasa-rasanya dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini sudah dipenuhi berbagai 
jenis plastik, dan berita tentang bahaya plastik sudah sering kita ketahui, 
apalagi tentang limbahnya yang sulit untuk di daur ulang. Bahkan dalam 
kehidupan kita sulit sekali menghindari plastik dari aktivitas kita. Kalau 
memang plastik itu tidak baik untuk kesehatan, apakah ada tanda pengenalnya?

Ternyata ada loch? Dan itu sudah diatur dan ditetapkan secara internasional, 
sehingga di manapun di belahan dunia ini kode dan simbolnya sama.
Bagaimana Mengenali Kemasan Plastik dengan Baik?
Perlu kita ketahui bersama bahwa secara internasional telah diatur kode untuk 
kemasan plastik, yang mungkin bagi kita yang awam sangat perlu untuk diketahui, 
karena tanda tersebut berkaitan dengan jenis bahan serta cara dan dampak 
pemanfaatannya bagi manusia. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic 
Industry pada tahun 1988 di Amerika Serikat dan diadopsi pula oleh 
lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International 
Organization for Standardization).
Secara umum tanda tersebut berada di dasar, berbentuk segi tiga, di dalam 
segitiga akan terdapat angka, serta nama jenis plastik di bawah segitiga, 
dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:


1. PET — Polyethylene Terephthalate
Biasanya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang 
dengan angka 1 di tengahnya dan tulisan PETE atau PET (polyethylene 
terephthalate) di bawah segitiga
Biasa dipakai untuk botol plastik yang jernih/transparan/ tembus pandang 
seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya.
Mayoritas bahan plastik PET di dunia untuk serat sintetis (sekitar 60 %), dalam 
pertekstilan PET biasa disebut dengan polyester (bahan dasar botol kemasan 30 
%) Botol Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI, kenapa? 
Dijawab oleh artikel ini: Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk 
menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada 
botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat 
menyebabkan kanker)
Di dalam membuat PET, menggunakan bahan yang disebut dengan antimoni trioksida, 
yang berbahaya bagi para pekerja yang berhubungan dengan pengolahan ataupun 
daur ulangnya, karena antimoni trioksida masuk ke dalam tubuh melalui sistem 
pernafasan, yaitu akibat menghirup debu yang mengandung senyawa tersebut. 
Terkontaminasinya senyawa ini dalam periode yang lama akan mengalami: iritasi 
kulit dan saluran pernafasan.
Bagi pekerja wanita, senyawa ini meningkatkan masalah menstruasi dan keguguran, 
pun bila melahirkan, anak mereka kemungkinan besar akan mengalami pertumbuhan 
yang lambat hingga usia 12 bulan.


2. HDPE — High Density Polyethylene

Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang 
dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di 
bawah segitiga.
Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air 
minum, kursi lipat, dan lain-lain.
HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena 
kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE 
dengan makanan/minuman yang dikemasnya.
HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan 
terhadap suhu tinggi.
Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian, 
karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu
3. V — Polyvinyl Chloride
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, 
serta tulisan V — V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik 
yang paling sulit didaur ulang.

Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan 
botol-botol.
PVC mengandung DEHA yang dapat bereaksi dengan makanan yang dikemas dengan 
plastik berbahan PVC ini saat bersentuhan langsung dengan makanan tersebut 
karena DEHA ini lumer pada suhu -15oC.
Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini 
berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.
Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain yang tidak mengandung 
bahan pelembut, seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami 
(daun pisang misalnya).
4. LDPE — Low Density Polyethylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE
– LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat 
(thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, 
plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek.

Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah kuat, agak tembus cahaya, fleksibel dan 
permukaan agak berlemak. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap 
senyawa kimia, daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, akan tetapi 
kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.
Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan 
fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi 
kimia.
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat 
makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan 
bahan ini.
5. PP — Polypropylene
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP
– PP (polypropylene) adalah pilihan terbaik untuk bahan plastik, terutama untuk 
yang berhubungan dengan makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, 
botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi.

Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. 
Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, 
ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup 
mengkilap
Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk 
menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman.
6 . PS — Polystyrene
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS
– PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker 
dari Jerman, secara tidak sengaja.

PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali 
pakai, dan lain-lain.
Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke 
dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan.
Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap 
kendaraan dan bahan konstruksi gedung.
Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, 
mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, 
dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. 
Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama.


      New Email names for you! 
Get the Email name you&#39;ve always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"Guyon Yuk !!" group.
To post to this group, send email to [email protected]
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/pelawak?hl=en
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke